Info Kerja

5 Modus Jahat Pemerasan dalam Syarat Lowongan Kerja

Anggi Novita Sari Diterbitkan 21:00 4 menit membaca
Modus Jahat Pemerasan dalam Syarat Lowongan Kerja
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Di tengah ketatnya persaingan dalam dunia kerja, tidak semua orang beruntung dan berkesempatan dalam mendapatkan pekerjaan yang mapan. Sehingga banyak cara yang dilakukan, bahkan rela membayar demi mendapatkan posisi dalam lowongan kerja perusahan. Padahal sebenarnya ini sangat rentan terhadap modus jahat pemerasan atau mungkin tidak sadar sedang diperas uangnya dalam syarat lowongan kerja tertentu. 

Misalnya diminta uang muka dengan nominal besar untuk diterima kerja di luar negeri, dimintai uang oleh agen penyalur tenaga kerja, membayar sejumlah uang untuk mengikuti pelatihan dan memberi perlengkapan. Ada banyak modus pemerasan yang harus diwaspadai ketika melamar pekerjaan. Supaya tidak merugi dan habis begitu saja uangnya tanpa kepastian, yuk simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai. 

Modus Jahat Pemerasan dalam Syarat Lowongan Kerja 

Berikut adalah lima ciri modus jahat pemerasan dalam lowongan kerja yang harus diwaspadai: 

1. Menjanjikan Gaji Tinggi Tanpa Jobdesk yang Jelas 

Kalau ada seseorang atau pihak dari perusahaan menawarkan gaji tinggi tanpa ada job desk yang jelas, itu juga termasuk modus pemerasan dalam lowongan kerja. Memerasnya tidak langsung ketika kamu melamar, tapi setelah diterima dan menandatangani kontrak.Kamu diperas, entah itu secara tenaga atau materi dan yang tadinya dijanjikan posisi kerja tertentu malah ketika sudah diterima ditempatkan di posisi yang jauh berbeda dari job desknya juga bisa jadi menjebakmu untuk melakukan pekerjaan ilegal. 

2. Mengenakan Biaya Tambahan yang Tidak Logis untuk Atribut Jika Mau Langsung Kerja 

Alurnya itu, kamu melamar pada lowongan kerja perusahaan, lalu ketika diterima dan lolos seleksi malah dikenakan biaya tambahan yang tidak logis untuk membeli atribut. Tidak sedikit orang yang terjebak dan serba salah terhadap situasi seperti ini. Kalau tidak membayar malah kehilangan kesempatan kerja yang akan dialihkan kepada orang lain. Namun jika dibayar, justru sadar betul kalau nominal nya terlalu besar. Inilah yang namanya diperas, mau tidak mau harus membayar kepada pihak perusahaan demi mendapatkan lowongan kerja disana. 

3. Meminta Sejumlah Uang untuk Biaya Tes atau Pelatihan 

Jika sejak awal melamar suatu lowongan kerja, kamu sudah diminta sejumlah uang untuk biaya tes, hati-hatilah bahwa itu bentuk dari pemerasan. Pihak perusahaan yang benar hanya mencari kandidat pekerja terbaik. Banyak orang terjebak dan rugi akibat modus ini, uang habis untuk biaya pendaftaran dan tes, tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa, bahkan yang terpilih untuk kerja saja sangat sedikit. Dari situ sudah terlihat jelas modus jahat pemerasannya untuk mencari untung dan mendapatkan uang melalui lowongan kerja. 

4. Meminta Data Pribadi Keuangan Pelamar Kerja 

Kalau ada lowongan kerja yang mencantumkan syarat untuk menyertakan data keuangan pribadi, perlu hati-hati. Itu merupakan modus pemerasan. Pemerasannya tidak langsung, tapi datamu dipergunakan oleh mereka untuk membobol dan mengambil uangmu secara diam-diam. 

Modus kejahatan kali ini termasuk dalam praktik scam yang membahayakan kamu. Bisa jadi gara-gara itu, kamu terkena scam pinjaman fiktif, penggunaan kartu kredit di luar sepengetahuanmu dan rekening tabungan pribadi dibobol. Jadi diam-diam kamu diperas sampai bangkrut dan habis semuanya. 

5. Dijanjikan Pekerjaan Kalau Membayar Sogokan Terlebih Dahulu 

Di tengah ketatnya persaingan lowongan kerja, banyak pihak yang memanfaatkannya untuk memeras calon pelamar. Mereka sebagai agen penyalur tenaga kerja atau orang yang memiliki kedudukan jabatan di perusahaan tersebut menawarkan lowongan kerja dengan syarat bayar sogokan di muka. Nominal yang harus diberi untuk mendapatkan pekerjaan ini mulai dari jutaan hingga puluhan juta. Modus jahat seperti ini banyak sekali terjadi dan dianggap wajar karena banyak orang yang putus asa dalam mencari pekerjaan. 

Berhati-hatilah ketika melamar lowongan kerja. Jangan sampai terjebak dalam modus jahat pemerasan yang mengiming kerja gaji tinggi dengan syarat meminta bayaran di awal yang jelas tidak logis. Sederhananya, tujuan kerja itu untuk mencari dan mendapatkan uang, sehingga tidak wajar kalau justru dimintai uang ketika ingin melamar lowongan kerjanya. Semoga membantu dan bermanfaat! 

Tinggalkan komentar