Fintech Adalah Teknologi Keuangan Mutakhir, Ini Penjelasannya!

Pesatnya perkembangan teknologi itu nyata adanya. Keberadaan fintech adalah salah satu bukti di antaranya.

Sebagai warga dunia yang berjalan seiring dengan kemajuan teknologi, tentu penting bagi kita untuk senantiasa update informasi. Diantara wujudnya dengan mengenal lebih jauh seluk beluk fintech.

Ayo baca artikel ini sampai habis supaya nggak ketinggalan zaman.

Apa itu fintech?

Jika kamu bertanya fintech artinya apa? Kamu perlu tahu dulu bahwa ini adalah kata singkatan akronim bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata: financial dan technology.

National Digital Research Centre (NDRC) memberikan definisi khusus untuk istilah ini. Menurut mereka, fintech merupakan sebutan bagi inovasi dalam bidang jasa keuangan serta finansial.

Secara lebih jelas lagi, kita bisa definisikan bahwa fintech merupakan inovasi keuangan yang diberikan sentuhan dari teknologi modern. Sebuah wujud baru yang membuat berbagai transaksi keuangan yang semula dilakukan secara manual menjadi serba praktis dengan bantuan teknologi.

Rangkaian kegiatan semacam melakukan transfer, pembayaran, pengelolaan aset, pinjaman, dan berbagai hal lainnya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Imbasnya semua bisa terjadi lebih cepat dan hanya perlu waktu singkat.

Kapan fintech muncul?

Jika kamu menelusuri kapan fintech muncul di dunia, maka jawabannya adalah seiring ditemukannya teknologi komputer. 

Setelah itu, ia semakin cepat lagi berkembang ketika internet muncul setelahnya. Lebih-lebih saat ini ketika dunia mengenal AI (Artificial intelligence) atau kecerdasan buatan.

Sejak memasuki tahun 1980-an, berbagai lembaga keuangan dan perbankan mulai menggunakan komputer untuk membantu kegiatan pencatatan data. 

Tak lama berselang dunia trading juga mengenal istilah e-trade. Sistem ini membuat perbankan melakukan pelayanan dengan sistem elektronik untuk calon investor yang melakukan kegiatan finansial.

Pemanfaatan teknologi semakin luas setelah manfaat internet dirasakan banyak orang. Istilah online banking berikut teknologinya diterapkan dan digunakan banyak orang dalam berbagai transaksi keuangan. Hal ini tak terlepas dari kepraktisan dan kemudahan yang ditawarkan fintech ini.

Manfaat Fintech

Keberadaan produk-produk fintech dalam kehidupan kita sekarang, harus diakui memang membawa banyak dampak yang bermanfaat.

Setidaknya, ada 3 hal utama yang menggambarkan manfaat dari sentuhan teknologi dalam transaksi keuangan:

1. Kemudahan

Harus diakui, teknologi yang pengaruhnya masuk dalam sektor keuangan mempermudah kegiatan manusia. Transaksi-transaksi yang tadinya memerlukan banyak tenaga, banyak tinta, banyak bensin, semuanya bisa hilang seketika.

2. Kecepatan

Selain mudah, berbagai aktivitas keuangan juga menjadi semakin cepat. Waktu tunggu untuk memindahkan uang dari satu tempat ke tempat lain tak lagi perlu berhari-hari atau hitungan bulan seperti zaman batu. Dalam hitungan detik dan menit bisa beres.

3. Keterjangkauan

Terakhir, dengan adanya teknologi juga skala transaksi bisa dilakukan oleh semua orang. Bahkan meskipun ia tinggal di tempat terpencil yang jauh dari tempat lembaga keuangan. Walhasil, kemudahan dan kecepatannya bisa dijangkau oleh banyak orang.

Produk-produk fintech

Dari waktu ke waktu, produk yang menjadi wujud dari fintech semakin beragam. Produk fintech adalah sesuatu yang dianggap solusi bagi sebagian masyarakat. Terutama, orang-orang dengan kebutuhan tinggi terhadap layanan praktis dan cepat.

Setidaknya, ada 5 macam produk fintech berdasarkan jenisnya:

1. Marketplace

Siapa sih disini yang belum mencoba jual beli dengan marketplace? Nama-nama seperti shopee, tokopedia, atau lazada pasti kamu tak asing kan?

Sesungguhnya, marketplace adalah salah satu wujud inovasi aktivitas finansial juga yang masuk dalam kategori fintech.

Di dalamnya, kamu bisa melakukan jual beli tanpa bertemu. Melakukan proses pemilihan barang dan pembayaran dengan teknologi pembayaran praktis dengan modal ketuk-ketuk HP.

Perputaran uang di fintech ini sangatlah tinggi. Jumlahnya triliunan setiap harinya.

2. Aplikasi pembayaran (mobile payments)

Beberapa tahun lalu, menemukan antrian orang mengular ingin bayar berbagai tagihan sangat jamak ditemui.

