Apa itu Database? Fungsi, Manfaat, dan Jenis Jenisnya

Apa itu database? Pertanyaan ini sangat penting untuk Anda jawab jika saat ini bergelut dengan dunia IT (Informasi dan Teknologi).

Pasalnya, yang namanya data kini memainkan peran sentral dalam kehidupan manusia. Terutama untuk urusan bisnis dan komersial.

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai database. Bukan hanya pengertiannya, namun juga seluk beluk lainnya.

Penasaran? Tak perlu berlama lama lagi, langsung saja baca artikel Tugas Karyawan ini sampai habis. 

Apa itu database?

Pada dasarnya, database adalah kumpulan data atau informasi terstruktur yang terorganisir, yang biasanya disimpan secara elektronik dalam sistem komputer.

Sistem ini dalam database didesain sedemikian rupa agar mudah untuk disimpan, dicari, diakses, dimodifikasi, dan digunakan. Dengan demikian, keperluan manusia soal data bisa terpenuhi dengan mudah.

Faktanya, data sejak lama menjadi unsur penting dalam kegiatan bisnis. Dari urusan operasional internal perusahaan hingga kegiatan pemasaran. Pengelompokan data dengan memanfaatkan sistem komputer dengan database memudahkan tujuan dan target bisnis. 

Hingga kini, bahkan manusia terus menerus mengembangkan teknologi tentang data. Selain database, ada juga teknologi seputar data yang semakin canggih.

Fungsi database

Tentu saja, ada beragam fungsi database yang penting bagi manusia. Seluruh fungsinya berhubungan dengan data.

Beberapa fungsi yang kami maksud antara lain:

1. Fungsi pengelompokan data

Dengan bantuan database, pengelola data bisa dengan mudah menginput sekaligus mendapatkan data yang sudah terkategorisasi. Sistemnya membantu pengelola atau pengguna nya bisa mendapatkan informasi persis sesuai kebutuhannya dengan proses yang cepat.

Umumnya, untuk bisa mendapatkan fungsi ini, sistem komputer menggunakan perangkat lunak bernama DBMS  atau Database Management System.

2. Fungsi pengelolaan data

Fungsi kedua tak kalah memudahkan urusan manusia. Setelah mengelompokan berbagai data, database juga membantu pengelolanya untuk melakukan proses memenej data dengan mudah.

Baca Juga:  Tugas CEO, Syarat, Kualifikasi, Gaji & Skill Wajib

Mulai dari mengaksesnya, mengeditnya, menambahkan data baru, termasuk juga menghapusnya. Meskipun jumlah data yang dikelola besar, namun proses pengelolaannya bisa lebih praktis.

3. Fungsi penghindaraan inkonsistensi data

Selanjutnya, database ini juga membantu memberikan peringatan bagi pengelola data manakala ada data data yang tak konsisten dalam proses input. Sistem database bisa mendeteksi berbagai data yang sama (duplikat) yang membuat proses input tidak sesuai dan akurat.

Dalam pengelolaan data manual, masalah inkonsistensi data adalah masalah krusial yang sering terjadi.

4. Fungsi efisiensi biaya penyimpanan data

Dalam sistem tradisional, data biasanya perusahaan atau lembaga himpun dalam lembaran kertas dan dokumen bertumpuk. Selanjutnya berbagai dokumen itu mereka masukan ke dalam map atau binder yang tertata di lemari lemari penyimpanan.

Cara semacam itu jelas menghabiskan banyak biaya. Mulai dari biaya kertas, print, pengadaan map, tinta, hingga lemari. Tentu saja dengan menggunakan teknologi database, hal hal semacam itu tak akan terjadi.

5. Fungsi penjagaan data

Sekali lagi, jika kita membandingkan dengan sistem pengelolaan data konvensional, data data sangat berpotensi rusak. Baik itu karena dokumen hilang, menjadi makanan hewan pengerat, dan lainnya.

Database membantu data tetap tersimpan mulai saat pertama kali di input hingga waktu panjang saat user berniat menggunakannya.

Berbagai fungsi dari database jelas membawa dampak kebaikan bagi proses kerja manusia.

Apa saja manfaat database?

Fungsi selalu berhubungan dengan manfaat. Setiap objek yang memiliki fungsi otomatis pasti juga bermanfaat.

Sudah tahukah kamu apa saja manfaat database? Berikut ini beberapa manfaatnya.

1. Memudahkan akses terhadap data

Hanya bermodal beberapa kali klik, data yang tersimpan bisa dengan mudah pemiliknya akses.

2. Mempercepat akses terhadap data

Bukan hanya mudah, data juga bisa diakses dengan sangat cepat. Tidak perlu melakukan pencarian yang menghabiskan banyak waktu.

3. Meningkatkan akurasi penyimpanan data

Dengan membangun database, ruang penyimpanan data dalam komputer jadi lebih sedikit. Space memory yang terpakai lebih efisien meskipun data yang tersimpan sangat banyak.

4. Memudahkan pemilahan data sesuai kebutuhan

Dari sekian banyak data yang masuk, tentu saja jenis data sangat beragam. Database memungkinkan pengelolanya memilah milah data sesuai kebutuhannya. Baik data utama (master), data yang sudah lalu, hingga data yang benar benar tak terpakai lagi.

