Mengenal Artificial Intelligence : Sejarah, Cara Kerja, Manfaat & Contoh

Artificial Intelligence adalah teknologi penting yang menandai pesatnya perkembangan kehidupan digital dewasa ini.

Keberadaannya telah membantu memudahkan banyak sekali kebutuhan hidup manusia. Tanpa sadar, kamu juga sebenarnya akrab dengan wujud dari teknologi ini.

Apakah kamu mau tahu apa itu artificial Intelligence? Bagaimana sejarah kemunculan dan cara kerjanya? Apa saja manfaat dan contohnya dalam kehidupan manusia?

Kalau kamu penasaran dengan jawabannya, tak perlu berbasa basi lagi, langsung saja baca artikel dari Tugas Karyawan berikut ini yuk!

Pengertian artificial Intelligence

Artificial Intelligence merupakan istilah berbahasa Inggris dengan arti ‘kecerdasan buatan’.

Kecerdasan buatan ini mengacu pada simulasi atau tiruan kecerdasan manusia yang terdapat dalam mesin.

Jadi, mesin diprogram sedemikian rupa agar mampu berpikir dan bertindak layaknya manusia. 

Khususnya, punya kemampuan dalam belajar dan memecahkan masalah.

Kamu pernah nonton film film tentang robot kan?

Kira kira, gambaran kecerdasan buatan itu terdapat pada robot. Benda dengan mesin itu diprogram sehingga bisa melakukan berbagai perbuatan seperti manusia.

Dalam beberapa film tertentu, bahkan sutradara film sudah berfantasi lebih jauh tentang benda semacam robot ini. Digambarkan bahwa robot bisa lebih hebat ketimbang manusia,

Entahlah, mungkin saja hal hal yang hari ini tergambar fantasi itu kelak nyata. 

Toh, hal hal dari ‘ajaib’ sebagai wujud dari kecerdasan buatan hari ini juga dulunya tak pernah terpikirkan. Benar bukan?

Sejarah Artificial Intelligence 

Mengacu pada lintasan dekade demi dekade dunia, sejarah artificial intelligence terbagi ke dalam beberapa babak sejarah.

SAS menjelaskan setidaknya ada 3 bagian tonggak sejarah dari kecerdasan buatan ini.

1. Fase antara 1950 an hingga 1970 an

Fase ini ditandai dengan pekerjaan serius para peneliti dalam mengembangkan apa yang mereka sebut neural networks, atau jaringan syaraf.

Pada mulanya, para peneliti mengkaji cara kerja otak manusia untuk diduplikasi dalam sistem komputasi yang mampu memecahkan masalah manusia.

Dengan ilmu ini, orang orang pintar mampu membuat program yang bisa mendeteksi objek dan mengklasifikasikan gambar. 

Dahulu, program semacam ini jelas yang paling canggih. Namun sekarang tentu saja sudah semakin berkembang dan banyak yang lebih canggih lagi.

2. Fase 1980 an hingga 2010 an

Memasuki tahun 80 an, popularitas teknologi baru bernama machine learning meningkat.

Teknologi ini mampu menciptakan program yang mampu membuat mesin mampu belajar dan meningkatkan kemampuan layaknya manusia.

Proses pembelajaran ini bisa terjadi ketika manusia mampu merancang model model algoritma yang mampu memodel data data. Dengan demikian, mesin mampu mengambil keputusan berdasarkan data data yang dipelajarinya.

Banyak sekali wujud machine learning dalam kehidupan manusia saat ini. Contohnya adalah asisten digital yang kamu temukan di platform seperti Google.

3. Fase 2010 an hingga sekarang

Terakhir, orang orang semakin pintar dan menemukan teknologi lebih canggih yang disebut dengan deep learning atau pembelajaran mendalam.

Perbedaannya dengan machine learning terutama terletak pada kemampuannya dalam membaca data.

Data data yang deep learning olah lebih kompleks dan lebih dalam. Tingkat banyaknya data inilah yang menjadi poin lebih dari teknologi paling mutakhir ini.

