AI & Kerja

Kenapa Perusahaan Teknologi Berlomba-Lomba Membangun AI Agent? Ini Penjelasannya! 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 17:30 4 menit membaca
Alasan Perusahaan Teknologi Berlomba-Lomba Membangun AI Agent
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Beberapa tahun lalu, perusahaan berlomba-lomba memasukkan AI ke dalam berbagai produk dan layanan. Sekarang, persaingannya mulai bergeser. Bukan hanya perihal siapa yang memiliki teknologi AI, tapi siapa yang bisa membuat AI bekerja lebih mandiri dan benar-benar membantu pekerjaan sehari-hari. Inilah alasan kenapa semakin banyak perusahaan teknologi mulai membangun AI agent. 

AI agent merupakan sistem AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan atau menghasilkan konten. Teknologi ini juga bisa memahami konteks, mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia, lalu menjalankan tindakan tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Bagi perusahaan, kemampuan tersebut membuka peluang besar untuk merubah banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Alasan Perusahaan Teknologi Berlomba-Lomba Membangun AI Agent 

Berikut adalah beberapa alasan kenapa perusahaan teknologi berlomba-lomba membangun AI agent: 

1. Bisa Bekerja Kapan Saja 

Keunggulan lain yang membuat AI agent menarik adalah kemampuannya beroperasi sepanjang waktu. Berbeda dengan tim manusia yang mempunyai jam kerja dan keterbatasan kapasitas, AI agent bisa membantu menangani permintaan di luar jam kantor. Misalnya, perusahaan bisa menggunakan AI agent untuk menjawab pertanyaan pelanggan, membantu proses internal atau memantau aktivitas tertentu. Ketika jumlah permintaan meningkat, perusahaan tidak harus selalu menambah tenaga kerja dalam jumlah sama. 

Hal ini semakin penting bagi perusahaan yang melayani pelanggan dari berbagai wilayah dan zona waktu. AI agent bisa membantu memberikan respon dengan lebih cepat tanpa harus menunggu jam kerja. Bagi pelanggan, pelayanan yang responsif seperti ini bisa membuat pengalaman mereka terasa lebih nyaman. 

2. Persaingan Membuat Perusahaan Tidak Ingin Tertinggal 

Alasan perusahaan membangun AI agent bukan hanya karena ingin menghemat biaya. Ada juga tekanan dari persaingan. ketika satu perusahaan berhasil mempercepat proses kerja atau memberikan layanan pelanggan yang lebih responsif menggunakan AI, perusahaan lain tentu tidak ingin tertinggal jauh. 

Perkembangan ini membuat AI agent mulai dipandang sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekedar eksperimen teknologi. Perusahaan yang lebih dulu mengadopsinya berpotensi mendapatkan keuntungan dari proses kerja yang lebih cepat dan kemampuan dalam merespon perubahan pasar dengan lebih baik. 

3. Menghemat Waktu dan Biaya Operasional 

Salah satu alasan terbesar perusahaan tertarik di AI agent adalah efisiensi. Di dalam sebuah bisnis, banyak waktu sebenarnya habis untuk pekerjaan yang terlihat sederhana, seperti mencari informasi, memindahkan data dari satu sistem ke sistem lain, memeriksa dokumen, membuat laporan atau menjawab pertanyaan secara berulang. Nah, AI agent bisa membantu menangani pekerjaan tersebut tanpa harus terus-menerus menunggu instruksi dari manusia. 

Ketika bisa terhubung dengan berbagai sistem dan sumber data perusahan, AI agent juga berpotensi mengurangi pekerjaan yang terpisah dan meminimalkan kesalahan akibat proses manual. Dengan begitu, karyawan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan, kreativitas dan pengambilan keputusan. Perusahaan juga bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus selalu menambah jumlah tenaga kerja. 

4. AI Mulai Diarahkan untuk Melakukan Tindakan 

Perubahan terbesar sebenarnya ada di cara perusahaan melihat AI. Jika sebelumnya AI generatif banyak digunakan untuk membuat teks, gambar atau merangkum informasi, AI agent membawa kemampuan tersebut menjadi satu langkah lebih jauh. 

AI tidak hanya memberikan jawaban, tapi juga bisa membantu menjalankan proses berdasarkan tujuan yang diberikan. Misalnya, sebuah agent bisa mencari informasi, menganalisis, menentukan langkah berikutnya dan menjalankan tugas melalui beberapa sistem. 

Kendati demikian, bukan berarti perusahaan bisa membiarkan AI bekerja begitu saja tanpa pengawasan. Penggunaan AI agent tetap membutuhkan aturan yang jelas, pembatasan akses dan pemantauan secara berkala. Langkah kali ini penting agar keputusan yang dibuat oleh AI tetap aman dan tidak keluar dari kebijakan perusahaan. 

Pada akhirnya, perlombaan dalam membangun AI agent bukan hanya semata-mata tentang siapa yang mempunyai teknologi paling canggih. Perusahaan sedang mencari cara untuk membuat pekerjaan berjalan lebih cepat, biaya lebih terkendali dan sumber daya manusia bisa digunakan untuk hal-hal yang memberikan nilai besar. Maka dari itu, AI agent kemungkinan akan semakin banyak ditemukan dalam berbagai proses bisnis, terutama ketika perusahaan mulai melihat manfaatnya secara langsung. Semoga membantu dan bermanfaat. 

Tinggalkan komentar