Bagaimana dengan kini?

Mungkin di beberapa daerah masih ada. Namun secara umum, trennya semakin berkurang.

Orang-orang kini memanfaatkan salah satu produk fintech yakni mobile payments. Banyak aplikasi-aplikasi yang bisa dipasang di HP untuk membuat kegiatan bayar membayar dilakukan dengan mudah.

Mulai untuk bayar tagihan listrik, air, WiFi, semuanya bisa dilakukan dengan aplikasi. Begitu juga untuk beli makanan dan minuman fast food, tak perlu antri-antri lagi. Termasuk juga kegiatan mutasi rekening (transfer), beli item di dalam game dan lainnya.

Nama-nama macam Gopay, Dana, Link aja, pasti tak asing kan di telingamu?

3. Crowdfunding

Bukan hanya untuk kepentingan komersial, jenis produk fintech juga ada yang sifatnya nonkomersial. Banyak developer membangun teknologi keuangan untuk menghimpun dana dalam rangka memudahkan aktivitas kemanusiaan.

Kamu mungkin tak asing dengan nama-nama seperti Kitabisa.com. Aktivitas keuangan di dalamnya adalah menghimpun dana-dana sumbangan untuk bisa mengalir kepada orang-orang yang terhimpit dengan problem keuangan.

Kegiatan infaq, sedekah, zakat, donasi, kini bisa dilakukan secara jarak jauh dengan sentuhan fintech. Begitu juga penginformasian serta penggalangan dana bagi yang membutuhkan.

Pertanyaannya, sudahkah kamu menyumbang hari ini? Atau pekan ini?

4. Peer to peer lending

Fintech juga membawa sentuhan pada aktivitas pinjam meminjam. Jika dulu pinjam meminjam uang harus dilakukan dengan datang ke bank dengan syarat ketat, kini berubah.

Bermunculan aplikasi yang menghimpun dana masyarakat dan menawarkan pinjaman. Istilah populernya pinjol (pinjaman online).

Jika bank umumnya menyasar peminjam dalam jumlah besar, pinjol menyasar UKM dan orang-orang kecil. Syaratnya juga relatif lebih mudah dan cepat dicairkan.

Namun seringkali memang jenis fintech ini menimbulkan kontroversi. Cara mereka menagih dan bunga yang tinggi banget menjadikan sebagian orang tersiksa melakukan pinjaman ini. Meskipun nggak semua sih.

Kalau saya pribadi belum pernah coba yang ginian. Selain nggak minat, yang saya tau sih kata pak ustadz ini namanya riba.

Ngeri Bos kalau inget-inget dosanya (buat yang muslim)! 

Kalau butuh pinjaman mending sabar aja deh pakai motor dan sendal butut. Syukur-syukur dapat rezeki dari jalan lain.

5. Investasi Online

Terakhir, yang juga nggak kalah ngetren adalah investasi online. Selain diluncurkan oleh berbagai bank, investasi online juga diluncurkan berbagai aplikasi non bank.

Biasanya bentuk investasinya beli aset-aset keuangan non-riil semacam asuransi, saham, obligasi, dan lainnya. Ada juga bank yang buka layanan reksadana online.

Biasanya, investasi online menjanjikan kamu bisa dapat uang tanpa harus banyak gerak. Tanpa perlu kerja banting tulang, push-up, sit-up, dan lari keliling lapangan 7 putaran, katanya uang bisa berdatangan.

Jujur saya juga belum nyobain main fintech ginian.

Selain uangnya lebih baik ditabung di celengan anak, main yang beginian sangat spekulatif. Nggak ada yang pasti dengan investasi, apalagi di dunia perbankan. Banyak toh korban-korban investasi online di TV-TV. 

Bukan hanya itu, bagi yang muslim, perlu dikaji juga tuh gimana hukum-hukum transaksinya. Mungkin ada yang boleh, mungkin juga ada yang nggak boleh.

Kalau sudah jelas haram mending nggak deh. Kala belum jelas? Mending cari aman.

Menggunakan uang adalah perkara harus yang diperhatikan secara serius. Kamu nggak bisa sembarangan.

Makanya, ketika kamu berpikir untuk memanfaatkan berbagai produk fintech, ada baiknya pikir-pikir dulu. Aman nggak? Kira-kira bakal bikin rugi nggak? Lebih penting lagi, bagaimana agama memandang transaksi tersebut?

Hal ini karena apapun yang namanya teknologi selalu menjadi pisau bermata dua. Di balik berbagai manfaatnya, ada juga potensi negatifnya. Nah, inilah yang perlu kamu cegah sebagai manusia berakal.

Begitu halnya dengan fintech. Fintech adalah pisau bermata dua juga. Kamu perlu ambil manfaatnya dan hindari potensi buruknya. Sepakat kan?

Rate this post
Share:

Tinggalkan komentar