Algoritma dalam deep learning bahkan bisa mempelajari fitur fitur dari data tingkat tinggi.

Kita masih menantikan, dalam waktu waktu mendatang, apakah akan ada lagi perkembangan teknologi paling mutakhir?

Cara kerja artificial intelligence

Sebagai orang awam dan tak berkecimpung langsung dalam pembuatan program artificial intelligence, mungkin kamu juga bertanya tanya, “Bagaimana cara kerja artificial intelligence?”

Secara umum, kecerdasan buatan ini bekerja dengan cara sebagai berikut:

  • Menggabungkan sejumlah data besar dengan cepat
  • Melakukan pengolahan terhadap data secara berulang ulang
  • Memodel algoritma cerdas
  • Memungkinkan mesin ‘software’ atau perangkat lunak belajar secara otomatis dari pola atau fitur yang ada pada data.

Namun pada faktanya, AI sendiri merupakan satu teknologi yang cakupannya sangat luas. Ada berbagai sub bidang dalam AI dengan cara kerja yang lebih spesifik.

Masing masing sub bidang ini punya cara berbeda dalam proses kerjanya meskipun pada umumnya memiliki kesamaan di atas.

Baca Juga:  Lebih Penting Skill Atau Attitude Dulu? Ini Jawaban dan Alasannya

1. Machine Learning

Machine learning bekerja membangun otomatisasi model analitik dengan acuan metode statistik, fisika, penelitian operasi, serta jaringan neural.

Tujuan dari kerjanya adalah menemukan berbagai wawasan implisit (tersembunyi) yang ada pada data sehingga mampu mencari atau menyimpulkan sesuatu.

2. Neural Networks

Sebenarnya ini juga wujud yang serupa machine learning. Namun berbeda dari cara kerjanya.

Terdiri atas berbagai unit jaringan saling berhubungan yang mampu memproses informasi atau data dari luar (eksternal) lalu menyampaikan berbagai info tersebut ke setiap unit.

3. Deep learning

Cara kerja deep learning atau pembelajaran mendalam ini memproses banyak neural networks dan memproses banyak lapisan unit.

Diprogram untuk mampu mempelajari berbagai pola data yang lebih kompleks dan besar. Umumnya data yang deep learning kenali dan olah adalah gambar serta ujaran.

4. Komputasi kognitif

Suatu sistem komputasi yang didesain untuk membuat mesin bisa  melakukan interaksi alamiah dengan manusia.

Proses kerjanya bertujuan untuk membuat mesin dapat meniru atau menyimulasikan proses manusia melalui kemampuannya dalam memberikan tafsiran. Utamanya terhadap gambar serta berbagai ujaran.

Lebih jauh lagi, mesin ini kemudian mampu berbicara dan memberikan tanggapan kepada manusia.

5. Computer vision

Sub bidang ini mampu mengandalkan pengenalan terhadap berbagai pola pada deep learning sehingga mampu mengenali apa yang terdapat dalam foto bahkan video.

Dengan kecerdasannya, mesin bisa memproses, memahami, sekaligus menganalisis apa yang terdapat dalam gambar serta video. Kerennya, computer vision ini bisa melakukannya secara real time.

6. NLP (Natural language processing)

NLP atau dalam bahasa Indonesia artinya pemrosesan bahasa alamiah adalah kecerdasan komputer dalam memahami, menganalisis, serta menghasilkan bahasa layaknya manusia. Termasuk di dalamnya ujaran.

Jadi, teknologi ini memungkinkan manusia bisa melakukan komunikasi dengan mesin komputer dengan bahasa sehari hari untuk menyelesaikan tugas tugas hariannya.

Manfaat artificial intelligence

Sangat bermanfaat. Itulah dua kata yang tepat untuk menggambarkan betapa manfaat artificial intelligence itu nyata adanya.

Bisnis yang memanfaatkan teknologi ini dalam operasionalnya, mendapatkan banyak sekali keuntungan.

Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Menciptakan otomasi

Poin pertama ini tak ada sama sekali yang memperdebatkannya.

AI telah membuat banyak pekerjaan manusia bisa mereka ambil alih. 

Fakta otomasi ini ada dalam berbagai lini kehidupan dan bisnis manusia. Mulai dari komunikasi, transportasi, produk, hingga industri jasa.

Hal paling sederhana, kamu yang mau masuk jalan tol kini tak perlu ada lagi petugas yang menjaga. Pembayaran dilakukan dengan cashless dan gerbang bisa otomatis terbuka.

Lebih canggih lagi kini ada mobil otomatis sebagaimana produk Tesla. Manusia tak perlu mengemudikan setirnya, ia bisa sampai langsung ke tujuan.

Memang sih di Indonesia belum ada. Tapi di negara lain seperti AS ini sudah lumayan ramai kok.

Perusahaan bisa mengurangi biaya operasionalnya dengan berbagai otomasi dalam mesin mesinnya. Ujungnya tentu keuntungan lebih yang mereka dapat.

Hanya sayang, di sisi lain, ini juga mungkin akan memicu banyak PHK atau pengurangan pegawai. 

2. Pengambilan keputusan yang cerdas

Dalam proses bisnis, pengambilan keputusan adalah hal krusial.

Perusahaan akan berhasil manakala setiap keputusan yang mereka ambil on the track. Sesuai dengan apa yang semestinya.

Nah, agar keputusan bisa oke, maka pengambilannya harus selalu berdasarkan data.

AI dalam hal ini telah memungkinkan data data dapat diolah dengan cepat dan memberikan rekomendasi akurat.

Mulai dari mengkoordinir pengiriman data, melakukan analisis terhadap tren berkembang, belajar untuk menjaga konsistensi data, memberikan prediksi, bahkan mengukur berbagai hal yang tak pasti bagi bisnis.

Menariknya, hasil keputusan dari AI bahkan dalam aspek aspek tertentu bisa lebih oke dari manusia.

AI adalah mesin yang hanya menyampaikan sesuatu apa adanya (objektif). Beda dengan manusia yang memiliki emosi dan rentan dengan subjektivitas.

3. Meningkatkan customer experience

Dalam bisnis, pelanggan adalah ‘raja’.

Melayani pelanggan dengan sebaik baiknya menjadi salah satu kunci penting agar bisnis mampu bertahan bahkan berkembang.

Dalam hal ini, wujud teknologi AI juga ada yang bisa bisnis manfaatkan untuk meningkatkan customer experience, atau kesan pelanggan yang baik terhadap produk atau layanan.

Salah satu teknologi paling mutakhir ini adalah chatbot atau chat robot.

Bahkan chatbot ini kini tak hanya mampu membalas pesan secara template, namun makin lama memiliki kemampuan personalisasi yang baik.

Jadi, pelanggan seolah olah memang berkomunikasi dengan manusia.

Tentu saja, chatbot tak membutuhkan tidur. Dengan chatbot, pelanggan bisa terlayani 24 jam tanpa henti.

Nggak ada lagi pelanggan yang merasa terabaikan. Keren kan?

4. Kemajuan medis

Dalam dunia kesehatan, AI juga memberikan sumbangsih yang tidak sedikit.

Ada berbagai fitur produk AI yang bisa memudahkan perawatan medis manusia. Beberapa hal tersebut antara lain:

  • Memantau pasien dari jarak jauh (tracking pasien)
  • Memungkinkan diagnosis dan rekomendasi medis tanpa mengharuskan pasien datang ke rumah sakit bertatap muka dengan dokter.
  • Melakukan pemantauan penyakit menular, seperti Covid 19 yang menjadi pandemi hari ini.
  • Memberikan prediksi terhadap efek dan hasil dari penanganan penyakit menular.
Baca Juga:  Mengenal Employment Risk dan Penerapannya di Dunia Kerja

Di Indonesia, mungkin kita masih jarang menemukan berbagai teknologi AI untuk medis seperti di atas, namun di luar negeri ini sudah lumayan populer.

