Uncategorized

6 Attitude yang Harus Dimiliki Fresh Graduate saat Melamar Kerja 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 06:30 4 menit membaca
Attitude yang Harus Dimiliki Fresh Graduate saat Melamar Kerja 
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Selepas resmi mengantongi gelar sarjana, mencari pekerjaan menjadi agenda penting selanjutnya. Semakin tinggi jumlah pencari kerja bikin persaingan jadi lebih ketat. Tidak cuman modal prestasi akademik, banyak faktor lain yang menentukan kesuksesan seseorang saat melamar kerja, termasuk keberuntungan. 

Sebagai fresh graduate, bagaimana sikap yang sebaiknya kamu tunjukan saat melamar pekerjaan? Bisa tidak, ya langsung menawar gaji tinggi? Perjuangan untuk lulus mestinya layak dong diganjar dengan pekerjaan mapan dan penghasilan besar? Yuk, simak beberapa attitude yang sebaiknya dimiliki setiap fresh graduate saat melamar kerja. 

Attitude yang Harus Dimiliki Fresh Graduate saat Melamar Kerja 

Berikut adalah beberapa attitude yang harus dimiliki fresh graduate saat melamar pekerjaan: 

1. Memahami Etika Berkirim Email yang Baik dan Benar 

Penting untuk diperhatikan ketika mengirim berkas lamaran kerja melalui email. Pastikan kamu sudah memahami etika berkirim email resmi dengan baik dan benar. Tuliskan subjek dengan jelas dan sampaikan pengantar mengenai tujuan kamu mengirim pesan di badan email. 

Masih banyak kalangan fresh graduate yang menyepelekan etika pengiriman email resmi yang baik dan benar. Jangan sampai salah, banyak perusahaan yang menjadikan tata cara berkirim email menjadi salah satu parameter penilaian, lho.  

2. Berpikiran Sopan dan Rapi saat Menghadiri Undangan Tes Wawancara 

Bagi seorang fresh graduate, mendapatkan kabar undangan wawancara kerja terdengar menyenangkan. Rasanya seperti selangkah lebih dekat dengan dunia kerja. Padahal, tahap wawancara ini termasuk bagian paling krusial. Perusahaan akan menilai secara langsung, sebelum memutuskan menerima kamu atau tidak. 

Pastikan kamu menggunakan pakaian yang rapi dan sopan. Ciptakan first impression yang berkesan bagi pihak pewawancara. 

3. Proaktif Mencari Alternatif Lowongan Pekerjaan 

Seorang sarjana biasanya mengutamakan lowongan kerja yang sesuai dengan kompetensi lulusannya. Apalagi jika keberadaan situs info lowongan pekerjaan kini menawarkan fasilitas penyaringan. Lowongan kerja dikelompokkan dalam beberapa kategori seperti besaran gaji, lokasi perusahaan dan bidang keilmuan. 

Selain fokus terhadap pekerjaan yang sesuai dengan pendidikanmu, siapkan juga alternatif lain Tandai lowongan kerja yang cocok dengan minat dan bakatmu. Lebih baik ketika kamu sudah mempunyai portofolio yang bisa dilampirkan ketika melamar. 

Jangan lupa untuk proaktif memantau perkembangan lamaran pekerjaanmu Jika tidak kunjung ada kabar, segera beralih ke lowongan lain yang dirasa lebih potensial. 

4. Boleh Optimis Pasang Target, Asal Tetap Masuk Akal 

Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan mapan dengan penghasilan cukup? Apalagi fresh graduate yang baru saja menyelesaikan perjuangan meraih gelar. Rasanya ingin memasang target tinggi, mendambakan kehidupan yang mapan terjamin setelah mendapat pekerjaan. 

Faktanya tidak sesederhana itu. Berpikir optimis memang baik, tapi jangan lupa untuk tetap masuk akal. Amati dan analisis bagaimana persaingan di dunia kerja saat ini. Seorang fresh graduate harus lebih melek terhadap perkembangan zaman dan kondisi terkini di sekitarnya. 

5. Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja dengan Santun dan Cerdik 

Banyak para pelamar kerja mengeluhkan pertanyaan wawancara yang tricky dan menjebak. Beberapa pertanyaan sengaja dibuat untuk menguji kecakapan mental para calon pekerja, salah satunya saat diminta menyebutkan kelebihan dan kekurangan dalam dirimu. 

Hindari sikap menyombongkan diri, terutama membanggakan besaran nilai IPK dan nama besar universitas. Lebih bijak jika bisa menyertakan bukti ketika menjelaskan keunggulan dan skill yang telah kamu kuasai. 

6. Memahami Aturan Upah Minimum yang Ditetapkan Pemerintah 

Ini menjadi bagian penting yang terkadang disepelekan oleh para fresh graduate saat melamar kerja. Sampai dengan sekarang, belum ada undang-undang maupun aturan resmi dari pemerintah yang mengatur besaran gaji berdasarkan jenjang pendidikan dan almamater. 

Apalagi untuk perusahaan swasta, penggajian termasuk di dalam urusan perdata maupun berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja. Dengan catatan, gaji yang diberikan perusahaan tidak boleh lebih rendah dari Upah Minimum Pekerja (UMP) yang diatur oleh pemerintah. 

Merujuk pada Pasal 88 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap buruh / pekerja berhak menerima upah / penghasilan sesuai dengan kebijakan upah minimum proporsional yang ditekankan oleh pemerintah. Nah, besaran upah minimum atau UMP ini berbeda-beda untuk setiap daerahnya. Lebih lanjut, Permenakertrans No.13 Tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, dijadikan pedoman dalam menentukan besarnya UMP di setiap daerah. 

Besarnya Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan hidup bulanan seorang buruh / pekerja lajang. Maka dari itu, perusahaan dianjurkan untuk memberi tambahan tunjangan kesejahteraan jika buruh / pekerja terkait sudah berstatus menikah atau mempunyai keluarga. 

Jadi, jangan diartikan bahwa seorang fresh graduate tidak berhak menerima gaji besar. Hanya saja disesuaikan dengan ketetapan UMP di wilayah perusahaan. Selama besaran gaji tidak berada di bawah UMP, maka perusahaan sudah menjalankan aturan pemerintah dengan benar. 

Tidak harus diterima di perusahaan besar untuk mempunyai karir yang cemerlang. Rintis pelan-pelan karirmu dari bawah dan memaksimalkan kemampuan yang kamu miliki sembari tetap percaya bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. 

Semangat selalu para fresh graduate! Peluang kerja terbuka lebar dimana-mana, bahkan kamu juga menciptakan sendiri. 

Tinggalkan komentar