Administrasi

Mengenal Offering Letter: Pengertian, Perbedaan dengan Kontrak Kerja, Cara Membalas dan Menolaknya

Anggi Novita Sari Diterbitkan 11:30 5 menit membaca
Mengenal Offering Letter
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Setelah melewati banyak tahapan rekrutmen, mulai dari mengirim lamaran kerja, interview, psikotest dan tahapan melelahkan lainnya, akhirnya kamu berhasil mendapatkan offering letter dari perusahaan yang kamu lamar. Ini menjadi pertanda baik, karena selangkah lagi kamu akan mendapatkan pekerjaan di kantor baru. 

Namun, apakah kamu memahami dengan baik apa itu offering letter? Jika sudah, maka bersyukurlah karena kamu sudah selangkah lebih maju. Lalu, jika kamu belum memahami offering letter dengan baik, jangan khawatir karena ulasan di bawah ini akan membantu kamu memahami offering letter secara lengkap dengan cara membalas atau menolaknya. Tanpa berlama-lama, yuk simak ulasannya sampai dengan selesai. 

Pengertian Offering Letter 

Secara umum, offering letter mempunyai arti sebagai surat penawaran kerja. Sedangkan secara lebih jelasnya, offering letter merupakan pemberitahuan formal dalam bentuk tulisan yang memberitahukan bahwa kamu menjadi kandidat yang terpilih untuk mengisi posisi tersebut di suatu perusahaan. Offering letter biasanya memuat hal-hal mengenai hak dan tanggung jawab kamu sebagai tenaga kerja seperti tawaran gaji, bonus dan jam kerja. 

Dari sudut pandang perusahaan, offering letter berarti penjelasan mengenai hal apa saja yang diinginkan oleh karyawan. Sedangkan dari sudut pandang karyawan, offering letter akan memberi gambaran mengenai hak dan kewajiban selama bekerja di perusahaan tersebut. 

Di beberapa kasus, offering letter tidak selalu berupa surat tertulis. Namun, juga bisa berupa ucapan verbal dari pihak perusahaan. 

Perbedaan Offering Letter dengan Kontrak Kerja 

Apakah kamu masih menganggap offering letter dan kontrak kerja menjadi satu hal yang sama? Sebenarnya, kedua hal tersebut sangat berbeda dan mempunyai perannya masing-masing.

Offering letter seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya sebagai surat penawaran kerja. Lalu, kontrak kerja mempunyai arti sebagai surat perjanjian yang mengikat kedua belah pihak secara hukum mengenai perjanjian kerja. 

Berdasarkan isinya, offering letter berisi informasi mengenai gaji, benefit, job title, jam kerja dan fasilitas apa saja yang akan kamu dapatkan. Sedangkan kontrak kerja memuat durasi kontrak kerja, hak-hak, jadwal kerja, hari libur, jadwal cuti dan lain-lain. Perlu diketahui, surat kontrak kerja akan kamu dapatkan setelah kamu menerima tawaran kerja melalui offering letter. 

Isi Offering Letter 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, offering letter secara umum berisi rincian pekerjaan yang akan menjadi tanggung jawabmu. Isi secara keseluruhan offering letter mungkin akan berbeda di setiap perusahaan. Namun, secara umum hal yang harus ada di offering letter adalah: 

  • Nama posisi atau jabatan kamu. 
  • Deskripsi pekerjaan, mulai dari peran yang akan kamu kerjakan, struktur organisasi perusahaan atau hal lainnya. 
  • Gaji, mulai dari rincian gaji kotor sebelum dipotong dengan pajak, nominal gaji bersih, THR atau bonus akhir tahun lainnya. 
  • Benefit, fasilitas, intensif dan kompensasi yang akan kamu dapatkan. Mulai dari BPJS Ketenagakerjaan, jatah parkir, reimbursement, uang lembur dan benefit lainnya. 
  • Jatah cuti berbayar dan tidak berbayar, cuti tahunan, cuti melahirkan dan cuti lainnya. 
  • Tanggal efektif kamu mulai masuk kerja. 
  • Tanggal terakhir kamu menyerahkan dokumen offering letter yang sudah ditandatangani
  • Pada kolom bagian bawah, biasanya akan ada tanda tangan kamu dan tanda tangan HRD maupun pimpinan perusahaan. . 

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mendapatkan Offering Letter 

Ketika kamu mendapatkan offering letter dari perusahaan yang sudah kamu lamar, pastinya kamu akan sangat bahagia. Namun, jangan sampai rasa bahagia tersebut membuatmu jadi lupa setelah itu harus berbuat apa. Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan ketika mendapatkan offering letter, yaitu: 

  • Melakukan review dengan teliti isi dari offering letter tersebut. 
  • Mencocokkan dengan prioritasmu saat ini. Maksudnya adalah apakah kamu masih terkait kontrak dengan perusahaan lain atau sedang free dan bisa langsung bekerja di perusahaan tersebut. 
  • Meluangkan waktu sejenak untuk berpikir jernih. Cobalah pikirkan lagi plus minus jika kamu menerima tawaran tersebut. Dan hal-hal lain yang menjadi concern kamu kedepannya. 

Selain harus memikirkan apa yang harus kamu lakukan setelah mendapatkan offering letter, kamu juga perlu mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika mendapatkan offering letter. Berikut penjelasannya: 

  • Langsung menerima atau menolak offering letter. Cobalah untuk berpikir sejenak dan baru kamu mengambil keputusan mengenai offering letter tersebut. 
  • Langsung mengajukan resign dari perusahaan yang sekarang. 
  • Terlalu fokus kepada salary yang diberikan. Sebaiknya kamu mempertimbangkan mengenai gaji yang akan diberikan. Seperti budget dan estimasi waktu dari tempat tinggalmu ke kantor atau hal lainnya. 

Cara Membalas dan Menolak Offering Letter 

Pada umumnya, setiap perusahaan mempunyai kebijakan masing-masing mengenai tenggat waktu yang diberikan untuk membalas offering letter. Namun, biasanya waktu yang diberikan oleh perusahaan adalah minimal 24 jam dan maksimal 1 minggu. 

Jika kamu masih bingung bagaimana cara membalas atau menjawab offering letter dengan baik,. Berikut adalah cara yang benar: 

  • Cara membalas offering letter yang baik adalah menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas. Usahakan, membalasnya dengan kalimat yang tidak berbelit-belit agar tidak memusingkan HRDnya. 
  • Menyertakan ucapan terima kasih atas penawaran yang diberikan oleh perusahaan. 
  • Memberi jawaban atas offering letter tersebut. Apakah kamu menerima tawarannya atau menolak tawaran tersebut. 
  • Menulis tanggal efektif kamu mulai bekerja. 

Jika kamu berniat untuk menolak offering letter yang telah ditawarkan, kamu bisa menggunakan cara sebagai berikut: 

  • Mengucapkan terima kasih atas tawaran yang sudah diberikan. 
  • Memberi penjelasan mengenai alasan kenapa kamu menolak offering letter tersebut. Dan hindari untuk memberikan jawaban yang berbau negatif. 
  • Sampaikan juga bahwa kamu masih bisa bekerja sama dengan perusahaan di lain waktu. 

Nah, itulah dia penjelasan mengenai offering letter. Sebelum kamu menerima dan menolak offering letter, cobalah untuk berpikir terlebih dahulu. Semoga bermanfaat! 

Tinggalkan komentar