Management Trainee Adalah Solusi Fresh Graduate, Ini Penjelasannya!

Sudah wisuda tapi bingung mau kerja dimana? Kenapa nggak coba program management trainee?

Management trainee adalah jalan sukses bagi fresh graduate potensial. Memulai karir dengan menempuh program ini akan membantu mempercerah masa depanmu. Kok bisa?

Untuk menjawabnya, kamu bisa baca artikel dari Tugas Karyawan ini sampai habis. Yuk!

Apa itu management trainee?

Management trainee atau sering disebut MT adalah program yang disediakan oleh perusahaan untuk menjaring fresh graduate potensial. 

Bentuknya berupa pelatihan dengan metode tertentu untuk membuat pesertanya bisa berada pada posisi manajerial dalam waktu singkat. Tentu saja, kontennya dibuat sedemikian rupa agar setiap peserta bisa berkembang dalam perusahaan penyelenggara MT.

Tak semua perusahaan membuka program semacam ini. Biasanya, MT dibuat oleh perusahaan dengan kategori FMCG (Fast Moving Consumer Goods).  Pergerakan tipe industri yang cepat membuat kebutuhan FMCG terhadap SDM muda potensial tinggi. 

Meski ada juga perusahaan-perusahaan BUMN, tambang, IT, dan keuangan yang juga membuka program sama. Satu yang jelas, umumnya sih perusahaan besar.

Apa perbedaan kerja biasa dengan management trainee?

Melamar kerja secara reguler faktanya berbeda dengan ikut program management trainee. Perbedaannya bahkan cukup banyak. Kalau kamu tertarik ikut MT, tentu saja memahaminya adalah wajib.

Berikut ini beberapa perbedaannya:

Tahapan rekrutmen

Seleksi menjadi peserta program MT di perusahaan relatif lebih panjang ketimbang melamar kerja secara reguler. 

Untuk diterima bergabung, kamu harus melalui rangkaian tes berikut ini:

  • Seleksi administrasi
  • Psikotes
  • FGD (Focus Group Discussion)
  • Wawancara dengan HRD
  • Wawancara dengan direksi
  • Tes kesehatan

Tahap di atas adalah tahap standar. Kenyataannya, masing-masing perusahaan bisa saja memiliki perbedaan tersendiri.

Tahapan kontrak 

Ketika bergabung dalam program ini, kamu juga akan mendapatkan konten kontrak yang agak berbeda dengan kerja reguler. Kewajibanmu bukan hanya bekerja sebagaimana pada umumnya, tapi kamu juga punya tuntutan untuk learning by doing.

Fasilitas pelatihan dari perusahaan penyelenggara MT harus kamu tukar dengan komitmen tinggi. Mereka tentu berharap bahwa jebolan-jebolan MT kelak akan menjadi pegawai berpengaruh bagi perusahaan.

Makanya, biasanya dalam kontraknya akan ada kesepakatan soal waktu. Umumnya sih 2 tahun. Jika kamu melanggar dan memilih mundur sebelum kontrak habis, kamu bisa dapat penalti dengan jumlah besar.

Tahap program

Setelah kontrak dan mulai menjalani program, kamu jangan berharap pekerjaanmu statis dan itu-itu saja. Jangan dibandingkan dengan pekerjaan reguler.

Untuk meningkatkan pengalaman dan wawasan selaku peserta MT, nantinya pekerjaanmu akan sangat dinamis. Tugas kerjamu bisa dengan mudah berubah. Begitu juga dengan lokasi kerjanya. 

Baca Juga:  Customer Experience: Pengertian, Komponen, Tugas, Contoh & Aplikasi

Bahkan sewaktu-waktu, kamu bisa dihadapkan dengan tugas-tugas diluar ekspektasi. Namun selama kamu terikat kontrak, itu semua harus dilakukan. Jangan coba-coba mundur kecuali sanggup bayar penaltinya.

