Resume : Pengertian, Jenis, Cara Membuat, dan Perbedaan dengan CV

Resume adalah salah satu dokumen yang mungkin kamu perlukan untuk melamar kerja. Menyiapkannya bisa jadi membuat peluangmu lolos jadi pegawai di perusahaan impian tercapai.

Lantas, sudah tahukah kamu apa resume? Bagaimana cara membuatnya? Apakah dokumen ini sama dengan CV?

Untuk menjawabnya, Tugas Karyawan membahasnya dalam artikel ini. Simak baik baik ya!

Pengertian Resume

Resume itu artinya apa sih? Sebenarnya, istilah ini punya beberapa makna. 

Bagi kamu yang sedang atau dulu pernah kuliah, mungkin sering mendengar istilah ini. Biasanya, merujuk pada ringkasan dari sebuah tulisan atau buku.

Kamu mungkin pernah menerima tugas untuk membuat resume dari dosen.

Namun, dalam artikel ini, Tugas Karyawan akan membahas resume dalam konteks lain. Yakni, berhubungan dengan dunia kerja.

Dalam dunia kerja, resume merupakan gambaran singkat mengenai pelamar kerja. Berisi tentang hal hal yang meningkatkan daya tawarnya di mata recruiter (perekrut pegawai).

Dokumen ini sifatnya resmi dan biasanya pelamar sisipkan dalam lampiran. Sebagai salah satu konten untuk melamar pekerjaan ke perusahaan tujuan.

Lalu, apa bedanya dengan CV? Bukankah CV juga isinya berupa gambaran profil mengenai pelamar?

Memang benar, keduanya punya fungsi mengenalkan diri. Namun dalam titik titik tertentu, keduanya adalah dua hal berbeda. Untuk mengetahui perbedaannya, mari lanjutkan membaca.

Perbedaan CV dan Resume

Penting bagi kamu untuk memahami perbedaan CV dan resume. Jangan sampai kamu salah memberikan dokumen kepada perusahaan.

Misalnya ketika perusahaan meminta CV, kamu malah memberikan resume. Begitu juga sebaliknya. Saat yang diminta adalah resume, kamu malah memberikan CV.

Masih mendingan kalau misalnya perusahaan tak mempermasalahkan. Kalau ini dipersoalkan, sayang kan? Peluangmu berkarir di tempat impian bisa kandas di tengah jalan.

Nah, untuk memahami perbedaan antara keduanya, kamu bisa lihat tabel yang kami sajikan berikut:

ResumeApa yang beda?CV
Hanya untuk melamar kerjaTujuan pembuatanSelain digunakan melamar kerja, CV juga punya fungsi luas. Misalnya untuk pengenal pembicara seminar, melanjutkan pendidikan, mendapat beasiswa, dll.
Kontennya hanya beriri data diri yang berhubungan dengan bidang kerja yang dilamar (Spesifik)KontenKontennya berupa daftar riwayat hidup yang lebih lengkap sehingga bisa digunakan untuk banyak hal
Biasanya hanya tersusun dalam satu lembar dokumenUkuranBisa 1 halaman namun bisa juga lebih. Mulai 2, 3, bahkan ada juga yang sampai 5 lembar. Tergantung isinya.

Untuk di Indonesia, sepengamatan kami, CV memang lebih populer untuk perusahaan mintakan untuk pelamar.

Namun, kadang kala meskipun yang diminta CV, ada juga pelamar yang memberikan resume. Hal ini untungnya seringkali tak begitu jadi persoalan.

Apalagi banyak orang yang menyamakan antara keduanya.

Tapi apabila sekarang kamu sudah tahu bedanya, alangkah lebih baik jika tak salah memberikannya. Berikan CV saat perusahaan minta CV dan berikan resume saat perusahaan meminta resume.

Oke?

Jenis Resume

Pada faktanya, resume juga memiliki berbagai jenis. Kamu yang ingin membuatnya tentu saja perlu untuk mengetahui berbagai jenisnya.

Apa saja jenis jenis resume? Tugas Karyawan akan membagikannya untuk kamu. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Resume Kronologis

Jenis pertama ini tergolong resume yang paling umum.

Formatnya berupa profil, pendidikan, serta pengalaman kerja yang disusun berdasarkan urutan waktu. Biasanya sifatnya kronologi terbalik.

Jadi, mirip mirip dengan penyampaian sejarah diri. Kamu mungkin akan nampak melihat ini seperti CV dalam format yang singkat.

