DISC Personality Test : Pengertian, Manfaat, Tipe Kepribadian & Contoh

DISC Personality test merupakan salah satu instrumen favorit perusahaan untuk mengukur kepribadian pelamar kerja. Biasanya, tes ini diujikan sebagai bagian dari tes psikotes.

Tes ini memang lumayan unik, karena fungsinya bisa memetakan kepribadian orang dengan relevan dalam dunia kerja.

Bagi kamu yang belum tahu banyak tentang jenis tes ini, meluangkan waktu sekitar 5 menit untuk membaca artikel ini tak akan rugi. Tugas Karyawan akan mengupas secara tuntas mengenai DISC.

Pengertian Tes DISC

DISC adalah singkatan dari Dominance (Dominasi), Influence (Pengaruh), Steadiness (Stabil), dan Compliance/ Conscientiousness (Patuh).

Istilah ini merujuk pada konsep penilaian kepribadian yang berpijak pada pandangan bahwa setiap orang punya seperangkat nilai, keyakinan, dan perspektif masing masing.

Kenyataan ini perlu diukur agar masing masing orang dengan perbedaan karakter dapat saling berempati satu sama lain. Ada sikap saling memahami ketika terjadi berbagai persoalan dalam kehidupan.

Berdasarkan gagasan pendirinya, yakni William Moulton Marston, manusia pada umumnya terbagi ke dalam empat tipe. Tipe tipe itulah yang menjadi komponen singkatan dari DISC.

Ada orang yang lekat dengan karakter ‘dominasi’, ‘pengaruh’, ‘stabil’, dan ‘patuh’. Masing masing memiliki keunikannya tersendiri dan kita akan membahasnya di bagian bawah.

Manfaat Tes DISC

Mengapa perlu memberikan tes DISC? Tentu karena ada manfaat tes DISC yang bisa mereka dapatkan. Sebagai calon karyawan, kamu juga sebaiknya memahami alasannya

Berikut beberapa manfaatnya:

  • Tes ini membantu perusahaan memahami karakter karyawan yang kelak akan bergabung sebagai bagian integral dari proses kerjanya.
  • Bagi karyawan secara kolektif, memahami tipe kepribadian rekan sejawat melalui tes DISC bisa membantu menumbuhkan sikap empati ketika bekerja di dalam tim.
  • Tes ini juga bisa berguna untuk pemetaan tugas dalam suatu tim kerja, sehingga setiap orang bisa menjalankan perannya secara optimal sesuai kapasitas dan karakternya.
  • Bagi kamu sebagai pribadi, bisa membantu untuk mengenal kelebihan dan kekurangan diri, sekaligus menjadi dasar memetakan masa depan.

Tipe Kepribadian Tes DISC

Sebagaimana sudah kami singgung, output dari tes ini berupa pemetaan karakter. Pembuat model DISC dan para pengembangnya sudah melakukan penelitian dan memetakan kepribadian manusia dalam 4 tipe.

Setiap tipe punya keunikannya tersendiri. Baik dalam aspek kecenderungan, kekuatan, kelemahan, hingga cara mengembangkan diri.

Salah satu lembaga pengembangan diri yakni Crystal Knows secara panjang lebar mengenai rincian karakter masing masing tipe. Tugas Karyawan mencoba menyederhanakannya untuk kamu.

Tipe Dominance (Dominan)

Tipe ini cocok disebut sebagai tipe kapten. Nilai nilai untuk menjadi pemimpin dan orang dengan pengaruh tinggi terkumpul dalam tipe ini. 

Ia sosok dengan kemauan keras, banyak akal, dan mandiri dalam mewujudkan segala tujuannya. Tipe ini juga senang dengan situasi persaingan kompetitif, senang berdebat dan kuat mental dari pengaruh orang lain.

