Membangun Negeri Dengan 10 Prospek Kerja Ekonomi Pembangunan

Diposting pada

Fakultas Ekonomi memiliki banyak jurusan salah satunya adalah Ekonomi Pembangunan. Prospek kerja Ekonomi Pembangunan ternyata tidak kalah dengan Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi.

Fakultas Ekonomi merupakan salah satu fakultas yang paling diminati mahasiswa dan calon mahasiswa Indonesia.

Sebanding dengan peminatan mahasiswa, maka hampir seluruh universitas di Indonesia memiliki Fakuktas Ekonomi dengan berbagai jurusan atau prodi.

Fakultas Ekonomi sendiri memiliki banyak prodi seperti Manajemen, Akuntansi, Ekonomi dan juga Ekonomi Pembangunan.

Nah mungkin prodi Ekonomi Pembangunan ini masih asing terdengar di telingamu, namun prodi ini sangat layak untuk dijadikan pilihan berkuliah dan berkarir.

Ekonomi Pembangunan

Ekonomi Pembangunan merupakan cabang dari Fakultas Ekonomi yang mempelajari permasalahan pembangunan.

Permasalahan pembangunan tersebut bisa berasal dari industri, keuangan, bisnis maupun perbankan.

Pada prodi ini kamu akan diberikan materi tentang cara menganalisa berbagai macam permasalahan perekonomian dan kemudian mencari solusinya.

Pada akhirnya kamu disiapkan menjadi perancang pada bidang pembangunan ekonomi supaya kamu bisa ikut andil dalam pemerataan kesejahteraan.

10 Prospek Kerja Ekonomi Pembangunan

Walaupun prodi ini tergolong kurang populer namun nyatanya prospek kerja yang ditawarkan sangat luas dan menjanjikan.

1. Ekonom

Seorang Ekonom bertugas untuk melakukan sebuah penelitan, membuat laporan dan memberikan solusi terhadap masalah perekonomian.

Masalah tersebut yang muncul pada proses produksi ataupun distribusi sebuah produk atau jasa dan juga pada kebijakan moneter dan fiskal.

Selain itu tugasnya juga mengumpulkan sekaligus mengolah data ekonomi dan juga statisik dengan menggunakan teknik sampling dan ekonometrik.

Untuk menjadi seorang Ekonom, kamu harus memiliki pendidikan yang agak tinggi yaitu lulusan S2 Ekonomi atau Ekonomi Pembangunan.

Kamu juga harus mampu berfikir, kritis, kreatif dan inovatif untuk bekal penyelesaian masalah perekonomian yang muncul.

Untuk gajinya lumayan tinggi, mulai dari Rp 3.000.000/ bulan dan bisa terus meningkat.

2. Analis Anggaran

Tugas dari Analis Anggaran adalah memeriksa estimasi anggaran keuangan pada sebuah perusahaan ataupun industri.

Yang diperiksa tentunya keakuratan, kelengkapan bahkan sampai dengan kesesuaian rencana keuangan dengan prosedur dan juga regulasi keuangan yang berlaku.

Analisis Anggaran ini juga memiliki tugas untuk menganalisa laporan keuangan, akuntansi dan anggaran yang bisa berfungsi untuk mengontrol pengeluaran.

Untuk menjalankan tugas ini, kamu harus teliti dan juga sabar serta dibutuhkan kemampuan analisis yang tinggi.

Untuk pengetahuan, kamu harus menguasai bidang Administrasi, Manajemen, Komunikasi, Media, Hukum, Pemerintahan, Akuntansi, Ekonomi serta Matematika.

Untuk gajinya pun tergolong tinggi dengan rata-rata penghasilan mulai dari Rp 4.200.000- Rp 6.500.000/ bulan.

3. Analis Kredit

Analis Kredit adalah orang yang menganalisis data pinjaman dan juga penyataan keuangan baik perorangan maupun perusahaan.

Hal ini dilakukan untuk menentukan tingkat resiko yang akan mereka terima dalam kaitanya dengan peminjaman uang serta perpanjangan kredit.

