Dunia Kerja

8 Kelebihan dan Kekurangan Kerja di Kantoran 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 19:00 5 menit membaca
Kelebihan dan Kekurangan Kerja di Kantoran
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Seiring dengan perkembangan zaman, jenis profesi atau pekerjaan semakin bervariasi dan beragam. Namun, kera kantoran masih menjadi salah satu yang paling banyak diminati dan dianggap ideal oleh banyak orang. 

Kerja kantoran umumnya didefinisikan sebagai pekerjaan yang bersifat administratif, manajerial dan profesional yang dilakukan di sebuah perusahaan maupun kantor. Bidang pekerjaannya berhubungan dengan manajemen bisnis, akuntansi keuangan dan pemasaran. Namun, sejalan dengan era industri yang semakin canggih seperti sekarang, pekerja kreatif dan IT juga menjadi bagian dari pekerja kantoran guna memenuhi kebutuhan teknologi informasi. 

Terlepas dari pandangan secara general, ada banyak hal yang bisa kamu ketahui lebih dalam mengenai kerja kantoran. Mulai dari kelebihan dan kekurangan, hingga tipe pekerjaan yang paling sering ditemui. 

Kelebihan Kerja Kantoran 

Bekerja dan mendapatkan jabatan di perusahaan ternama menjadi impian bagi banyak orang. Terlebih lagi ketika tidak perlu turun ke lapangan seperti layaknya para pekerja kantoran. Lalu, apa saja kelebihan lain yang bisa kamu dapatkan sebagai pekerja kantoran? 

1. Disiplin Kerja dan Manajemen Waktu yang Lebih Baik 

Ketertarikan sebagai pekerja kantoran dengan kebijakan yang diterapkan perusahaan tentu akan membuat kamu lebih disiplin dalam bekerja. Begitu juga dengan jam kerja yang teratur setiap harinya yang mempermudah manajemen waktu kamu menjadi lebih baik. 

2. Fasilitas Kerja yang Memadai 

Pada umumnya pekerja kantoran akan mendapatkan fasilitas yang memadai, meski tergantung dengan jenis dan kemampuan perusahaan. Fasilitas yang diberikan biasanya guna mendukung situasi bekerja yang nyaman dan tenang sehingga bisa memberikan hasil yang optimal. 

3. Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi dan Berperilaku 

Kerja kantoran juga memungkinkan kamu untuk belajar meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berperilaku di hadapan orang lain. Bekerja secara berdampingan dengan rekan kerja juga bisa meningkatkan interpersonal dan kemampuan dalam menghadapi situasi tertentu. 

4. Mengasah Skill Profesional dan Menambah Pengetahuan 

Bekerja di perusahaan tentu akan memberikan kamu kesempatan untuk mengasah skill profesional dan menambah pengetahuan. Terlebih lagi ketika menjadi bagian dari sebuah proyek tim yang akan meningkatkan kreativitas dan keterampilan kolaboratif. 

Kekurangan Kerja Kantoran 

Bersamaan dengan kelebihan, tentu ada juga kekurangan. Hal ini seiring dengan pertanyaan kenapa ada banyak pekerja kantoran yang memutuskan untuk resign, padahal profesi ini dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang ideal. 

1. Gangguan Kesehatan 

Duduk di meja kerja dan berhadapan dengan layar komputer sepanjang hari tentu akan meningkatkan resiko terkena gangguan kesehatan. Bukan tidak mungkin tubuh akan terbiasa untuk malas bergerak dan penglihatan akan memburuk. 

2. Meningkatkan Stress dan Kecemasan 

Pekerja kantoran banyak menghabiskan waktunya dengan orang yang sama di dalam waktu yang lama. Pekerjaan menumpuk, permasalahan pribadi atau konflik dengan rekan kerja, bukan tidak mungkin akan ditemui oleh mereka yang akan mengarah pada peningkatan stress dan kecemasan. 

3. Gaji yang Terkadang Tidak Sepadan 

Gaji pekerja kantoran dianggap ideal dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan buruh maupun pekerja di lapangan. Padahal, masih banyak ditemukan standarisasi gaji yang tidak adil dan tidak sesuai dengan beban kerja yang diberikan. 

4. Rutinitas yang Monoton 

Pekerja kantoran akan menghadapi rutinitas yang sama dan berulang di setiap harinya. Rasa lelah dan bosan menjadi salah satu hal yang sulit untuk diabaikan, bahkan bagi mereka yang sudah bekerja untuk waktu yang lama. 

Tipe Pekerja Kantoran 

Pada dasarnya, kamu akan menemukan orang dengan karakter berbeda-beda dimanapun berada. Tidak lain halnya di lingkungan kerja kantoran. Jika diperhatikan, ada banyak sekali tipe pekerja kantoran di sekeliling dan mungkin juga karakter kamu ada di salah satunya. Apa saja ya? 

1. Pemimpin 

Tipe pemimpin biasanya merupakan pribadi yang didengarkan, dipercaya dan dihormati oleh rekan kerja. Mereka tekun dan menganggap serius pekerjaanya. Mereka juga mempunyai pemikiran yang dewasa dan mampu menjaga keseimbangan hidup. 

2. Penuh Semangat 

Tipe pekerja penuh semangat biasanya menyukai bekerja di dalam tim dibandingkan sendiri. Selain itu, tipe ini juga cenderung banyak berbicara seiring melakukan hal-hal secara spontan dan suka mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan atau multitasking. 

3. Mikromanajer 

Mikromanajer merupakan sebutan untuk pemimpin yang mengawasi bawahannya dengan terlalu ketat. Tipe pekerja kali ini biasa membawahi para pekerja dan cenderung kurang disukai oleh orang-orang di sekitar. 

4. Anti Sosial 

Tipe pekerja yang satu ini cenderung lebih merasa puas menghabiskan waktu sendiri dan cenderung sulit untuk ditemui di luar acara kantor. Meski begitu, tipe anti sosial tetap mempunyai kemungkinan menyelesaikan pekerjaanya dengan baik. 

5. Humoris 

Kamu juga pasti sering menemukan seseorang yang mudah mencairkan suasana dan mampu membuat candaan. Tipe pekerja humoris ini biasanya juga mempunyai pribadi yang menyenangkan. 

6. Sistematis 

Pekerja sistematis biasanya terfokus pada satu pekerjaan sebelum melanjutkan ke pekerjaan lainnya. Selain itu, mereka juga cenderung menyukai obrolan yang berfokus dan lebih suka bekerja secara individual. 

7. Pemalas 

Tipe pemalas juga masih sering ditemui di sebuah perusahaan. Mereka tetap mengerjakan pekerjaan sampai tuntas, tapi dengan hasil seadanya dan tidak banyak membantu di dalam tim. Untuk tim pekerja kantoran ini juga biasanya mengisi waktu dengan mengobrol hal tidak penting dengan rekan kerja. 

Itulah dia serba serbi kerja kantoran yang mungkin ingin kamu ketahui lebih dalam atau sekedar menambah informasi sebelum memasuki dunia kerja. Kelebihan dan kekurangan pasti akan selalu ditemui di setiap pekerjaan. Maka dari itu, pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kompetensi diri. 

Tinggalkan komentar