Tugaskaryawan.com – Kesempatan untuk berpindah ruang kelas kampus ke kantor perusahaan pasti membawa perasaan senang, tapi mungkin juga ada perasaan khawatir dengan budaya kerja perusahaan yang terasa asing. Sebagai fresh graduate yang baru masuk kerja, akan sangat lazim apabila kamu mengalami culture shock.
Culture shock merupakan seseorang yang berpindah dari lingkungan satu ke lingkungan lain dengan budaya berbeda dan orang tersebut merasa tertekan. Di dalam kasus fresh graduate, culture shock yang dialami adalah budaya kerja perusahaan yang berbeda dengan budaya kuliah. Dengan adanya budaya baru, kamu pasti harus beradaptasi dan menemukan work life balance.
Work life balance menjadi suatu hal penting untuk merasa lebih nyaman dengan perbedaan budaya di tempat kerja. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Tips Cepat Adaptasi Budaya Kerja di Perusahaan untuk Fresh Graduate
Ada sekitar lima tips yang bisa dilakukan agar kamu mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, yaitu:
1. Menjaga Perasaan
Menjaga perasaan tidak hanya untuk kamu saja tapi untuk orang-orang yang ada di sekitar. Penting untuk diingat kalau perbedaan budaya kerja perusahaan itu mencakup orang-orang berinteraksi. Tetaplah mempertahankan keramahan dan jangan mudah panik maupun ambil hati ketika caa bicara rekan kerja maupun atasanmu tidak seperti ketika kuliah dengan teman-teman.
Hal yang harus dilakukan selama situasi sosial di kantor adalah untuk tetap sopan. Cari tahu bagaimana budaya kerja perusahaan kamu beroperasi dalam keadaan sosial, karena adaptasi akan terasa semakin sulit jika kamu dan rekan kerjamu sudah saling tersinggung.
Jika rasa kesal kamu tidak bisa dikesampingkan, ada baiknya kamu mengajak bicara rekan kerja untuk mengetahui bagaimana sebaiknya kamu berinteraksi kedepannya. Ingat, komunikasi menjadi hal yang paling ampuh untuk menghilangkan kesalahpahaman.
2. Mencari Teman di Kantor
Meski lingkungan kuliah dengan kantor itu berbeda, bukan berarti tidak ada persamaannya. Salah satu persamaannya adalah adanya orang-orang yang bisa kamu ajak berteman.
Kalau kamu hanya menyendiri di kantor, pasti rasa tidak nyaman tersebut lebih berat. Seorang teman seperjuangan bisa membantu kamu untuk tetap betah di kantor dan bahkan melepaskan beban selepas jam kantor. Selain itu, teman kantor dan terutama yang sudah lebih dulu ada disana juga bisa mengajarimu budaya kerja perusahaan secara langsung sehingga kamu tidak perlu pusing sendiri.
Usahakan untuk tidak pilih-pilih teman kantor dan ikut berbaur saja tanpa pandang divisi atau umur. Semakin banyak teman di kantor, pasti semakin cepat terbiasa dengan budaya kerja perusahaan. Jangan malu untuk mengajak mereka untuk bekerja sama atau makan, ya.
3. Mencari Tahu Budaya Kerja Perusahaan Kamu
Bagaimana aturan lembur perusahaan kamu? Apakah rekan kerja kamu bisa datang tepat waktu di setiap harinya? Apa yang dilakukan kantor ketika jam makan siang? Apakah rekan kerja kamu bekerja sendiri-sendiri atau berkolaborasi?
Pertanyaan di atas menjadi contoh kecil bagaimana kamu bisa mengulik budaya kerja di perusahan. Dengan mengenal dan mempelajari dari sejak dini, culture shock kamu tidak akan berlarut-larut.
Untuk mencari tahu hal ini, kamu bisa lebih seksama memperhatikan bagaimana rekan kerja kamu bekerja di kantor. Lihat cara berbicara mereka, cara mereka mengirim email, cara mereka menyelesaikan masalah dan lain sebagainya. Kamu juga bisa bertanya langsung kepada mereka. Jangan khawatir untuk ingin tahu bahkan bertanya, ya!
4. Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan Kantor
Apakah kantor kamu akan mengadakan acara makan-makan? Persiapan konferensi? Olahraga bersama? Jangan malu-malu untuk mendaftarkan diri, ya.
Tidak ada salahnya untuk ikut aktif kegiatan di kantor, apalagi ketika kegiatan tersebut berupa refreshing bersama-sama. Kegiatan kantor merupakan ladang sosialisasi, mendapatkan pengalaman dan memahami budaya kerja perusahaan.
Meski kegiatan-kegiatan tersebut tidak masuk ke dalam job description kamu atau tidak digaji, tetaplah terbuka akan perihal tersebut. Selama kamu mempunyai waktu dan tenaga, ada baiknya kamu mengikuti kegiatan-kegiatan kasual kantor di samping bekerja. Contohnya, anggap saja seperti kegiatan kebersamaan waktu kamu mengikuti organisasi mahasiswa di kampus.
5. Bersosialisasi dengan Netral
Kalau di masa-masa kuliah, mungkin akan ada kecenderungan langsung membuat cicle teman sendiri. Circle seperti ini bisa jadi sangat eksklusif, tidak berbaur dengan circle lain dan sempit.
Hindari hal itu ketika kamu baru saja masuk kerja. Saat-saat awal bekerja merupakan saat kamu harus paling fleksibel dan pandai bersosialisasi dengan semua orang. Hindari untuk membuat circle pertemanan yang terlalu eksklusif dan cobalah untuk lebih netral dalam berteman di kantor.
Dengan bersosialisasi lebih netral, kamu akan mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan belajar dari berbagai orang, berbagai divisi dan berbagai generasi. Berbaur dengan semua orang juga akan menumbuhkan budaya positif di tempat kerja.
Fresh graduate pasti akan merasa perbedaan yang besar dari berkuliah ke bekerja. Budaya kedua hal tersebut sangat berbeda, tapi masing-masing mempunyai kelebihan tersendiri. Jangan membiarkan hari pertama kamu bekerja menjadi patokan pengalaman kamu seterusnya.
Mengelola stres adaptasi budaya kerja perusahaan merupakan tantangan yang harus kamu lewati untuk terus berkarir. Ingat, semua butuh proses dan dengan tips di atas, kamu pasti bisa!