Seorang Analis Kredit juga bertugas dalam mempersiapkan laporan informasi kredit yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan keuangan.

Untuk menjalankan tugas ini dibutuhkan kemampuan dalam Manajemen, Administrasi, Akuntansi, Ekonomi, Matematik, Bahasa Inggris dan juga Layanan Personal.

Karena kamu akan dituntut untuk memberikan solusi atas permasalahan klien setelah memeriksa transaksi keuangan beserta laporan kredit.

Untuk gajinya bisa dibilang bagus dengan rentang antara Rp 4.500.000- R 6.500.000/ bulan.

4. Akuntan

Akuntan merupakan orang yang bertugas dalam menganalisa informasi keuangan yang telah ada dan mempersiapkan rencana laporan keuangan.

Fungsi dari Laporan Keuangan adalah untuk menentukan besaran aset, kewajiban pajak yang dibayarkan.

Serta aktivitas keuangan lainnya seperti menentukan laba dan juga kerugian pada suatu perusahaan atau industri.

Segala jenis kegiatan keuangan tersebut perlu diperiksa atau dianalisis agar mengetahui nilai ketepatan serta kelengkapan hingga sesuai dengan SOP.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, kamu harus mengembangkan, mengubah dan juga mendokumentasikan sistem keuangan dengan menggunakan teknologi komputer.

Maka dari itu selain pandai menganalisis laporan keuangan, kamu juga harus pandai dalam mengoperasikan komputer dengan aplikasi keuangan di dalamnya.

Gaji rata-rata untuk profesi ini berkisar antara Rp 3.600.000- Rp 6.900.000/ bulan dengan kemungkinan bisa semakin tinggi.

5. Aktuaris

Seorang Aktuaris bekerja untuk menganalisis data statistik yang biasanya ada pada perusahaan asuransi.

Data tersebut berisi data mulai dari tingkat kecelakaan, kematian, kelumpuhan, dan juga penyakit dari klien perusahaan Asuransi.

Selain itu seorang Aktuaris juga harus bisa membuat tabel probabilitas atau kemungkinan yang digunakan untuk memprediksi resiko ataupun kewajiban pembayaran yang harus dilakukan oleh klien dari perusahaan asuransi.

Hal ini dilakukan untuk memprediksi tingkat keuntungan yang akan diperoleh perusahaan asuransi tersebut mengingat perusahaan ini memberikan jaminan kepada kliennya.

Maka dari itu seorang Aktuaris perlu memiliki tingkat analisis yang tinggi beserta kemampuan berfikir kritis untuk menemukan solusi yang tepat.

Maka dari itu gaji yang diperoleh pun cukup tinggi mulai dari Rp 4.400.000- Rp 7.300.000/ bulan.

Baca Juga: Prospek Kerja Teknik Lingkungan

6. Juru Taksir

Juru Taksir memiliki tugas untuk menilai sebuah properti dengan nilai sesungguhnya dengan penggunaan berbagai metode.

Metode tersebut bisa dengan menggunakan pemeriksaan lapangan, analisis penjualan, pengukuran struktur, studi tren pasaran dan juga analisa beban biaya.

Dalam pengukuran nilai properti, kamu harus mempertimbangkan banyak faktor seperti lokasi, nilai pasar dan juga bangunan.

Selain itu Juru Taksir juga harus bisa menjelaskan poin penilaian kepada pemilik properti tersebut.

Untuk melakukan tugas ini diperlukan pendidikan minimal D3 dengan jurusan Ekonomi Pembangunan dan jurusan Ekonomi lainnya.

Untuk gajinya rata-rata bisa mendapatkan sebesar Rp 5.000.000/ bulan. Jika kamu telaten dan sabar, maka gajimu bisa naik seiring pengalaman.

7. Analis Keuangan

Seorang Analis Keuangan memiliki tugas untuk menganalisa informasi-informasi yang bisa mempengaruhi program investasi yang dilakukan oleh lembaga publik atau swasta.

Analis Keuangan perlu mengamati perkembangan dari beberapa sektor seperti bisnis, teknologi industri, keuangan maupun teori Ekonomi.