Kekuatan Tipe D

Tipe ini punya cukup banyak kekuatan sekaligus jadi keunikannya. Kekuatan Tipe D antara lain:

  • Mampu berkomunikasi secara langsung dengan menggunakan dasar fakta serta bahasa yang informal
  • Orientasinya adalah hasil serta harapan yang realistis (terbayang dalam jangkauan)
  • Sikapnya tegas 
  • Ketika memberi keputusan, keputusan yang ia buat bersifat konklusif.
  • Mampu memberikan motivasi kepada orang lain dengan cara menciptakan berbagai kultur kompetitif.
  • Punya keterampilan mengarahkan orang lain secara impersonal (dalam forum atau secara umum kepada banyak orang) dengan tepat dan jelas.
  • Kerap mengekspresikan keinginan untuk mengontrol orang lain dan memiliki wewenang untuk mengelola.
  • Mampu bekerja dalam perasaan yang terdesak
Baca Juga:  Outsourcing: Pengertian, Peraturan, Kelebihan, Kekurangan, Gaji & Tips

Kelemahan Tipe D

Meskipun punya kepribadian kuat, ada titik titik rapuh pada diri seorang dominan. Kelemahan tipe D antara lain:

  • Ketika menyelesaikan masalah, tipe ini cenderung tak mau melibatkan orang lain karena dianggap membuat segalanya jadi lambat.
  • Kerap mengabaikan hal hal detail semata karena menginginkan sesuatu terwujud dengan waktu singkat.
  • Saat memberikan instruksi terperinci kepada orang lain, tipe D kerap menunjukan ketidaksabaran.
  • Kerap terdorong untuk mengkritik orang yang punya pandangan berbeda mengenai penting atau tidaknya suatu hal.
  • Saking senangnya mengarahkan orang, tipe D kerap menutup pintu orang lain untuk bertanya dan mendiskusikan potensi masalah.
  • Reaksinya kerapkali terlalu agresif saat menemukan orang lain berusaha membatasi kewenangannya.

Bagaimana Tipe D bisa berkembang?

Jika kamu tergolong dalam tipe ini, kamu sebaiknya melakukan hal hal berikut ini:

  • Sering sering bicara dengan orang lain supaya bisa mendapatkan wawasan mengenai hal detail yang mungkin terabaikan. 
  • Ketika ada orang yang membutuhkan bantuan, berusaha untuk berkomunikasi secara intim dengan orang tersebut.
  • Saat ingin melakukan perubahan besar yang melibatkan orang lain, cobalah untuk melakukannya secara bertahap dan beri tahu orang lain dulu.

Pekerjaan Tepat untuk Tipe D

Ada beberapa jenis pekerjaan dengan tingkat kecocokan tinggi bagi pemilik kepribadian tipe D. Antara lain:

  • CEO
  • Founder
  • Pengacara
  • Polisi
  • Pengusaha
  • Manajer Operasional
  • Eksekutif

Tipe Influence  (Pengaruh)

Orang orang dalam tipe ini punya kecenderungan layaknya motivator. 

Selalu tampak ceria, antusias, serta supel. Senang menikmati hubungan dengan orang orang baru dan mampu membawa kesan santai ketika berinteraksi dengan orang lain.

Kekuatan Tipe I

Secara umum, kekuatan tipe I ada pada kemampuannya berinteraksi dengan orang lain. Berikut rinciannya:

  • Kerap memprioritaskan hubungan dan interaksi yang sifatnya personal (pribadi)
  • Senang memfasilitasi orang lain (kelompok) untuk bertukar pikiran ketika menjumpai suatu permasalahan.
  • Ketika membantu orang lain mengembangkan diri, ia sering menyampaikan dorongan bersifat verbal.
  • Bisa berkomunikasi dengan cara spontan namun tetap ekspresif dan menampakan emosinya.
  • Bisa melakukan improvisasi dengan cepat.
  • Pandai memanajemen waktu dengan cara pengelolaan yang fleksibel.
  • Paham bagaimana cara terbaik untuk memotivasi orang lain untuk melakukan tindakan tertentu.
  • Mampu memberikan energi positif untuk tim kerja seperti suasana senang dan ramai.

Kelemahan Tipe I

Di balik keceriaan sosok tipe influence, ada juga aneka kekurangan yang perlu disadarinya. Di antaranya:

  • Kadang kadang ekspektasi terhadap orang lain atau situasi terlalu optimis.
  • Bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk interaksi dengan orang lain ketimbang bersegera melaksanakan tugasnya.
  • Sulit untuk ikut dalam suatu ritme kerja dengan rutinitas konsisten dan teratur.
  • Ketika sesuatu sebenarnya lebih membutuhkan perencanaan, tipe I kerap lebih cenderung percaya dengan firasat.
  • Suka gagal fokus dan terganggu oleh ide yang terlalu banyak.
  • Cenderung menghindari keputusan baik ketika orang orang banyak tak setuju dan menganggapnya buruk
Baca Juga:  16PF Personalities: Pengertian, Tipe Kepribadian, Kekuatan & Kelemahan

Bagaimana Tipe I bisa Berkembang?

