Dunia Kerja

10 Etika Kerja di Perusahaan Asing yang Harus Diperhatikan 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 19:00 4 menit membaca
Etika Kerja di Perusahaan Asing yang Harus Diperhatikan 
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Berbagai perusahaan multinasional sudah melebarkan sayapnya di Indonesia, jadi tidak ada salahnya kalau budaya kerja baru bermunculan. Maka dari itu, saat bekerja dengan budaya luar sebaiknya pelajari dulu etika pentingnya. 

Seperti yang kita tahu, setiap negara mempunyai budaya kerja yang berbeda dari kebiasaan di Indonesia. Jika kamu akan atau sedang bekerja di perusahaan multinasional, mengetahui etika-etika ini akan membantu dalam proses beradaptasi. Yuk, simak sampai selesai! 

Etika Kerja di Perusahaan Asing 

Berikut adalah beberapa etika kerja di perusahaan asing yang harus kamu perhatikan: 

1. Bersikap Sensitif 

Etika pertama yang harus kamu lakukan ketika bekerja dengan budaya asing adalah bersikap sensitif terhadap budaya mereka. Hindari membuat candaan yang ditujukan ke satu budaya dan jangan menertawakan aksen maupun gaya berpakaian rekan kerja dari negara lain. Hal ini tidak hanya dekat dengan sikap bullying, tapi juga sesuatu yang sangat tidak sopan dan membuat orang lain tidak mau melanjutkan hubungan profesional denganmu lagi. 

2. Mempelajari Budaya Asing Terlebih Dahulu 

Menurut Chron, hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum bekerja dengan rekan kerja beda budaya adalah mempelajari budayanya terlebih dahulu. Cari tahu dan pelajari cara menyapa atau sama lain serta frasa yang umum digunakan. 

Misalnya di Jepang, saat menyapa atau menyelesaikan meeting harus berjabat tangan atau mendudukkan badan. Hal ini bertujuan agar memastikan kamu tidak melakukan sesuatu yang menyinggung orang lain, terlebih dalam konteks bisnis. 

3. Bertanya Apabila Ada yang Tidak Dimengerti 

Jika ada beberapa hal yang kamu tidak mengerti atau ragu mengenai bagaimana mempraktikkan sesuatu dalam konteks budaya, sebaiknya bertanya ke orang yang mengerti. Jangan malu dan segan untuk bertanya kepada orang yang memang berasal dari budaya tersebut. Mereka akan sangat mengapresiasi tindakanmu. 

4. Tepat Waktu 

Menurut SAP Concur, setiap budaya mempunyai standar ketepatan waktunya masing-masing. Contohnya di Jerman dan Jepang, sebuah meeting akan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sementara itu, di negara lain meeting biasanya mulai dan selesai lebih lambat dari yang ditentukan. Namun di budaya luar atau dalam, selalu datang tepat waktu menjadi kewajiban dan menjadi sebuah etika penting ketika bekerja. 

5. Tidak Pulang Lebih Awal 

Berlaku ketika kamu diundang ke sebuah event, ada baiknya kamu tidak pulang lebih awal dari pihak yang mengundangmu. Apabila pulang lebih awal, kamu bisa dianggap tidak menghargai host. Lebih baik berbaur dengan tamu-tamu lainnya terlebih dahulu untuk menambah koneksi kamu. Setelah acara selesai dan tamu lain siap meninggalkan event, berulah kamu ikutan pulang juga. 

6. Memperkenalkan Diri Menjadi Hal yang Serius 

Menganggap serius bagaimana memperkenalkan diri dengan baik menjadi salah satu etika ketika bekerja dengan budaya luar. Mengetahui nama setiap orang yang terlibat dan jabatan yang dipegangnya bisa memastikan hubungan baik terjalin. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu bentuk respek terhadap orang lain dan tentunya akan membuatmu dicap sebagai seseorang yang profesional. 

7. Mempelajari Gaya Komunikasi 

Mempelajari gaya komunikasi di setiap budaya menjadi sebuah bentuk etika yang harus dilakukan sebelum dan saat bekerja di perusahaan dengan budaya luar. Setiap budaya mempunyai cara berbeda untuk menyambut rekan kerjanya. 

Sebagai contoh di Jepang, ada baiknya kamu menundukkan kepala sambil berjabat tangan. Mempelajari hal ini dan tidak membuatnya menjadi bahan bercandaan bisa membuatmu terlihat sebagai orang yang penuh dengan rasa hormat dan profesional. 

8. Memberi Hadiah 

Menurut Expatica, memberi hadiah kepada rekan kerja dari negara lain juga bisa menjadi sebuah etika yang berlaku di perusahaanmu. Sebagai contoh, di beberapa negara seperti Filipina dan Jepang, memberikan hadiah menjadi budaya khas yang selalu dilakukan dan bahkan menjadi sebuah keharusan. 

Namun bagi orang-orang yang ada di Australia atau negara-negara di Afrika, hal ini bisa dianggap sebagai bentuk suap. Maka dari itu, seperti di poin pertama, pelajari terlebih dahulu budaya dan etika luar yang berlaku sebelum memulai kerja. 

9. Menggunakan Business Card 

Di beberapa negara, memberikan orang lain business card ketika berkenalan menjadi sebuah simbol dan representasi dirimu. Maka dari itu, ketika menerima kartu nama saat bertemu rekan kerja dari kantor cabang luar, lebih baik kamu membacanya di depan mereka. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa kamu menghargai mereka. 

10. Bersosialisasi di Luar Kantor 

Di beberapa negara Asing, bersosialisasi di luar kantor menjadi hal penting untuk membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan. Setidaknya, kamu akan diajak untuk menghadiri makan malam dengan atasan maupun rekan kerja. 

Partisipasi kamu bisa menjadi penilaian apakah kamu bisa dipercaya untuk urusan bisnis atau tidak. Tentunya, mengikuti ajakan mereka merupakan bentuk etika ketika bekerja dengan budaya asing. 

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan diketahui mengenai etika ketika bekerja dengan budaya luar. Semoga dengan adanya penjelasan di atas tidak lagi membuat bingung setelah membaca ulasan di atas, ya. 

Tinggalkan komentar