Gaji & Hak

5 Cara Mencegah Risiko di PHK dari Perusahaan 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 09:00 3 menit membaca
Cara Mencegah Risiko di PHK dari Perusahaan 
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Pemutusan Hubungan Kerja atau (PHK) mungkin menjadi momok tersendiri bagi banyak pegawai di berbagai sektor perusahaan, apalagi dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Seringkali banyak perusahaan yang melakukan PHK karena berbagai faktor, entah itu karena kestabilan ekonomi, masalah internal dalam perusahaan atau karena ketidak produktivitas dari pegawainya. 

Mendapatkan PHK sudah pasti akan berdampak terhadap kondisi psikologis dan finansial, sehingga akan terasa cukup berat, apalagi jika sampai harus mencari pekerjaan baru. Maka dari itu, coba lakukan beberapa cara di bawah ini untuk mencegah resiko terkena PHK. 

Cara Mencegah Risiko PHK dari Perusahaan 

Berikut adalah beberapa cara mencegah risiko PHK dari perusahaan: 

1. Menunjukkan Etos Kerja yang Kuat 

Etos kerja yang dimiliki menjadi kunci penting untuk bisa mendapatkan status kerja yang lebih stabil dan jauh dari risiko PHK. Etos kerja tersebut biasanya mencakup beberapa hal, seperti tanggung jawab, komitmen tinggi dan sikap proaktif dalam melakukan pekerjaanmu sehari-hari agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik. 

Kamu harus bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan berusaha mengambil inisiatif untuk saling membantu dalam mengerjakan proyek lainnya jika memungkinkan. Biasanya perusahaan akan sangat menghargai para pegawainya yang berdedikasi tinggi dan bisa diandalkan, sehingga berpikir dua kali jika sampai harus di PHK. 

2. Mempunyai Hubungan yang Baik dengan Atasan dan Rekan Kerja 

Proses bekerja yang dilakukan sebetulnya bukan hanya berhubungan dengan menyelesaikan pekerjaan saja, tapi juga bagaimana caranya membangun hubungan yang baik dengan sesama. Ada berbagai proyek yang biasanya harus dikerjakan secara bersama-sama, sehingga kamu harus mempunyai hubungan yang baik bersama dengan orang-orang di sekitarmu. 

Coba bangun hubungan yang positif dengan atasan dan rekan kerja, sehingga bisa membuktikan bahwa kamu menjadi bagian dari tim yang solid. Jika kamu bisa terlibat ke dalam berbagai aktivitas sosial di kantor, maka biasanya akan dipertimbangkan oleh perusahaan dan jauh dari risiko PHK yang mungkin saja terjadi. 

3. Meningkatkan Keterampilan dan Kompetensi 

Dunia kerja memang terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, sehingga membutuhkan keterampilan dan kompetensi yang harus selalu diperbarui. Memang bukan hal yang mudah untuk mengembangkan keterampilan tersebut, apalagi yang memang berhubungan dengan industri bekerja karena berbagai tantangan yang mungkin ada. 

Kamu bisa mengikuti pelatihan, kursus atau sertifikasi yang bisa membantumu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam urusan pekerjaan. Hal ini akan menjadikan kamu sebagai aset penting bagi perusahaan sehingga tidak akan mudah mendapatkan PHK begitu saja. 

4. Berisikan Kontribusi yang Nyata 

Setiap perusahaan biasanya mempunyai standar tersendiri mengenai prestasi yang didapatkan pegawainya, sehingga hal ini harus diperhatikan dengan seksama. Kontribusi yang nyata dan terukur akan sekaligus membuat perusahaan memberikan penghargaan yang memang diperlukannya, sehingga bisa memberikan dampak positif untuk kedua belah pihak. 

Jika memang kamu ingin dijauhkan dari risiko PHK, maka harus bisa untuk memberikan kontribusi secara nyata mengenai prestasi bekerja yang dilakukan. Jika kamu bisa memberikan kontribusi yang nyata dan terukur, maka pihak perusahaan akan berpikir berulang kali untuk sampai melakukan PHK kepadamu. 

5. Selalu Siap dengan Perubahan 

Dunia kerja seringkali bersifat dinamis karena berbagai perubahan yang terjadi dan hal ini sering menyulitkan banyak pegawai. Perusahaan sering melakukan PHK apabila terjadi perubahan besar, seperti restrukturisasi atau pengenalan teknologi baru yang membutuhkan kemampuan baik dari pegawainya. 

Namun sayangnya ketika pegawai sampai tidak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, maka akan sangat rentan terkena dampaknya. Maka dari itu, harus selalu siap dengan setiap perubahan yang ada agar resiko PHK bisa dihindari dan bisa lebih aman dalam bekerja. 

Sudah seharusnya kamu bisa melakukan langkah-langkah preventif yang dibutuhkan untuk mencegah resiko PHK. Hal ini sangat penting agar kamu bisa tetap mendapatkan kejelasan karir, sehingga tidak sampai repot-repot di PHK. Tunjukkan prestasi cemerlangmu dalam bekerja, ya! 

Tinggalkan komentar