Tugaskaryawan.com – Mungkin terdengar klise, tapi cara paling sederhana untuk mendapatkan gaji lebih tinggi adalah melakukan negosiasi ketika interview. Dilansir dari beberapa halaman, orang yang menegosiasikan gajinya menerima gaji rata-rata 25% lebih banyak dibandingkan yang mereka harapkan. Hal ini menunjukkan bahwa negosiasi gaji ketika interview tidak bisa dikesampingkan.
Namun di saat melakukan interview kerja, bukan hal yang mudah untuk menjawab pertanyaan perihal tawaran gaji, seperti “Berapa gaji yang kamu harapkan” dari perekrut. Maka dari itu, kamu harus menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat agar mendapat gaji yang sesuai. Bagi kamu yang berniat untuk mendapatkan peluang tersebut, yuk simak beberapa cara negosiasi gaji saat interview di bawah ini sampai selesai.
Cara Negosiasi Gaji yang Benar Bagi Fresh Graduate
Ada 5 cara negosiasi gaji yang benar bagi pemula atau fresh graduate, yaitu:
1. Hindari Mengutarakan Angka Gaji Sebelum Ditanyakan Oleh HRD
Ketika interview kerja berlangsung, jangan terburu-buru menyatakan angka gaji yang kamu inginkan. Bersabarlah sampai pihak HRD selesai menjelaskan hal perihal prosedur kerja dan gaji. Kamu bisa mengutarakan kisaran gaji yang kamu inginkan setelah HRD bertanya “Berapa gaji yang kamu harapkan?”.
Apabila ini wawancara kerja pertamamu, coba untuk jujur dan utarakan sesuai dengan apa yang kamu ketahui. Jangan takut untuk berdiskusi perihal gaji dengan pihak HRD dan yang paling penting adalah hindari untuk menjadi serba tahu.
2. Melakukan Riset
Sebelum kamu melakukan wawancara kerja, hal yang harus kamu lakukan adalah riset. Riset ini tidak hanya untuk mencari informasi mengenai perusahaan atau deskripsi pekerjaan yang kamu lamar. Kamu juga harus melakukan riset untuk menentukan kisaran gaji yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar. Saat ini, kamu bisa mendapatkan informasi gaji profesi tertentu dari berbagai sumber seperti hasil survey gaji atau situs lowongan kerja yang menyediakan informasi gaji.
Jangan lupa untuk mencari tahu informasi lengkap mengenai UMP atau UMK di daerah perusahaan yang kamu lamar. Kamu juga bisa berdiskusi atau bertanya kepada teman yang bekerja di posisi yang sama.
Memang sih, gaji menjadi topik yang cukup sensitif dan sifatnya sangat rahasia, tapi kamu tidak perlu menanyakan angka pastinya, kamu bisa menanyakan angka kisaran. Misalnya, apakah gajinya pas atau diatas UMR atau UMK? Setelah melakukan riset, kamu akan mempunyai gambaran mengenai jumlah gaji dan bisa memperkirakan angka yang bisa kamu ajukan kepada pihak perekrut.
3. Memilih Gaji dengan Kisaran Tertinggi
Dalam negosiasi gaji, kau harus siap ketika pihak HRD terlebih dahulu memilih tawaran gaji dengan kisaran yang paling bawah. Maka dari itu, setelah kamu mengetahui kisaran gaji di posisi yang dilamar, tidak ada salahnya kamu memilih kisaran gaji yang paling tinggi. Dengan memberitahukan gaji yang kamu harapkan kepada HRD, itu bisa mencegah kamu mendapatkan tawaran gaji dengan angka yang rendah.
Mungkin kamu akan merasa ragu ketika memilih gaji yang tinggi. Akan tetapi, ini sudah menjadi hal yang umum ketika melakukan negosiasi gaji. Dan yang terpenting kamu harus melakukan riset secara tepat dan menyesuaikan dengan kemampuan yang kamu miliki.
Apabila kamu masih kurang yakin, jangan takut. Cobalah untuk melebarkan kisaran gaji yang kamu tawarkan. Misalnya, di rencana awal kamu memilih kisaran gaji antara Rp4.500.000,00 – Rp5.500.000,00. Coba naikkan kisarannya menjadi Rp5.500.000,00 – Rp7.000.000 dengan kemungkinan terburuk kamu mendapatkan penawaran di kisaran tengah, yaitu Rp5.000.000,00 sampai dengan Rp6.000.000,00. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik.
4. Menunjukkan Kemampuan dan Value yang Dimiliki
Saat negosiasi gaji, kamu harus tetap fokus terhadap nilai dan keterampilan yang kamu miliki. Pasalnya, hal tersebut menjadi dasar negosiasi yang kamu lakukan dengan pihak perusahaan. Kamu bisa menjelaskan mengenai kompetensi, pencapaian dan pengalaman yang kamu miliki. Apabila kamu masih fresh graduate, kamu bisa menceritakan pengalaman magang, organisasi atau presentasi yang kamu dapat selama kuliah.
Di samping itu, hindari untuk menggunakan alasan pribadi di saat menegosiasikan gaji, seperti biaya tanggungan hidup, hutan, cicilan kendaraan dan lain-lain. Perlu diingat, perusahaan akan menggaji kamu bukan berdasarkan hal-hal pribadi tapi dari kinerja, kontribusi dan kemampuan yang kamu miliki.
5. Menanyakan Keuntungan Lainnya Selain Gaji
Tidak jarang kamu terlalu fokus terhadap angka dari gaji yang ditawarkan oleh perusahaan. Lalu, bagaimana jika perusahaan hanya bisa memberikan gaji sesuai dengan batas paling rendah dari kisaran gaji yang kamu harapkan?
Jangan bimbang dulu, kamu bisa menanyakan benefit atau fasilitas lain yang bisa kamu dapatkan selain gaji, seperti bonus, uang lembur, cuti, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan swasta. Dengan menanyakan beberapa hal tersebut, paling tidak kamu bisa membayangkan perbedaan antara gaji yang diinginkan dan yang ditawarkan oleh perusahaan.
6. Percaya Diri
Terakhir, lakukan negosiasi dengan rasa percaya diri. Jelaskan kemampuan, kualitas diri dan pengalaman kamu dengan kalimat dan cara yang menyakinkan perekrut. Namun perlu diingat, bahwa percaya diri tidak boleh berlebihan sampai jadi arogan, ya.
Ingat, kamu mempunyai satu set keterampilan dan pengalaman yang penting untuk perusahaan. Jadi, gaji yang mereka tawarkan harus sesuai dengan nilai yang kamu bawa untuk perusahaan tersebut.
Itulah dia beberapa cara negosiasi gaji bagi fresh graduate. Semoga dengan beberapa cara di atas kamu bisa mendapatkan gaji sesuai harapan, ya.