Tugaskaryawan.com – Gaji adalah kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan atau pemberi kerja kepada karyawan. Namun, tidak hanya membayarkan gaji, perusahaan juga harus melakukan rekap gaji karyawan yang dilakukan oleh divisi HRD sebagai bukti pemenuhan kewajiban yang dijalankannya.
Umumnya, rekapitulasi gaji ini memuat rincian seperti penghasilan karyawan dan potongan-potongan yang menyertainya. Hal ini bertujuan agar karyawan bisa mengetahui secara rinci penghasilan bersih yang diterimanya setiap bulan.
Tentunya, melakukan rekap gaji membutuhkan berbagai data yang dibutuhkan agar hasilnya lebih akurat. Di bawah ini akan membahas lebih jauh mengenai cara rekapitulasi gaji karyawan yang mudah dan cepat. Bagi yang ingin tahu lebih lengkap, yuk simak ulasannya sampai dengan selesai.
Fungsi Merekam Gaji Karyawan
Setiap karyawan mempunyai hak untuk mengetahui rincian upah yang diterima dari perusahaan atau pemberi kerja. Hal ini mendorong kenapa melakukan rekap gaji atau membuat laporan gaji karyawan itu penting. Berikut adalah beberapa fungsi merekam gaji karyawan:
- Menjaga kesetiaan karyawan dengan memberikan informasi yang jelas dan rinci terhadap salah satu hak yang harus mereka dapatkan.
- Bisa menggambarkan penilaian kompetensi karyawan atas tunjangan kinerja yang mereka dapatkan ketika perusahaan tersebut mempunyai kebijakan yang demikian.
- Sebagai bukti bahwa kredibilitas dan upaya transparansi perusahaan terhadap pemenuhan kewajiban yang dilakukannya, yaitu membayarkan upah atau gaji kepada seluruh karyawan.
- Bisa dijadikan sebagai pedoman alokasi anggaran gaji karyawan yang dibutuhkan oleh bagian finansial perusahaan.
- Bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan perusahaan terhadap kebijakan keuangannya.
Cara Rekap Gaji Karyawan
Tidak hanya sekedar ringkasan dari laporan gaji pegawai, melakukan rekap gaji karyawan penting bagi kamu untuk memperhatikan berbagai komponen pendukungnya. Hal ini tentunya agar proses rekapitulasi gaji yang dilakukan bisa memberikan informasi yang benar dan akurat. Berikut adalah cara membuat rekap gaji karyawan dengan mudah dan cepat:
1. Informasi Umum Perusahaan
Setiap membuat rekap atau laporan gaji karyawan tentu kamu harus memasukkan data-data umum yang berhubungan dengan perusahaan. Contohnya seperti nama, alamat, lokasi kantor dan nomor telepon resmi perusahaan. Jangan lupa juga bahwa kamu harus mencantumkan departemen karyawan yang bersangkutan dalam membuat laporan gaji karyawan.
2. Periode Gaji
Informasi atau data penting lain yang harus kamu masukkan adalah periode gaji bulanan berjalan. Perusahaan harus memasukkan tanggal gajian yang sudah ditetapkan dalam slip gaji agar tidak menimbulkan kerancuan data ketika dicocokkan dengan bukti pembayaran.
Periode gaji ini juga harus dimasukkan secara jelas mengikuti kebijakan perusahaanmu. Jika perusahaan merubah tanggal gajian yang sudah ditetapkan, maka berubah juga informasi periode gaji yang harus kamu masukkan ke dalam laporan gaji karyawan.
3. Data Pribadi Karyawan
Data pribadi karyawan menjadi informasi penting untuk dimasukkan ke dalam rekap gaji karyawan. Selain nama lengkap dan data pribadi lainnya, kamu bisa menggunakan nomor induk pegawai untuk membedakan individu yang mempunyai kesamaan nama. Selain hal tersebut, data pribadi karyawan juga dibutuhkan agar terhindar dari kekeliruan saat melakukan pembayaran.
4. Besaran Gaji Karyawan
Di dalam rekapitulasi gaji karyawan juga harus membuat nominal gaji karyawan yang bersangkutan. Dimana gaji yang diberikan kepada karyawan dipengaruhi oleh berbagai hal seperti gaji pokok, tunjangan dan bonus.
5. Informasi Pajak
Informasi terkait pajak yang dibebankan kepada karyawan juga tidak kalah penting untuk dicantumkan. Hal ini berfungsi untuk menunjukkan data pembayar pajak karyawan terkait dengan gaji dan tunjangan yang didapatkan. Selain memberikan transparansi perihal pembayaran pajak karyawan, perusahaan juga bisa menunjukkan ketertiban dalam upaya pemenuhan tanggung jawab terhadap pemerintah.
6. Potongan Gaji Karyawan
Jangan lupa juga untuk menyertakan potongan gaji yang dikenakan kepada karyawan terkait. Umumnya, potongan gaji karyawan yang menyertainya adalah asuransi, BPJS dan pajak, Jika perusahaan kamu menanggung komponen potongan lainnya, kamu bisa memasukkan sebagai tunjangan dan akan tetap terlihat dalam potongan untuk kebutuhan administrasi.
7. Total Take Home Pay
Setelah kamu memasukkan rincian gaji dan besaran potongannya, penting juga untuk mencantumkan jumlah take home pay yang didapatkan oleh karyawan. Rincian yang akmu buat bisa ditampilkan dalam tabel atau bagan sehingga terlihat proses pengurangan atau pemotongan gajinya secara jelas.
Itulah dia tujuh cara membuat rekap gaji karyawan yang harus diperhatikan oleh HRD perusahaan. Semoga penjelasan di atas bisa membantu dan bermanfaat, ya. .