6. Memecahkan masalah kompleks

Dalam teknologinya yang paling mutakhir, AI juga nyatanya mampu untuk menyelesaikan berbagai persoanal manusia yang lebih rumit.

Kemampuan pemcehan yang dilakukannya bahkan meliputi lintas industri dalam bisnis manusia.

Misalnya:

  • Mampu mendeteksi adanya penipuan. Teknologi ini paling berguna terutama dalam industri perbankan.
  • Membangun interaksi dengan audiens secara lebih personal. Persis dalam bisnis advertising yang Google dan Facebook ads lakukan dalam mempersonalisasi konten iklan untuk audiensnya.
  • Membantu melakuka prakiraan cuaca

Berbagai hal yang AI lakukan telah membantu berbagai perusahaan jadi lebih produktif dan biaya operasionalnya jadi lebih efisien.

7. Mempertahankan kelangsungan bisnis

Hebatnya lagi, AI bukan hanya membantu bisnis meningkat profitnya, namun juga bisa membuat bisnis cepat pulih ketika risiko mungkin datang menghantamnya.

AI bisa membantu perusahaan mengelola manajemen risiko untuk memperkirakan berbagai kemungkinan buruk terjadi pada perusahaan.

Faktanya, berbagai risiko tak terduga bisa juga ditemukan dari proses analisis data oleh AI.

Bahkan lebih dari itu, dengan teknologi machine learning, perusahaan juga bisa membuat skenario untuk merancang strategi pemulihan bencana dengan cepat.

Perusahaan bisa memanfaatkan AI untuk ini.

8. Mengelola pekerjaan dan tugas berulang

Benar. Tak semua proses bisnis bisa melibatkan AI.

Namun untuk berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan dengan pola berulang ulang, menggunakan AI adalah jalan yang bagus.

Terutama, dalam kegiatan kegiatan yang sifatnya digital.

Dengan bantuan AI dalam wujud otamasi proses robotik, perusahaan bisa terhindar dari berbagai pekerjaan melelahkan.

Misalnya pekerjaan untuk bidang bidang administrasi di lini sebagai berikut:

  • Sumber daya manusia (SDM)
  • Teknologi Informasi
  • Pemasaran
  • Penjualan

Meskipun investasi awal untuk membangun sistemnya mungkin mahal, namun mengotomatisasikan pekerjaan administratif bisa jadi bentuk penghematan jangka panjang.

9. Meminimalisir Kesalahan

Secara potensi, akal manusia memang lebih hebat dibandingkan mesin atau teknologi AI.

Toh, faktanya AI juga yang menciptakannya manusia kan?

Namun, dalam hal keakuratan memproses sesuatu, AI bisa jadi lebih teliti. 

Kerja kerja penuh dengan kebutuhan atas keterlibatan keteltian akan sangat membantu perusahaan ketika menggunakan AI.

Contoh saja pekerjaan seperti entry data.

Ketika manusia melakukannya dengan cara manual, ia mungkin terganggu dengan rasa kantuk dan tak fokus. Biasanya, sangat mungkin ada beberapa data yang terinput dengan keliru.

Hal semacam ini dapat terminimalisir manakala manusia menggunakan AI untuk otomatisasi pekerjaannya.

10. Meningkatkan efisiensi bisnis

Ketika banyak pekerjaan manusia serahkan kepada AI, bukan berarti sebaiknya perusahaan mem PHK banyak karyawan dan membuat mereka menganggur.

Pilihan lebih tepat adalah dengan mengalokasikan energi karyawan tersebut kepada pekerjaan pekerjaan lain yang lebih membutuhkan sentuhan manual.

Kalau cara ini perusahaan jalankan dengan tepat, bukan tak mungkin akan jadi saluran dalam mempercepat akselerasi bisnis.

