9 Etika Melamar Pekerjaan untuk Menarik Perhatian Perusahaan

Skill nomor dua, attitude nomor satu. Kamu pernah mendengar kalimat semacam itu? 

Sadarilah, kalimat tersebut sangatlah penting dalam dunia kerja. Jika kamu seorang pencari kerja, persoalan sikap memang harus kamu prioritaskan. Untuk itu, memahami etika melamar pekerjaan sangatlah penting. 

Sebagai tahap paling awal sebelum terjun dalam lika-liku dunia pekerjaan, etika yang kamu tunjukan akan menentukan masa depanmu. 

Artikel ini akan mengulas secara jelas, bagaimana  etika melamar kerja yang benar. Baik secara langsung maupun lewat media online seperti email.

Yuk kita mulai bahas satu persatu!

1. Jujur Menunjukan Data Diri

Sejak menuliskan profil dalam curriculum vitae yang dibuat, kejujuran harus sudah kamu pegang.

Seluruh data yang kamu tulis harus dipastikan kebenarannya. Mulai dari data pribadi, latar belakang pendidikan, hingga pengalaman kerja.

Merekayasa mungkin saja akan memberikan nilai tambah di hadapan HRD perusahaan. Tapi ingat, itu pasti akan menjadi masalah pada kemudian hari.

Ketika benar-benar terjun di dunia kerja, yang kamu tunjukan bukanlah data-data itu, melainkan skill yang secara nyata kamu miliki. Kebohongan yang kamu buat pada akhirnya berpotensi terkuak seiring waktu.

Jika sudah ketahuan bohong, kamu bisa-bisa di blacklist. Bahkan kalau dianggap merugikan, bisa saja kamu berurusan dengan pihak berwajib. Repot kan?

2. Komitmen dengan Pekerjaan yang Dilamar

Sadarkah kamu, apa yang diharapkan perusahaan ketika membuka lowongan pekerjaan?

Jawabannya adalah sumber daya manusia yang bisa berkontribusi secara optimal sesuai dengan standar kerja perusahaan. 

Baca Juga:  Resume : Pengertian, Jenis, Cara Membuat, dan Perbedaan dengan CV

Mereka pastinya akan kesal jika yang melamar adalah orang-orang yang tidak punya komitmen ketika sudah diikat oleh perusahaan.

Dengan memahami hal ini, sudah sepatutnya ketika kamu menancapkan komitmen ketika memutuskan mengirim surat lamaran pekerjaan.

Jangan sampai niatmu main-main atau sekedar mengisi waktu luang. Lebih parah lagi jika kamu melamar pekerjaan yang kamu tak miliki minat atau skill di dalamnya.

Kelakukan yang semacam ini pasti akan merugikan perusahaan andaikata kamu berhasil diterima. Kamu tak akan bertahan lama dan membuat perusahaan harus memulai langkah dari nol mencari pegawai yang baru.

Nggak kasihan emang sama mereka?

3. Pahami Ketentuan Pengiriman Lamaran

Ketika perusahaan membuka lowongan pekerjaan, mereka pasti memberikan berbagai ketentuan. Tidak sembarang orang bisa masuk bergabung dalam tim.

Jangankan perusahaan besar, untuk pekerjaan kasar semacam kuli juga hal ini berlaku. Para mandor juga punya standar tertentu yang harus dimiliki.

Maka sudah sepatutnya kamu ikuti ketentuannya.

Tak perlu mempertanyakan, menggerutu, atau mempermasalahkan setiap ketentuan yang diberikan. Setiap perusahaan pasti punya pertimbangan tersendiri ketika menetapkan ketentuan.

Mulai dari waktu penerimaan, syarat penerimaan, tes yang diminta, dan sebagainya. 

Sebagai pelamar kerja yang baik, kamu ikuti saja semaksimal mungkin. Tunjukan bahwa kamu orang yang taat aturan. Toh saat kerja, bisa jadi ketentuan yang wajib diikuti.

4. Buat Surat Lamaran yang Formal

Memang benar, zaman sekarang, ada perusahaan-perusahaan yang membangun kesan lebih santai. Maka ketika meminta calon pekerja membuat surat lamaran, mereka tidak memperhatikan bagaimana sistematika surat yang benar.

Namun, tampaknya masih jauh lebih banyak lagi perusahaan yang masih memperhatikan masalah ini.

Oleh karena itu, dalam menyusun lamaran, kamu perlu pelajari surat yang standar saja. Nggak usah aneh-aneh!

Baca Juga:  Komunikasi Bisnis: Pengertian, Manfaat, Jenis & Tujuan

Sistematika surat lamaran pekerjaan antara lain harus memuat:

  • Tanggal surat
  • Lampiran/hal
  • Alamat surat
  • Salam pembuka
  • Paragraf pembuka
  • Isi
  • Penutup
  • Tanda tangan dan nama jelas

Jika surat dibuat dalam bentuk fisik, pastikan juga kertasnya bersih dan tidak sobek. Tunjukan bahwa kamu benar-benar serius. Coba bayangkan surat itu akan sampai ke tangan mertua atau calon mertua. 