Jika kamu sudah tuntas melalui fase ini, barulah kamu bisa benar-benar disebut sebagai karyawan. Kontraknya akan berubah. Statusmu sudah sama dengan pegawai lainnya. 

Tahap kerja

Setelah mulai benar-benar bekerja, seorang MT akan lebih diperhitungkan perusahaan. Mereka lebih mudah dalam menapak jenjang karir lebih tinggi.

Tentu saja itu sangat wajar. Bagaimanapun, jebolan MT sudah digodok dengan serangkaian pekerjaan dan pengalaman untuk terbiasa dalam level manajerial.

Meski tetap harus menunjukan kualitas juga sih. Kalau setelah MT ilmu-ilmunya mangkrak, ya bakal susah naik juga karirnya. Beda jika benar-benar diaktualisasikan, pasti karir meroket lebih cepat.

Apa saja tugas management trainee?

Sebagaimana disinggung sebelumnya, isi kontrak kerja reguler dan MT itu berbeda. Ada tugas pokok management trainee yang tak dimiliki oleh pegawai reguler. Jika kamu berminat ikut MT, tentu wajib tahu tugas-tugasnya.

Secara umum, orientasi aktivitas peserta MT diarahkan untuk mendapatkan sebanyak mungkin pengetahuan dan pengalaman. Khususnya yang berhubungan dengan kebutuhan promosi ke level manajemen. Makanya akan sangat sering berhubungan dengan manajer-manajer senior.

Berikut poin-poinnya sebagaimana dijelaskan Eduers.com:

  1. Mengikuti pelatihan di berbagai departemen yang ada di perusahaan. 
  2. Menjalankan tugas yang lintas departemen di perusahaan. 
  3. Mempelajari berbagai macam fungsi setiap lini serta staf dalam perusahaan.
  4. Mempelajari sudut pandang manajemen serta berbagai kebijakan perusahaan yang mempengaruhi setiap tahapan bisnis.
  5. Bersama-sama dengan pihak manajemen level atas menetapkan berbagai tujuan serta sasaran kinerja.
  6. Melakukan pemantauan kinerja dengan didampingi coach dari perusahaan.
  7. Melakukan pengamatan terhadap pekerjaaan pegawai senior berpengalaman. Tujuannya untuk mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai prosedur, metode, serta standar yang berhubungan dengan kerja departemen.
  8. Mengikuti pelatihan tentang fungsi dan operasional departemen.

Secara lebih ringkas, workable.com menyederhanakan 3 aktivitas utama peserta program MT. Yakni:

  1. Memahami bagaimana perusahaan itu mengoperasikan bisnisnya.
  2. Membantu manajer senior (yang sedang menjabat) untuk melakukan berbagai macam tugas manajerial. Mulai dari membuat kebijakan hingga menetapkan tujuan.
  3. Mempelajari bagaimana caranya mengevaluasi kinerja orang-orang dalam perusahaan.

Dalam prakteknya, setiap perusahaan bisa saja menambahkan tugas-tugas lain. Namun secara umum, tugasnya akan seperti itu.

Jelas terlihat kan bedanya dengan pegawai biasa?

Skill apa yang perlu disiapkan untuk lolos dalam management trainee?

Tak semua peserta MT bisa lolos dan berhasil menuntaskan tugas-tugasnya hingga kontrak MT selesai. Ada juga yang berguguran di tengah jalan.

Bila kamu tak ingin ikut jejak-jejak mereka, kamu perlu memastikan memiliki skill-skill berikut ini. Coba mulai asah dari sekarang!

Pembelajar

Kemampuan ini dicirikan dengan semangat tinggi untuk menerima berbagai pengetahuan dan pengalaman baru. Tidak ada rasa sombong dan merasa sudah jadi bang jago. Seorang pembelajar pasti antusias dan senang mendengarkan atau menyerap ilmu dari orang lain.