Contoh kecerdasan buatan paling berguna dalam kehidupan

Ada banyak sekali sebenarnya contoh kecerdasan buatan dalam kehidupan manusia.

Baik wujud dari neural networks, machine learning, hingga deep learning.

Kalau kami jabarkan semuanya, pasti akan sangat panjang.

Oleh karena itu, kami hanya akan menyajikan 8 contoh saja yang paling berguna bagi kehidupan manusia. Kemungkinan besar, berbagai contoh ini sangat sering kamu gunakan.

Mari kita lihat satu persatu.

Google Maps dan Aplikasi Petunjuk Jalan

Dulu, ketika belum ada AI, orang yang hendak pergi ke suatu tujuan perlu melakukan banyak hal.

Misalnya mengingat rute, bertanya kepada warga warga di perjalanan, hingga mendapati pengalaman nyasar ke tempat yang tak diketahui.

Kini, AI telah menghasilkan aplikasi semacam Google Maps.

Dengan bantuannya, kamu tak perlu repot repot dengan hal itu. Google Maps bisa menunjuki jalan mana yang harus kamu lalui.

Lurus? Belok kanan? Belok kiri?

Semunya bisa Google pandu. Bahkan dengan asisten yang menyampaikan suara dalam bahasa manusia. Keren ya?

Bahkan, Google Maps juga bisa mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi tujuan.

Bagi kamu yang tinggal di daerah macet, aplikasi ini juga bisa mendeteksi titik titik kemacetan. Kamu jadi tahu mana jalan paling tepat ke tujuan. Iya kan?

Alat deteksi dan pengenalan wajah

Berapa wajah yang mungkin bisa manusia ingat dan kenali sepanjang hidupnya? Tak banyak. Mungkin hanya ratusan jika dihitung. Bisa jadi ribuan, tapi mungkin jarang.

Baca Juga:  Manajemen : Pengertian Ahli, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, dan Jenis

Kecerdasan buatan telah melampaui manusia dalam produk deteksi wajah ini.

AI bisa mengenali keunikan manusia yang jumlahnya bisa jadi lebih banyak dari yang mampu manusia kenali.

Dengan kecerdasan buatan ini, muncul aplikasi yang bisa mengenali bentuk dan garis wajah mulai dari mata, hidung, bibir, mulut, dan lainnya.

Semua dikenali secara unik.

Mengapa bisa demikian? Hal ini karena teknologi AI ini sudah terlatih untuk mengidentifikasi berbagai kordinat wajah dalam berbagai level.

Kamu bisa menemukan teknologi ini dengan mudah bukan?

Mulai dari absensi virtual, kemanan HP, kemananan saat bermain sosial media, verifikasi akun, hingga pengawasan di berbagai tempat seperti bandara.

Editor teks (Auto correct)

Masalah salah ketika saat menulis dalam dokumen atau berkirim pesan juga kini AI bantu selesaikan.

Di ponsel smartphone misalnya, kamu bisa mengaktifkan fitur autocorrect saat mengetik.

Jadi, ketika kamu menulis pesan dengan tulisan ‘pergo’, maka sistem AI dalam ponsel akan menyarankan dan mengubah pergo menjadi pergi.

Bagi kamu yang kerjanya menulis di dokumen, kamu juga bisa menggunakan aplikasi pengetikan dengan fitur editor otomatis semacam ini.

Salah satu yang paling populer adalah Google Docs.

Ketika kamu mengetik di Google Docs, typo atau salah ketik akan ditandai dengan garis peringatan di bawah tulisannya. Kamu jadi bisa tau kata mana saja yang masih salah lalu memperbaikinya tanpa mengamati kata satu per satu.

Memang, sejauh ini kadang masih kurang sempurna, tapi AI terprogram untuk belajar dari data data baru untuk menyempurnakan kemampuannya.

Algoritma mesin pencari serta rekomendasi

Seberapa sering kamu menggunakan mesin pencari untuk menemukan berbagai informasi?

Pasti sering kan?

