Info Kerja

6 Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan

Anggi Novita Sari Diterbitkan 21:00 5 menit membaca
Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan
Ukuran Teks:

 Tugaskaryawan.com – Setiap melihat iklan lowongan pekerjaan, pasti ada beberapa dokumen lamaran kerja yang diminta untuk dikirimkan oleh pelamar kepada perusahaan. Setiap posisi dan perusahaan bisa memberikan syarat berkas yang berbeda-beda. 

Nah, kalau kamu adalah seorang fresh graduate atau job seeker yang sedang aktif mencari kerja, tidak ada salahnya kamu mempersiapkan berkas lamaran kerja yang sering diminta oleh perusahaan. Dengan demikian, ketika kamu mau mengirimkan berkas lamaran, tinggal sat set sat set tidak perlu mencari dan mempersiapkannya satu persatu.

Namun, sebenarnya berkas lamaran kerja apa saja sih yang harus kamu persiapkan? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. 

Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan 

Berikut adalah beberapa berkas lamaran kerja yang umum diminta perusahaan: 

1. Surat Lamaran Kerja (Cover Letter)

Surat lamaran kerja menjadi perkenalan singkat diri kamu dan alasan kamu tertarik melamar posisi yang sedang dibuka. Dokumen ini sering diabaikan ketika melamar pekerjaan. Padahal surat lamaran kerja bisa jadi screening awal HR kepadamu. Melalui surat lamaran pekerjaan, kamu bisa memberikan gambaran singkat kepada HR melalui siapa kamu, skill yang kamu miliki, pengalaman kerja dan kenapa perekrut atau HRD harus memilih kamu. 

2. Ijazah dan Transkrip Nilai 

Berkas lamaran kerja berikutnya adalah ijazah dan transkrip nilai. Ijazah dan transkrip nilai diminta oleh perusahaan untuk membuktikan bahwa kamu memang sudah menempuh pendidikan formal sesuai yang kamu sebutkan di CV. 

Tidak semua perusahaan meminta ijazah untuk melamar pekerjaan, tapi ada juga yang menjadikan ijazah sebagai syarat administrasi. Ijazah dan transkrip nilai membuktikan nilai akademik kamu miliki. Pasti kamu pernah melihat beberapa perusahaan mensyaratkan IPK minimal 2,75 atau 3,00 pada iklan lowongan kerja yang mereka unggah. 

Cukup lampirkan fotokopi ijazah terakhir dan fotokopi transkrip nilai terakhir dan jangan melampirkan ijazah yang asli, ya. Apabila pendidikan terakhir kamu adalah S-1, cukup lampirkan ijazah S1, ijazah SMA dan SMP tidak perlu. Jangan lupa menambahkan watermark pada transkrip nilai yang dikirim untuk menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab. 

3. Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup 

Curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memuat data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan informasi lain untuk melamar kerja. CV merupakan salah satu berkas lamaran kerja yang pasti diminta oleh perusahaan. Dokumen ini berfungsi untuk memberikan gambaran mengenai keterampilan yang kamu miliki. Bagi para lulusan baru atau fresh graduate, kamu bisa mencantumkan pengalaman organisasi, magang atau volunteer di dalam CV, ya. 

Saat ini, ada banyak perusahaan yang mulai menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk screening CV salon pegawai baru. ATS akan mengumpulkan semua CV yang masuk dan melakukan perbandingan CV yang satu dengan CV yang lain, lalu memberikan peringkat dari yang paling sesuai dengan kriteria. 

Meski saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan ATS, bukan berarti CV desain atau kreatif sudah tidak dipakai lagi ya. Masih banyak juga perusahaan yang menerima CV tersebut. Apalagi kalau kamu melamar di bidang kreatif seperti desain grafis, CV kreatif akan lebih cocok kamu gunakan. Bisa sekalian menunjukkan keterampilan desain melalui CV. Baik CV ATS atau CV kreatif dua-duanya bisa digunakan sesuai posisi dan perusahaan yang kamu lamar. 

4. Pasfoto Terbaru 

Beberapa lowongan kerja juga memberi syarat kepada pelamar untuk melampirkan pas foto terbaru, terutama untuk dicantumkan di CV. Ada juga perusahaan yang meminta foto lamaran kerja full body. 

Karena ini foto untuk melamar kerja, kamu tidak bisa menggunakan foto secara asal-asalan. Pastikan kamu menggunakan foto yang terlihat profesional agar menarik perhatian perekrut atau HRD, bisa foto formal atau casual.  

5. Identitas Pribadi (Fotokopi KTP/KK) 

Selanjutnya adalah identitas seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Untuk berkas lamaran yang satu in, kamu perlu berhati-hati sebelum melampirkannya. Pertama, pastikan bahwa lowongan kerja yang kamu lamar bukanlah loker palsu atau fiktif. Kamu juga bisa mencari informasi mengenai ciri-ciri lowongan kerja fiktif dan cara menghindarinya agar lebih paham dan berhati-hati. 

Jika lowongan kerjanya asli dan terpercaya, lampirkan fotokopi KTP dan KK hanya jika diminta saja. Kalau perusahaan tidak mensyaratkan berkas ini, tidak perlu dilampirkan. Cukup kirimkan saja CV, surat lamaran kerja dan portofolio. 

KTP dan KK menjadi dokumen yang sifatnya sangat pribadi. JIka terjebak dalam lowongan kerja fiktif, data pribadi kamu bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak seharusnya, misalnya didaftarkan pinjaman online atau tindakan buruk lainnya. 

6. Portofolio 

Syarat berkas lamaran kerja yang terakhir adalah portofolio. Portofolio merupakan dokumen yang berisi riwayat pekerjaan, pencapaian dan kumpulan hasil karya dalam bidang tertentu. Jika kamu melamar pekerjaan yang berhubungan dengan industri kreatif, portofolio sangat penting untuk menunjukkan hasil kreativitasmu. 

Misalnya, kamu pernah bekerja sebagai copywriter, kamu bisa membuat portofolio dengan mencantumkan berbagai jenis copy yang pernah kamu buat, misalnya copy untuk media sosial, untuk iklan, untuk tagline dan lainnya. Bagi kamu yang baru lulus atau fresh graduate, kamu bisa mencantumkan portofolio dari pengalaman organisasi atau magang. 

Itulah 6 berkas lamaran kerja yang paling sering diminta oleh perusahaan sebagai syarat melamar pekerjaan. Berkas mana aja nih yang sudah kamu siapkan untuk melamar kerja? Selain mempersiapkan dokumen, jangan lupa untuk meningkatkan skill kamu agar kesempatan diterima bekerja semakin besar, ya. 

Tinggalkan komentar