Skill

5 Cara Menjadi Manajer yang Baik di Tempat Kerja 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 14:30 4 menit membaca
Cara Menjadi Manajer yang Baik di Tempat Kerja 
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Peran seorang manajer di dalam sebuah perusahaan sangat penting dan cukup menentukan masa depan perusahaan tersebut. Semakin banyak manajer yang sadar dan termotivasi untuk menjadi yang terbaik, maka peluang untuk berkembang akan semakin besar. 

Jika kamu menjadi salah satu orang yang sudah menjadi manajer di usia muda dan eager untuk menjadi pemimpin yang hebat. Bagi kamu yang ingin menjadi manajer terbaik di perusahaan, yuk simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai. 

Cara Menjadi Manajer yang Baik di Tempat Kerja 

Berikut adalah beberapa cara menjadi seorang manajer terbaik di tempat kerja: 

1. Bertindak Seperti Seorang Coach 

Seorang pelatih (coach) merupakan orang yang bukan hanya memberi arahan maupun perintah saja, tapi juga mampu menginspirasi dengan pengalaman dan keahlian yang dimilikinya. Skill seperti ini bisa kamu terapkan juga ketika menjadi seorang manajer. Tentu saja kamu merekrut orang agar mereka bisa membantu dalam mencapai tujuan besar perusahaan, tapi faktanya dunia kerja berjalan secara dua arah. 

Untuk memimpin orang yang bertalenta, kamu harus fokus untuk “melayani” mereka. Hindari memberikan instruksi yang tidak jelas. Sebaliknya, kamu harus memberikan arahan secara spesifik, jabarkan prosesnya, temukan sumber daya yang dibutuhkan dan dampingi mereka dalam proses menyelesaikan tugas tersebut. Pastikan kamu hadir ketika mereka sedang bingung atau menemukan masalah. 

2. Membiasakan Diri untuk Managing Setiap Hari 

Seorang manajer akan selalu berhubungan dengan tanggung jawab untuk mengelola (managing), mulai dari tugas hingga orang. Untuk menjadi seorang manajer yang baik, kam harus bisa mengelola segala sesuatu setiap harinya. Artinya, jangan hanya menunggu dan bertindak sebagai seorang manajer ketika ada tugas-tugas khusus saja. 

Kamu juga bisa meningkatkan performa tim, dengan cara rutin bertemu setiap anggota minimal dua minggu sekali. Kalau kurang dari itu akan beresiko dan kamu tidak bisa mengikuti perkembangan tim secara detail. Buatlah pertemuan secara empat mata secara rutin dan ajukan pertanyaan yang benar-benar bagus untuk anggota tim, misalnya: 

  • Apa rencana kamu? Langkah-langkah apa yang akan kamu ikuti? 
  • Apa yang kamu butuhkan dari saya? 
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah tersebut? 

3. Memberikan Reward Berdasarkan Performa Karyawan 

Jangan mudah percaya dengan mitos bahwa keadilan berarti memperlakukan semua orang dengan setara, terlepas dari kinerja mereka. Sebagai seorang manajer, kamu mempunyai sumber daya yang terbatas untuk memberi penghargaan kepada orang-orang, jadi fokuskan saja untuk orang-orang yang memberikan terbaik kepada. 

Tentu saja, kuncinya adalah kamu memberikan panduan, arahan, dukungan dan pelatihan yang memadai agar setiap orang di dalam tim berkesempatan untuk mendapatkan apa yang benar-benar layak mereka dapatkan. Ada empat filosofi yang bisa kamu terapkan untuk pemberian reward di tempat kerja, yaitu: 

  • Kustomisasi: Semakin kamu bisa mengidentifikasi imbalan non finansial yang penting bagi setiap karyawan, semakin besar proposisi nilai yang bisa kamu berikan kepada mereka sebagai imbalan atas kinerja terbaik mereka. 
  • Kontrol: Berikan karyawan kendali atas penghargaan mereka sendiri dengan menjelaskan apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkannya. 
  • Pengaturan Waktu: Semakin dekat waktu pemberian imbalan dengan kinerja yang bersangkutan, maka semakin bermakna reward tersebut. 

4. Budayakan Akuntabilitas, Bukan Hanya Sebagai Slogan 

Dalam aspek profesional, akuntabilitas menjadi satu indikator penting yang menentukan keberhasilan dan komitmen tim terhadap target perusahaan. Beberapa manajer biasanya kesulitan menerapkan ini kepada anggota tim-nya dan justru berakhir mengabaikan peran serta tanggung jawab masing-masing. Menciptakan budaya akuntabilitas yang nyata di tempat kerja membutuhkan beberapa kerangka kerja dasar dan diantaranya adalah: 

  • Menentukan seperti apa pekerjaan yang baik, burk dan hebat itu. Dengan demikian, kemungkinan kesalahan interpretasi kinerja di kemudian hari akan berkurang. 
  • Menjabarkan ekspektasi dengan jelas. Pastikan semua orang tahu, tanpa ada keraguan dan apa yang diharapkan dari mereka. 
  • Menetapkan langkah selanjutnya atau rencana kerja. Pastikan kamu dan karyawan mempunyai pemahaman yang sama sejak awal. 
  • Menentukan penghargaan dan konsekuensi untuk ekspektasi kinerja yang sudah disepakati bersama di awal. 

5. Jangan Cepat Puas dan Terus Belajar

Jika kamu ingin menjadi manajer terbaik di kantor, kunci utamanya adalah jangan berhenti untuk terus belajar. Naik posisi menjadi seorang manajer bukan berarti kamu sudah tahu segalanya. Mungkin kamu memang diangkat karena keahlian dan prestasi yang kamu miliki selama bertahun-tahun bekerja, tapi saat menjadi pemimpin justru kamu harus semakin banyak belajar. 

Pemimpin yang hebat selalu mempertanyakan, selalu penasaran dan tidak pernah merasa puas. Mereka akan memanfaatkan kemampuannya dan mereka menyadari bahwa perubahan bukan ancaman, sehingga mereka beradaptasi dan bahkan memimpin perubahan. 

Menjadi seorang manajer muda yang harus memimpin lintas generasi mungkin bukan hal mudah. Namun, pada dasarnya ada metode yang bisa diterapkan oleh semua leader. Lima cara di atas bisa kamu terapkan sesuai dengan budaya dan kebutuhan perusahaan tempat kamu bekerja. Pada akhirnya, manajer terbaik merupakan manajer yang bisa merealisasikan target tim dan perusahaan dengan baik. Semoga membantu dan bermanfaat! 

Tinggalkan komentar