5. Lengkapi Dokumen yang Diminta

Sebenarnya buat apa sih melampirkan dokumen-dokumen saat melamar kerja?

Fungsinya sebenarnya menjadi bukti yang membenarkan data-data kamu di CV. Maka idealnya, berbagai hal yang kamu utarakan di CV disajikan juga dokumen pendukungnya.

Ketika kamu bilang punya skill desain, dokumen apa yang membuktikannya? Coba tunjukan hasil karyanya lewat portofolio? Lampirkan juga sertifikat kursus atau pendidikan jika kamu pernah melaluinya.

Dokumen-dokumen lain juga sama. Lengkapi sesuai yang diminta.

Keseriusan dalam melengkapi dokumen juga merupakan bentuk kebaikanmu untuk perusahaan tujuan. Dengan berbagai lampiran yang diberikan, perusahaan akan terbantu dalam mempertimbangkan kamu sebagai pelamar.

Siapa tau kebaikanmu ini akan dibalas dengan lancarnya jalanmu diterima kerja.

6. Perhatikan Cara Berbahasa

Ingatlah, perusahaan yang kamu tuju adalah orang asing. Mereka bukan teman nongkrong yang lebih luwes dalam komunikasi.

Oleh karena itu, dalam setiap proses yang membutuhkan komunikasi dengan perusahaan, bahasa harus diperhatikan. Pastikan setiap pilihan kata yang keluar terkategori sopan dan wajar.

Percuma kalau skill mu oke punya tapi cara berbahasanya kasar. Saat proses lamaran, yang bisa dilihat langsung dengan mudah adalah aktivitas komunikasi ini.

Etika melamar kerja via email atau langsung prinsipnya sama saja. Berbahasa yang baik tetap harus digunakan. 

7. Kirim Lamaran Saat Hari dan Jam Kerja

Ketika surat lamaran beserta dokumen-dokumen pendukung sudah lengkap, kamu jangan buru-buru mengirim.

Coba cari tahu perusahaan yang kamu tuju hari dan jam kerjanya bagaimana? 

Baca Juga:  Apa Itu Freelance? Pengertian, Jenis, Kelebihan, Gaji, Skill

Setelah mengetahuinya, kamu bisa mengetahui waktu yang tepat untuk mengirimkan lamaran. Pastikan bahwa lamaran dikirim saat perusahaan sedang beroperasi. 

Hal ini tak hanya berlaku ketika lamaran dikirim offline, saat online juga sebaiknya diperhatikan.

Orang-orang yang ditugaskan untuk menerima lamaran bisa jadi terganggu dengan kedatangan atau notifikasi darimu di luar jam kerja. Hal ini mungkin jadi poin minus.

8. Jangan Kirim Lebih dari Satu Lamaran Bersamaan

Poin ini berhubungan dengan cara melamar kerja online. 

Ketika kamu mengirimkan lamaran melalui email, pastikan bahwa alamat yang dituju hanya satu perusahaan. Jangan sampai mengirimkan email ke lebih dari satu perusahaan dalam satu kali klik atau ketukan.

Andaikata kamu ingin melamar kerja ke dua perusahaan sekaligus, buat email secara terpisah. Ketika melakukan copy paste, pastikan juga agar tidak salah sebut nama perusahaan.

Meski mungkin ini lebih merepotkan, tapi ini menghindari anggapan buruk perusahaan tentangmu. Kamu nggak mau kan ini terjadi?

9. Responsif dan Tunjukan Antusiasme

Ketika lamaran akhirnya benar-benar dikirim, maka perhatikanlah dengan serius saluran-saluran yang memungkinkan perusahaan menghubungimu.

Mulai dari email, sms, panggilan langsung, atau bahkan WhatsApp.

Ketika lamaranmu berbalas panggilan untuk melakukan tahapan tertentu, jangan biarkan perusahaan menunggu lama. Tunjukan bahwa kamu adalah pelamar yang responsif dan antusias. 

Keduanya adalah sikap positif yang akan memberi kesan bagus. 

Di dunia kerja, kedua hal ini juga menjadi wujud attitude yang penting. Kemajuan perusahaan membutuhkan karyawan yang sigap dan cepat. Apalagi jika perusahaan yang kamu tuju terkategori FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

Agar semua etika melamar pekerjaan ini bisa diwujudkan, tentu membutuhkan pembiasaan. Jika sebelumnya kurang terbiasa melakukannya, pasti akan sedikit berat. Tapi percayalah, usahamu nantinya tak akan sia-sia. 

Share:

Tinggalkan komentar