Baca Juga:  Outsourcing: Pengertian, Peraturan, Kelebihan, Kekurangan, Gaji & Tips

Kepemimpinan

Memang, dalam kegiatan MT skill ini akan dibahas sampai mantap. Tapi alangkah lebih baik jika sebelum mengikutinya kamu sudah punya skill dasar soal ini. Setidaknya memiliki pengalaman jadi pemimpin dalam level rendah. 

Andaikata tidak, setidaknya sudah memahami dasar-dasar cara mengelola orang. Mulai dari menetapkan target, melakukan koordinasi, pengambilan keputusan, dan sejenisnya.

Interpersonal

Skill ini mengenai kemampuan menjalin hubungan dengan orang sekitar. Dalam bentuk terbiasa mendengarkan keluhan orang, membantu orang, memberikan solusi, memotivasi, dan lainnya. Intinya, menebarkan hal-hal positif ketika berelasi dengan lingkungan.

Sebagai calon manajer, mempunyai keahlian semacam itu sangat bermanfaat. Apalagi dalam program MT nanti kamu akan berjumpa dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda-beda.

Problem Solving (Menyelesaikan masalah)

Seorang manajer pasti akan berkutat dengan masalah. Bukan hanya masalah pribadi, namun juga masalah dengan tim, dengan klien, hingga dengan fasilitas. Ketahuilah bahwa tak semua orang akan kuat dengan jabatan ini.

Dalam program MT, kamu bakal diuji dengan hal-hal yang menuntut kemampuan ini keluar. Makanya supaya nggak keteteran, kamu perlu asah dari sekarang.

Komunikasi

Menerima, mengolah, dan menyampaikan pesan secara efektif juga menjadi hal wajib bagi peserta MT. Program-program yang dibuat menuntut seluruh peserta berinteraksi dengan banyak orang. Banyak sekali kegiatan koordinasi dibutuhkan.

Maka dari itu, mempersiapkan diri dengan skill komunikasi harus kamu mulai. Syukur-syukur jika skill ini sudah kamu kuasai duluan. Pasti lebih mudah untuk lolos dari fase MT.

Adaptasi

Rotasi ke berbagai lingkungan baru adalah hal biasa bagi seorang peserta MT. Perusahaan menginginkan jebolan program yang dirancangnya bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya dimanapun dan dalam situasi apapun.

Kecepatan beradaptasi menjadi faktor penting ketika fase ini kamu alami dalam program MT. Perusahaan pasti dirugikan jika ada pegawainya kesulitan melakukan adaptasi.

Efektif dan efisien

Sosok yang mencerminkan efektivitas dan efisiensi pasti akan membawa pengaruh baik bagi perusahaan. Bekerja sesuai SOP, tak banyak alasan, tak biasa membuang waktu, menjadi gambaran ideal dari sosok harapan perusahaan.

Harapannya, ketika menjadi pemimpin, orang-orang semacam ini selalu punya orientasi membuat kebijakan-kebijakan hebat. Tak ada yang namanya buang-buang anggaran, energi, waktu, dan lainnya. Semua target berusaha dikerjakan dengan meminimalisir penggunaan sumber daya.

Inovasi

Kompetisi keras dan cepat adalah karakter dari dunia industri era 4.0. Segala hal baru sangat cepat muncul bahkan tanpa terduga. Perusahaan yang membuka program MT umumnya menginginkan SDM yang bisa jadi solusi untuk hal ini.

Solusi itu ada pada sosok inovator. Orang yang senantiasa berusaha berpikir segar dan cemerlang sehingga mendapatkan insight hebat untuk perusahaan. Dalam fase MT, kamu juga pasti digodok soal skill ini.

Analisis

Satu lagi skill penting bagi peserta management trainee yakni analisis. Bagaimana membaca data dan fakta yang ia lihat dalam proses kerja perusahaan. Kemampuan ini akan sangat erat kaitannya nanti untuk memberikan berbagai kebijakan terbaik bagi perusahaan.

