Tugaskaryawan.com – Apakah kamu berencana untuk mendirikan perusahaan start-up dan mempekerjakan karyawan di dalamnya? Apabila jawabannya “iya”, berarti kamu harus merancang aturan perusahaan sebagai pedoman untuk dipatuhi oleh karyawan. Manfaat mematuhi aturan ternyata berdampak besar terhadap perkembangan perusahaan.
Di kesempatan kali ini tidak hanya akan mengulas manfaat yang akan dirasakan ketika mematuhi peraturan perusahaan, tapi juga memberikan tips menyusun peraturan perusahaan yang baik. Yuk, simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai.
Manfaat Mematuhi Aturan Perusahaan
Perusahaan bisa merasakan manfaat yang signifikan apabila karyawan mematuhi peraturan yang berlaku. Apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya:
1. Menciptakan Keadilan dan Keseragaman
Peraturan berfungsi untuk menjamin keadilan dan keragaman di tempat kerja. Artinya, tidak ada seorang karyawan pun yang luput dari konsekuensi peraturan. Setiap karyawan harus mematuhi SOP dan kode etik yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Keadilan di tempat kerja juga tercipta sehingga tidak ada karyawan yang merasa lebih superior daripada rekan kerjanya.
2. Menjaga Keamanan dan Kenyamanan
Peraturan perusahaan juga akan menjamin keamanan dan keselamatan para pekerja. Karyawan harus aman dari bahaya fisik atau mental yang mengganggu kelancaran kerja, seperti luka fisik, kecelakaan, pelecehan, perundungan dan lain sebagainya. Mematuhi aturan perusahaan bisa meningkatkan keamanan yang berdampak pada kenyamanan karyawan di tempat kerja.
3. Menciptakan Keterbukaan
Tindakan penyelewengan dan pelanggaran aturan sering terjadi secara tersembunyi. Karyawan yang mematuhi aturan akan menciptakan keterbukaan di tempat kerja. Mereka berani mengakui pelanggaran dan siap menerima konsekuensi terhadap tindakan tersebut. Semua masalah kecil yang terjadi di perusahaan bisa diatasi lebih awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih serius.
4. Memperkuat Kredibilitas Perusahaan
Kredibilitas perusahaan akan meningkat apabila karyawannya mematuhi regulasi yang telah berlaku. Perusahaan mempunyai citra yang baik di mata pihak eksternal, mulai dari klien atau konsumen, mitra masyarakat, bahkan pemerintah. Manfaat ini tentunya bisa berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam memasarkan produk atau pelayanannya kepada masyarakat luas.
5. Peningkatan Kualitas Karyawan
Kedisiplinan karyawan akan meningkat apabila mereka mematuhi regulasi perusahaan yang berlaku. Karyawan mempunyai sikap tanggung jawab yang tinggi dan berusaha mewujudkannya ketika berada di tempat kerja. Perusahaan mempunyai karyawan yang berkualitas tidak hanya ketika mengerjakan pekerjaan, tapi terlihat dari karakter dan kedisiplinannya pula.
Cara Menyusun Peraturan Perusahaan
Proses penyusunan peraturan perusahaan bukan menjadi perkara yang mudah. Namun, kamu bisa mengikuti panduan sebagai berikut untuk merancang peraturan di tempat kerjamu:
1. Mempertimbangkan Konsekuensi Penerapan Aturan
Setiap poin tata tertib perusahaan yang dibuat mempunyai konsekuensi ketika diterapkan. Kamu harus mempertimbangkan konsekuensi positif atau negatif dari penerapan aturan tersebut. Apabila lebih banyak konsekuensi positif, kamu bisa menerapkannya dalam peraturan perusahaan. Sebaliknya, kamu bisa mengeliminasi poin peraturan yang memunculkan banyak konsekuensi negatif dalam penerapannya.
2. Mempelajari Hukum Ketenagakerjaan yang Berlaku
Pasal 111 Undang-Undang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa setiap ketentuan di dalam peraturan perusahaan harus selaras dengan regulasi perundang-undangan yang sedang berlaku. Regulasi perundang-undangan terkini terkait ketenagakerjaan adalah UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kajilah regulasi tersebut dan peraturan pemerintah lainnya agar kamu mempunyai pedoman yang benar untuk membuat peraturan perusahaan.
3. Menetapkan Masa Berlaku
Pasal 111 Ayat 3 menyatakan bahwa masa berlaku peraturan perusahaan hanya maksimal 2 tahun. Setelah masa tersebut, perusahaan harus melakukan pembaruan peraturan. Pembaruan peraturan bermanfaat agar perusahaan bisa mengikuti regulasi terbaru terkait ketenagakerjaan.
4. Memperhatikan Tata Bahasa yang Digunakan
Tata bahasa atau kalimat yang digunakan harus mudah dipahami oleh seluruh karyawan dalam perusahaan. Hindari penggunaan gaya bahasa yang ambigu agar peraturan yang dibuat tidak menimbulkan salah tafsir yang mungkin terjadi. Gunakan bahasa baku sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan hindari penggunaan bahasa non formal meski kamu hendak membuat aturan untuk perusahaan startup.
5. Membuat Draft Peraturan Perusahaan
Setelah memperkirakan hak dan kewajiban, tata tertib, syarat kerja dan masa berlaku, barulah kamu membuat draft yang berisi seluruh peraturan yang telah dibuat. Draft tersebut bisa dikirimkan kepada perwakilan karyawan perusahaan untuk dipelajari lebih lanjut. Mereka mempunyai hak untuk memberikan saran maupun perubaha maksimal 14 hari.
6. Finalisasi Draft yang Sudah Dibuat
Apabila semua karyawan setuju mengenai draft yang sudah dibuat, barulah kamu bisa melakukan finalisasi. Kamu bisa mengirimkan draft tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan untuk mendapatkan pengesahan. Namun, mereka harus melakukan peninjauan terlebih dahulu terhadap peraturan yang sudah dibuat. Segera lakukan revisi ketika peraturan yang dibuat belum memenuhi kriteria pengesahan.
Tentunya kamu ingin merasakan manfaat mematuhi aturan perusahaan yang sudah dijelaskan dalam artikel diatas, bukan? Maka dari itu, kamu harus memahami lebih lanjut mengenai etika perusahaan agar bisa merancang peraturan yang lebih solid dan tentunya menguntungkan karyawanmu pula. Semoga membantu dan bermanfaat!