Kira kira, contohnya seperti ini:

2. Resume Fungsional

Berbeda dengan resume kronologis yang memberikan penekanan pada urutan waktu, resume fungsional lebih menekankan pada uraian diri mengenai keterampilan yang dibutuhkan dalam posisi kerja.

Jadi, isinya fokus menunjukan hal hal yang relevan untuk dikisahkan kepada perusahaan. 

Nah, contohnya semacam ini:

3. Resume Kombinasi

Sesuai namanya, ini adalah kombinasi. Artinya, dalam satu dokumen, resume ini memuat dua format sekaligus.

Selain mengisinya dengan skill, kamu juga bisa menguraikan bukti bukti pengalaman kerja secara kronologis sehingga terlihat lebih meyakinkan. 

Resume jenis kombinasi ini tentu bisa kamu pertimbangkan juga untuk digunakan.

Begini contohnya:

Cara Membuat Resume

Selanjutnya, bagaimana cara membuat resume? 

Kamu yang membutuhkan dokumen ini pasti penasaran dengan jawabannya.

Tenang saja, kami akan menjelaskan caranya tahap demi tahap.

Ikuti ya!

1. Tentukan dulu format resume yang akan kamu buat

Kamu sudah tahukan, bahwa resume itu 3 jenisnya?

Nah, sebelum mulai menyusun resume, kamu mesti menentukan dulu format yang akan kamu buat.

Sebagai bahan untuk menimbang nimbang, kami coba memberikan saran sebagaimana yang My Future berikan:

Kamu bisa pilih resume kronologis jika:

  • Pembaca resume kemungkinan adalah orang tua
  • Bidang kerja yang kamu pilih adalah pekerjaan konservatif (bukan pekerjaan pekerjaan kekinian)

Boleh juga kamu pilih tipe resume fungsional, apabila:

  • Kamu belum punya pengalaman kerja di bidang yang kamu lamar, sehingga sebaiknya kamu fokus tunjukan keterampilan
  • Kamu memang punya keahlian yang dimaksud

Untuk kronologis, kamu bisa saja membuatnya dengan mengkombinasikan hal hal terbaik dari kedua format sebelumnya.

Namun pastikan bahwa hasilnya tak terlalu panjang. Ingat, bahwa resume hanya dibuat dalam satu lembar saja.

2. Membuat header (Kepala resume)

Setelah jelas format yang hendak kamu gunakan, silahkan mulai menyusun.

Hal pertama yang harus kamu buat adalah header, atau bagian atas dari resume. Ada beberapa konten yang perlu muncul pada bagian ini. Antara lain:

  • Nama
  • Nomor telepon
  • Alamat email
  • Alamat surat 

Ada dua buah catatan yang perlu kami garis bawahi pada bagian header ini. Apa saja?

  • Jika kamu membuat resume untuk melamar kerja secara online, tak perlu masukkan alamat surat.
  • Untuk alamat email, harus kamu pastikan bahwa nama alamatnya memabawa kesan profesional. Kami sarankan memuat nama aslimu. 

Misalnya: [email protected] jangan dari email yang tak mengesankan nama, misalnya: [email protected].

3. Menulis ringkasan 

Di bawah header, kamu bisa tulis ringkasan dari keseluruhan isi resume. 

Namanya ringkasan, jelas saja kamu harus membuatnya dengan sesingkat mungkin. Kami sarankan cukup satu atau dua kalimat saja.

Mengapa kalimat sederhana ini penting kamu buat?

Hal ini karena akan membantumu menjelaskan alasan melamar kerja, terutama jika kamu melamar pada jalur karir yang agak berbeda.

4. Menyebutkan pengalaman atau keterampilanmu

Pada tahap keempat, cara membuatnya berbeda tergantung format yang kamu pilih sebelumnya.

Kami akan menjelaskan caranya untuk masing masing format.

Bagi kamu yang menggunakan format kronologis, perhatikan hal berikut ini:

  • Isi dengan pengalaman kerjamu, terutama mengenai tempat kerja dan waktu kerja di tempat tersebut.
  • Susun dari pekerjaan terbaru yang kamu geluti terakhir, lalu sampaikan yang sebelum sebelumnya.
  • Jika kamu punya banyak sekali pengalaman kerja, sebaiknya kamu sortir dengan memilih yang paling relevan dengan pekerjaan tujuan. 