Baca Juga:  Gaji TKI di Jerman 2021 dalam 39 Bidang Pekerjaan (Lengkap)

5. Membuat data bisa diakses banyak orang secara bersama

Dengan sistem database, data juga bisa diatur agar bisa diakses bersama sama oleh pengguna berbeda. Bisa jadi, orang yang membutuhkan data lebih dari satu orang. Nah, database memungkinkan hal ini.

6. Memberikan keamanan bagi pemiliknya

Hal terpenting dalam pengelolaan data adalah keamanan ketika memilikinya. Bagaimanapun, fungsi data itu bukan hanya untuk user gunakan hari ini, tapi pasti juga masa mendatang. Hal ini bisa database berikan.

7. Meminimalisir data ganda

Dengan database, kemungkinan data yang masuk double jadi lebih kecil. Sistemnya mampu memberikan deteksi jika ada data data semacam ini kepada user. Dengan demikian, bisa user perbaiki dengan lebih mudah.

8. Mencegah perubahan data dengan sembarangan

Terakhir, sistem database juga mampu menutup peluang orang orang tak berkepentingan untuk mengubah data. Setiap riwayat perubahan bisa terlacak dan orang yang mampu mengaksesnya juga bisa pengelolanya batasi.

Jenis jenis database

Dalam perkembangannya, ada banyak jenis database yang manusia kembangkan dan manfaatkan. Berbagai jenis ini muncul karena beragamnya kebutuhan manusia soal pengelolaan data. 

Setidaknya, ada beberapa jenis dari database yang dikenal hingga saat ini:

1. Database terpusat

Yakni database yang sistem penyimpanannya terpusat dalam satu server. Bisa jadi, lokasi antara penyimpanan data dan penggunaannya jauh. Namun, pemanfaatannya tetap bisa berjalan dengan cepat.

Biasanya, dalam database terpusat, user yang mau mengaksesnya perlu melalui proses otentikasi untuk verifikasi agar data tidak orang lain salah gunakan. Untuk keamanan, server nya juga mencatat riwayat dan jejak penggunaan datanya.

2. Database terdistribusi

Berkebalikan dengan yang pertama, data dalam sistem database ini tidak hanya ada di satu tempat. Sistem membagikannya ke berbagai tempat. Jadi, ada komputer pusat dan ada lokal.

Namun, meskipun menyebar, semua pusat data ini bisa saling berkomunikasi dan saling mengakses data dengan mudah.

3. Database pribadi

Database ketiga ini sifatnya hanya tersimpan dalam satu komputer saja. Desain penggunaannya hanya untuk sekelompok kecil orang saja, jadi tak perlu sistem yang luas dan saling menghubungkan antar kelompok dalam organisasi.

Baca Juga:  Apa Persamaan STEM dan HOTS? Bagaimana Contoh Penerapannya?

4. Database pengguna akhir (end user)

Berupa database yang hanya dirancang untuk end user. Isinya sudah terprogram sedemikian rupa sehingga hanya berisi ringkasan informasi.

Pengguna database ini tidak begitu peduli dan tidak mengurusi langsung bagaimana berbagai tingkatan kerja database berjalan.

5. Database komersial

Database ini adalah database yang pengembangnya rancang dengan unik bagi user yang membutuhkan akses informasi atau bantuan tertentu.

Penggunannya membayar sejumlah uang untuk dapat mengakses database dalam subjek tertentu. Namun, database besarnya tetap tak bisa ia pelihara.

6. Database NoSQL

Database ini dirancang untuk mengelola data yang lebih besar. Isinya berupa kumpulan data yang terdistribusi.

Kemampuan data ini juga sekaligus menganalisis data data yang sifatnya tak terstruktur. Karena besarnya data yang tersimpan, maka database Nosql bisa juga user simpan di server virtual semacam cloud.

7. Database Operasional

Berupa database yang umum perusahaan gunakan untuk kepentingan operasional bisnisnya. Penggunaan dan penyimpanannya menggunakan jalur fungsional untuk berbagai bidang kerja perusahaan.

Mulai dari pemasaran, layanan pelanggan, hingga hubungan antar karyawan.

8. Database relasional

Database ini pengembangnya program agar dapat terkategorisasi dalam sekumpulan tabel dengan jenis data yang sebelumnya sudah mereka tentukan. Di dalam tabelnya, ada kolom entri data dan contoh data menurut kategorinya.

9. Database Cloud

Salah satu teknologi terkini, yakni database cloud. Database ini sudah pengembangnya optimasi agar penggunaannya bisa berjalan dalam dunia virtual. Kapasitasnya bisa jadi sangat besar sesuai permintaan. Tentu saja semakin besar kebutuhan datanya, semakin besar juga biaya yang perlu pengguna bayar.

10. Database grafik

Merupakan database yang penggunaannya untuk kepentingan analisis berbagai data yang saling terhubung. Database ini sekaligus mampu menyimpan, melakukan pemetaan, hingga menganalisis data dari berbagai hubungan informasi dan tersaji dalam bentuk grafis.

Penutup

Jadi, pada intinya database merupakan teknologi buah karya manusia untuk memudahkan pengelolaan data yang jumlahnya banyak. 

Dalam perkembangannya, ada berbagai jenis yang manusia kembangkan untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Bahkan bisa jadi, seiring waktu, akan muncul lagi jenis jenis sebagai wujud teknologi baru.

Akhir kata, apakah masih ada hal yang belum jelas terkait dengan apa itu database? Mudah mudahan sih sudah cukup ya!

Rate this post
Share:

Tinggalkan komentar