Ketika kamu mengetikan ‘kata kunci’ di platform seperti Google, maka Google bisa membantumu untuk menemukan artikel atau konten paling relevan dengan kebutuhanmu.

Ketahuilah, bahwa itu juga merupakan produk AI.

Google menggunakan algoritma tertentu untuk mengolah data data dari seluruh situs dan blog di penjuru dunia lalu merekomendasikan yang paling relevan dengan kebutuhanmu.

Bahkan, kini kata kunci bukan hanya bisa kamu sampaikan secara tertulis. Kamu juga bisa menyampaikannya dengan suara.

Untuk menanggulangi problem user merasa hasil pencarian yang Google tampilkan tak relevan, Google juga memanfaatkan AI untuk memberikan rekomendasi kata kunci yang berhubungan.

Media sosial

Produk yang penuh berisi AI lainnya adalah media sosial.

Kamu punya Facebook?

Biar kami contohkan beberapa perbuatan AI di platform ini:

  • Facebook bisa mendeteksi konten konten yang tak sesuai dengan standarnya. Sistem AI mereka mampu secara langsung memberikan peringatan bagi kamu yang tak nurut dengan standar komunitas miliki Facebook.
  • Ketika kamu sering berinteraksi dengan orang, halaman, atau grup dengan topik tertentu, Facebook selanjutnya akan terus mempertemukanmu dengan konten konten sejenis dari sumber sumber lain. Jadi, Facebook mendorongmu ada di Circle tertentu.
  • Kamu sering menjumpai iklan di Facebook kan? Pernahkah kamu berpikir iklan yang datang sesuai dengan isi pikiranmu? Jika iya, wajar saja. Karena Faecebook juga menggunakan AI untuk kepentingan relevansi iklan.
  • Pernahkah kamu tiba tiba disarankan Facebook untuk menandai diri ketika ada orang yang mengupload fotomu? Jika iya, itu bukti bahwa Facebook juga menggunakan sistem AI berupa deteksi wajah.

Sebenarnya masih banyak sih. Itu hanya contoh saja. 

Faktanya bukan hanya Facebook, di berbagai platform media sosial lainnya, AI juga hadir dan terlibat. Kamu pasti merasakan kehadirannya kok.

Bagaimana sebaiknya manusia menyikapi AI?

Tak ada yang bisa meragukan. AI memang membawa manfaat bagi kehidupan umat manusia.

Hanya saja, bukan berarti AI membawa dampak negatif artificial intelligence. 

Belakangan ini, ramai orang orang mempertanyakan prilaku manusia yang semakin jauh dari kehidupan sosial.

Ketika AI membantu segala urusan mereka dibalik layar ponsel, banyak orang lebih sibuk dengan ponsel ketimbang sesamanya.

Ujungnya, banyak yang bersikap asosial.

Lantas, apa yang perlu kita lakukan?

1. Menyadari AI sebagai bagian perkembangan teknologi

Setiap waktu, manusia terus berusaha menemukan teknik teknik terbaik dalam memudahkan urusan kehidupannya. Teknologi itu adalah hasil dari upaya pencarian tersebut. Termasuk AI.

Sebagai manusia, kita perlu menyadari ini: Teknologi ada untuk memudahkan.

Maka manfaatkanlah kemudahan kemudahan itu. Kita jangan luput untuk mempelajari dan mencoba teknologi baru. Bukan tak mungkin itu bisa memudahkan urusan kita semua.

2. Memberi batasan dan tak bersikap berlebihan

Kendati memanfaatkan, kita juga perlu punya kendali diri. Kecanggihan AI jangan sampai membuat kita terlena dengan kewajiban kewajiban di dunia nyata.

Artificial intelligence adalah dua sisi mata uang. Menghadirkan banyak sisi positif meski ada negatifnya. Namun sebagai manusia berakal, kita tentu bisa menilai mana saja yang baik untuk diambil dan buruk untuk dibuang.

Oke?

Share:

Tinggalkan komentar