Jika kamu memilih untuk resume fungsional, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut poin poinnya:

  • Buatlah daftar keterampilan yang memang nyambung dengan posisi pekerjaan tujuan.
  • Karena dunia sekarang bergerak membutuhkan orang dengan skill teknologi, maka apapun posisi kerja yang kamu lamar sebaiknya mencantum skill skill ini. Misalnya yang paling dasar skill mengetik atau membuat slide presentasi.

Bagiamana jika kamu memutuskan memilih tipe kombinasi?

Tentu saja mudah. Kamu tinggal menggabungkan kedua catatan yang kami bagi soal resume kronologis dan fungsional di atas.

5. Menyebutkan riwayat pendidikan

Selain pengalaman kerja, kamu juga perlu memasukkan daftar pendidikan yang kamu tempuh. 

Namun jika lembaran yang kamu siapkan sepertinya tak cukup, kamu hanya perlu untuk menampilkan pendidikan terakhir atau pendidikan tinggimu.

Hal ini jangan sampai kamu lewatkan. Apalagi jika kamu memang memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan bidang kerja tujuan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan juga pada bagian ini antara lain:

  • Sisipkan juga jumlah IPK yang kamu dapat, apalagi jika IPK nya bagus (Cum laude). Mungkin akan jadi nilai tambah.
  • Jika kamu pernah ikut program pelatihan atau kursus yang relevan dengan posisi tujuan, sebaiknya ikut juga kamu sertakan.

6. Menyebutkan penghargaan atau prestasi yang pernah kamu dapat

Meyakinkan recruiter bukanlah hal mudah. Apalagi jika sebelumnya mereka sama sekali belum mengenalmu sebagai pelamar.

Salah satu cara untuk meyakinkan orang lain atas kemampuanmu adalah dengan menyampaikan bukti pengakuan orang lain.

Hal ini bisa kamu aplikasikan apabila kamu punya piagam atau sertifikat yang menunjukan prestasi tertentu.

Jika ada, sebaiknya kamu juga memuatnya di dalam resume. Sertakan juga nama, tahun,sekaligus cakupan wilayah penghargaan.

Pihak atau sosok pemberi penghargaan saja sangat berpengaruh.

Ada perbedaan nilai antara penghargaan dari pak Lurah dengan pak Bupati.

7. Menyebut  minat pribadi

Poin terakhir ini tak wajib. Hanya opsional saja. 

Kamu bisa benar benar mengabaikannya manakala kamu melihat resume yang kamu buat sudah terlalu panjang.

Hanya saja, jika pada akhirnya kamu ingin memuat ini, kamu bisa memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Bagian ini bisa digunakan untuk menunjukan bahwa kamu punya wawasan dan pengetahuan luas.
  • Sebaiknya pilih pilih minat yang ingin kamu tunjukan. Minat minat yang sama sekali suatu hal biasa tak perlu kamu sebut. Misalnya kamu suka tidur siang, ngegosip, minum air putih, dan sebagainya.

8. Mencetak dengan benar

Terakhir, setelah kamu membuatnya dalam format yang tepat, kamu bisa mencetaknya.

Tapi, ini tak berlaku jika kamu menggunakan resume untuk melamar kerja secara online.

Catatan penting dalam mencetak ini adalah:

  • Pastikan bahwa kertasnya punya ukuran gramasi yang bagus, sebaiknya jangan menggunakan kertas umum yang digunakan untuk fotokopi, misalnya 70gsm.
  • Pastikan juga kertasnya bersih, tak terkotori oleh tinta atau debu.
  • Terakhir, jangan lecek. Maka gunakan map ketika memberikannya.

Meskipun terkesan sederhana, hal hal di atas mungkin saja menjadi faktor pertimbangan. Bisa saja perusahaan menilai keseriusanmu dari hal hal semacam itu. Mungkin kan?

Penutup

Terakhir, bagi kamu yang ingin membuat resume dengan mudah, ada banyak kok situs situs yang bisa membantumu untuk membuatnya secara praktis.

Bukan hanya resume, di situs situs tersebut kamu juga bisa membuat CV dan cover letter yang mungkin kamu butuhkan juga untuk melamar kerja.

Jika kamu mau tau, kamu bisa buka tulisan kami yang ini: 

Daftar situs bikin CV dan Resume gratis

Nah, setelah berhasil membuatnya, kamu bisa gunakan resume ini untuk menarik perusahaan.

Resume adalah dokumen penyerta yang tak bisa kamu sepelekan. Jadi, buatlah dengan serius.

Baca juga:

Rate this post
Share:

Tinggalkan komentar