Tugaskaryawan.com – Kamu ada keinginan untuk mencoba kerja di luar negeri? Selain mencari lewat platform pencarian kerja secara online, kamu juga bisa ikut beberapa program. Ada G to G, AuPair, Ausbildung dan lain-lain yang memungkinkan kamu merasakan pengalaman belajar sekaligus bekerja. Bagi kamu yang penasaran dan ingin tahu lebih banyak lagi mengenai program kerja di luar negeri, yuk simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai.
Program Kerja Luar Negeri
Berikut adalah beberapa program kerja luar negeri yang bisa kamu ikuti:
1. Program AUPAIR
Tertarik untuk bekerja di negara Eropa? Kamu bisa memulainya dengan mengikuti program AuPair. AuPair adalah program pertukaran budaya untuk anak usia 18-26 tahun. Dilansir dari Goethe, program ini memungkinkan kamu untuk tinggal bersama keluarga angkat maupun host family di Jerman. Kamu bisa belajar banyak hal terkait budaya dan bahasa yang akan menunjang potensi diri untuk berkarir di negara Jerman.
Program ini ditujukan untuk siapa saja yang belum menikah, menyukai anak-anak dan bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga ringan. Untuk mengikuti AuPair, kamu harus siap sedia untuk tinggal di Jerman selama 1-2 tahun. Setelah AuPair selesai, kamu bisa melanjutkan program lain seperti Freiwilliges Soziales Jahr, Ausbildung dan lain-lain.
2. Working Holiday Visa (WHV)
Dilansir dari laman resmi Imigrasi Republik Indonesia, Working Holiday Visa adalah jenis visa yang diberikan kepada warga negara asing untuk bertempat tinggal sementara di wilayah negaranya. Kalau kamu ingin merasakan pengalaman bekerja di luar negeri, kamu bisa mencobanya melalui Working Holiday Visa. Umumnya, warga negara Indonesia banyak yang mengajukan Working Holiday Visa di Australia tapi sebenarnya visa jenis ini juga bisa digunakan ke beberapa negara lain yang bisa menerima visa tersebut.
Berdasarkan laman resmi Imigrasi RI, kamu bisa mengajukan Working Holiday Visa Australia melalui sduwhv.imigrasi.go.id. Ada beberapa dokumen yang harus kamu lengkapi. Umumnya, visa ini dipergunakan ketika seseorang berlibur sambil bekerja dan belajar. Namun, WHV hanya bisa untuk rentang usia kurang dari 19 tahun sampai maksimal 30 tahun.
3. Program Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ)
Dilansir dari Lembaga Indonesia Jerman, kesempatan berkarir di Jerman juga bisa kamu dapatkan melalui program Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ). FSJ adalah program kerja sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah Jerman untuk kamu yang berusia 18-26 tahun. Warga Indonesia bisa mengikuti program FSJ ini untuk mendapatkan pengalaman kerja sosial internasional.
Peserta dari program ini bisa bekerja di beberapa sektor sosial seperti rumah sakit, panti jompo, taman kanak-kanak atau sekolah dengan durasi 6-18 bulan. Beban kerjanya tidak seberat mereka yang memilih pekerjaan full time.
4. Program Ausbildung
Selesai kuliah, kamu bisa mencoba program Ausbildung di Jerman. Program kali ini menjadi pilihan alternatif belajar lanjutan setelah lulus sekolah. Dilansir dari Lembaga Indonesia Jerman, Ausbildung umumnya berlangsung selama 2,5 – 3 tahun. Kamu akan banyak belajar mengenai teori di sekolah vokasi, dilanjut dengan praktek kerja secara langsung.
Dengan mengikuti program Ausbildung, kamu tetap mendapatkan gaji yang akan dipotong oleh pajak. Selain itu, gaji yang kamu dapatkan juga akan dipotong lagi untuk kontribusi jaminan sosial (Social Security).
5. Program Government to Government (G to G)
Program Government to Government (G to G) berlaku untuk beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, Saudi Arabia dan Jerman. Program ini memungkinkan kamu untuk berkarir di luar negeri berdasarkan kerjasama resmi antar pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara terkait.
Kamu bisa cek langsung informasinya melalui https://bp2mi.go.id/. Program Government to Government (G to G) merupakan program kerja yang resmi, transparan dan diawasi langsung oleh pemerintah, sehingga kamu bisa mendapatkan status legal dan perlindungan penuh.
6. Program Tokutei Ginou atau Pekerja Keterampilan Khusus (Specified Skilled Worker/SSW)
Dilansir dari laman resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, warga negara Indonesia bisa saja merasakan pengalaman bekerja di Jepang melalui program Tokutei Ginou atau Pekerja Keterampilan Khusus (Specified Skilled Worker/SSW). Program ini ditujukan kepada WNI berusia 18 tahun atau lebih untuk melakukan pekerjaan di Jepang dengan status tinggal legal yang hak dan kewajibannya sama seperti pekerja lokal. Tokutei Ginou terbagi menjadi dua versi, yaitu pekerja berketerampilan Spesifik No.1 dan No.2.
Tokutei Ginou No.1 untuk pekerjaan dengan keterampilan menengah, masa tinggal maksimal 5 tahun, wajib lulus ujian keterampilan dan bahasa Jepang (kecuali lulusan Technical Intern Training). Tidak bisa membawa keluarga. Sementara, Tokutei Ginou No.2 untuk pekerjaan dengan keterampilan mahir, masa tinggal bisa diperpanjang tanpa batas, tidak wajib ujian bahasa Jepang dan bisa membawa keluarga (pasangan dan anak).
7. Program Bundesfreiwilligendienst (BFD)
Program Bundesfreiwilligendienst (BFD) adalah program sukarelawan yang ditawarkan oleh pemerintah Jerman dan hampir sama dengan FSJ. Bedanya BFD bisa diikuti oleh peserta di usia 27 tahun selama satu tahun.
Dengan mengikuti Bundesfreiwilligendienst, kamu bisa mendapatkan pengalaman kerja sosial dan uang saku dari perusahaan. Dilansir dari Goethe, program ini memungkinkan kamu untuk bekerja di rumah sakit, panti jompo, taman kanak-kanak, sekolah, panti sosial atau kantor. Ada juga beberapa bidang lain yang ditawarkan.
Itulah dia beberapa informasi mengenai program kerja di luar negeri yang bisa kamu ikuti. Apakah kamu tertarik? Semoga penjelasan di atas bisa membantu dan bermanfaat, ya.