Dengan membuat bagan maupun grafik pada lembar kerja komputer sehingga laporan dapat dijelaskan secara teknis.

Hal tersebut digunakan untuk memberikan laporan terhadap keputusan investasi untuk membuat perkiraan kondisi bisnis dunia ekonomi dan industri.

Maka dari itu tidak hanya dibutuhkan kemampuan dalam bidang Ekonomi, Manajemen, Hukum dan Pemerintahan namun juga Administrasi, Komputer dan Bahasa Inggris

Dengan deskripsi pekerjaan yang seperti itu, maka kamu bisa mendapatkan gaji antara Rp 4.100.000- Rp 7.000.000/ bulan.

8. Analis Logistik

Tugas Analis Logistik adalah menganalisa proses distribusi produk yang nantinya bisa digunakan untuk membuat rencana baru atau perubahan.

Analis Logistik juga harus bisa menafsirkan berbagai jenis data yang ada pada elemen logistik.

Data tersebut berasal dari data ketersediaan, perawatan dan manajemen bahan baku atau pasokan hingga manajemen pemasok.

Analisis dari data tersebut bisa menghasilkan laporan untuk merumuskan langkah-langkah tentang kinerja logistik dari perusahaan atau industri.

Setalah melakukan analisa maka Analis Logistik bekerjasama dengan Tim Manajemen Logistik untuk merumuskan cara pengoptimalan layanan dengan efisiensi biaya.

Gaji dari seoarang Analis Logistik mulai dari Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 5.000.000/ bulan.

9. Pengajar Bisnis

Lulusan Ekonomi Pembangunan bisa menjadi pengajar atau seorang dosen dalam bidang Bisnis.

Karena memiliki bekal pengetahuan dalam Akuntansi, Keuangan, Pemasaran, Riset Operasi, Hubungan Industrial, SDM dan Tenaga Kerja dalam industri.

Untuk mendukung pelajaran dari teori-teori tersebut, maka kamu harus bisa menerapkan ilmu tersebut ke dalam proyek.

Karena sedikit banyak ilmu Ekonomi Pembangunan harus direalisasikan dengan tugas proyek agar terbiasa menghadapi dan memberikan solusi permasalahan perekonomian.

Sebagai seorang pengajar yang baik, kamu tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas namun komunikasi yang bagus.

Untuk menjadi dosen, maka selayaknya kamu harus mengenyam pendidikan minimal S2 atau Magister.

Untuk gaji yang diperoleh bervariasi tergantung lembaga mana yang kamu ikuti. Namun rata-rata gaji yang diperoleh mulai dari Rp 1.000.000- Rp 4.000.000/ bulan tergantung jam mengajar.

10. Pengajar Ekonomi

Pengajar Ekonomi ini bisa memberikan ilmu atau pengajaran pada siswa ataupun mahasiswa beserta penelitan terkait bidang Ekonomi.

Biasanya materi yang diberikan terkait dengan Ilmu Ekonomi, Ekonomi Makro, Ekonomi Mikro, Perbankan, Akuntansi, Pemasaran dan lain-lain.

Sebagai seorang pengajar maka kamu harus memberikan silabus dan kurikulum yang jelas yang mempertimbangkan kebutuhan siswamu.

Untuk menjadi pengajar maka kamu harus memiliki pengetahuan lebih dengan lulus sebagai Magister jurusan Ekonomi.

Kamu bisa menjadi pengajar pada lembaga swasta maupun negeri. Gaji pengajar rata-rata bisa mencapai Rp 4.000.000/ bulan.

Jurusan Ekonomi Pembangunan kini semakin dilirik karena Pemerintah pun berusaha untuk memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan perekonomian.

Untuk menjadi negara yang besar dan maju maka perkembangan perekonomian perlu digencarkan.

Sebagai Sarjana Ekonomi Pembangunan, maka kamu bisa berkontribusi terhadap negara. Prospek Kerja Ekonomi Pembangunan kini semakin besar dan menggeliat.

Gambar Gravatar
Warga negara Indonesia yang baik hatinya... ssttt... kamu akan segera ketemu jodohmu jika share artikel ini :*