Baca Juga:  Design Thinking : Pengertian, Sejarah, Fungsi, Elemen, Tahapan, Contoh

Ruang bagi spekulasi sangat kecil bagi level manajer. Bertindak dan memutuskan berdasarkan riset merupakan hal yang harus dikedepankan. Mau tak mau, skill analisis mengambil peran disini.

Pengetahuan bidang

Ada sebagian program MT yang membuka kesempatan bagi semua sarjana tanpa melihat latar belakang jurusan. Meski lebih banyak lagi yang mensyaratkan penguasaan bidang untuk bisa masuk program ini.

Jika disyaratkan untuk lulusan bidang tertentu, mau tak mau kamu harus pastikan bahwa kamu punya pondasi dan wawasan luas. Lebih bagus lagi jika kamu adalah sosok yang menguasai lintas disiplin ilmu. Hal itu akan jadi nilai lebih.

Apakah management trainee digaji? 

Karena konten tugasnya banyak berisi pelatihan, masih ada orang menyangka peserta MT tidak digaji.

Mungkin dipikirnya sama dengan program magang (internship). Sebagaimana diketahui, yang namanya magang belum tentu digaji. Padahal antara MT dan magang jelas sekali perbedaannya.

Bukan hanya soal gaji, tapi ada poin-poin lain yang berbeda:

AspekManagement traineeMagang (internship)
PesertaSudah beres kuliah (fresh graduate)Masih kuliah atau sekolah
GajiDigaji (bahasanya uang saku)Belum tentu digaji, seringkali tidak dapat
Kepastian karirJika program tuntas pasti diterima kerjaJika program tuntas belum tentu jadi pegawai
BebanKontribusinya sangat diharapkan ketika melakoni programTidak terlalu diharapkan kontribusinya

Kesimpulan poin ini sangat jelas ya, kamu pasti digaji kok.

Berapa gaji management trainee?

Poin mengenai gaji management trainee adalah pertanyaan sering ditanyakan. Kamu juga mungkin termasuk di antara orang yang penasaran dengan jawabannya.

Pada dasarnya, tak ada jumlah pasti. Setiap perusahaan memiliki standarnya masing-masing. 

Namun jika merujuk kepada data paling baru yang disampaikan oleh Indeed.com, gaji rata-rata management trainee di Indonesia ada pada angka 5 jutaan rupiah. Data ini merupakan hasil ulasan orang-orang pada posisi MT pada pertengahan Januari 2021.

Dari sekian banyak perusahaan yang membuka program MT, nama PT Garuda Indonesia adalah pemberi gaji paling tinggi. Andaikata kamu bisa ikut lolos masuk di perusahaan penerbangan ini, gaji awalmu bisa ada di angka 8 juta rupiah.

Untuk tahu jumlah pastinya, kamu bisa cek langsung di situs-situs lowongan kerja. Umumnya ada fitur untuk mengetahui gaji pada setiap posisi. 

Validitasnya lumayan biasa dipercaya. Soalnya pengisi ulasan gaji adalah orang yang memang bekerja di tempat yang ia ulas. Berikut beberapa situsnya:

  • Indeeed.com
  • Qerja.com
  • Job-like.com

Tapi walaupun cek sendiri gambarannya sih tetap sama sebagaimana yang disampaikan sebelumnya. Tak akan jauh dari angka 5 juta rupiah.

Bagaimana, lumayan kan?

Jika kamu berpikir itu kecil, kamu perlu melihat keuntungan lainnya. Keseriusan dan komitmen tinggi pasti bisa membuat karirmu lebih cepat melesat. Bahkan bisa jadi kamu sampai pada posisi manager dengan gaji belasan hingga puluhan juta rupiah di usia muda. 

Dengan segala keuntungan yang ditawarkan, memutuskan untuk ikut management trainee adalah pilihan bagus bagi fresh graduate. Nikmat manakah yang kamu dustakan ketika kamu bisa mendapatkan pelatihan sekaligus digaji?

Bagaimana dengan kamu? Tertarik mencoba?

Share:

Tinggalkan komentar