Apakah kamu termasuk dalam tipe I? Jika kira kira iya, maka kamu bisa ikuti beberapa cara berikut ini agar bertumbuh:

  • Sebelum mewujudkan suatu ide, cobalah buat perencanaan, terutama ketika melibatkan orang lain.
  • Ketika kamu merasa mudah frustasi dengan keadaan, coba istirahat sejenak dan tulis instruksi dari atasan.
  • Coba berlatih fokus dengan cara mengerjakan dua buah proyek dalam satu waktu.

Pekerjaan yang cocok bagi Tipe I

Dengan segala kekuatan dan kelemahannya, seseorang dengan tipe I bisa mencoba untuk berkarir dengan pekerjaan dan posisi sebagai berikut:

  • Humas/Direktur Humas
  • Makelar barang 
  • Artis
  • Copywriter
  • Desainer
  • Biro perjalanan
  • Artis atau pemusik
  • Influencer

Tipe Steadiness (Stabil)

Seseorang dengan kepribadian ini dapat digambarkan sebagai seorang pendukung atau pengikut yang baik,

Dalam dirinya, terkumpul berbagai karakter stabil. Mulai dari ketenangan, kesabaran, sikap respect kepada orang lain, dan berusaha menjaga keharmonisan lingkungan tempatnya berada.

Kekuatan Tipe S

Si stabil ini memang pendiam. Namun, dibalik diamnya, ia menyimpan beberapa kekuatan berikut:

  • Selalu siap membantu apabila orang lain membutuhkan.
  • Dapat menindaklanjuti instruksi dengan teratur.
  • Ketika menanggapi pertanyaan orang lain, ia mau menjawabnya dengan sabar dan penuh pengertian.
  • Senang meminta feedback secara berkala.
  • Memperhatikan kebutuhan orang lain dengan baik.

Kelemahan Tipe S

Selain sisi positif, tipe ini juga menyimpan beberapa problem pada dirinya. Berikut di antaranya:

  • Cenderung tak berterus terang saat menyampaikan hal hal yang dianggapnya negatif.
  • Saat sikap tegas mestinya terjadi, tipe S malah cenderung bersikap terlalu pasif.
  • Ketika orang lain perlu diberi saran, tipe ini cenderung memilih diam karena menghindari konfrontasi.
  • Menunda keputusan yang melibatkan konflik antar pribadi.

Bagaimana Tipe S bisa berkembang?

Apabila kamu tergolong dalam tipe ini, ada baiknya melakukan hal hal berikut ini agar bisa bertumbuh jadi lebih baik:

  • Berlatih untuk mengendalikan situasi dengan menunjukan kepada orang lain bahwa tipe S ini sedang berusaha melakukan proses pengambilan keputusan.
  • Berusaha untuk berkomunikasi secara empatik saat melalui masa konflik. Jangan diem diem bae.
  • Mulailah berusaha berbagi masukan dengan orang lain saat menjumpai masalah.

Pekerjaan yang cocok bagi Tipe S

Dengan berbagai sikap yang terkumpul dalam dirinya, Tipe S cocok untuk melakoni beberapa pekerjaan tertentu. Potensinya dapat terarah jika mencoba berkarir untuk menggeluti pekerjaan berikut ini:

  • HRD /Manajer HRD
  • Dokter
  • Konselor
  • Perawat
  • Customer Service

Tipe Compliance (Patuh)

Terakhir, ada tipe compliance. Berbagai karakter yang melekat dalam tipe ini membuatnya layak disebut sebagai tipe Analyst.

Orang orang dengan tipe C cenderung punya objektivitas tinggi. Sosoknya senang mempertanyakan sesuatu (skeptis) dan mampu bertindak dengan pertimbangan logis.Ketika menjumpai masalah, mereka mengedepankan sikap analitis (mengacu kepada fakta).

Kekuatan Tipe C

Tipe dengan tingkat fokus yang tinggi ini setidaknya memiliki beberapa kekuatan:

  • Keputusan yang dihasilkannya tidak berdasarkan emosional, tapi lebih objektif.
  • Menilai orang atau keadaan sekitarnya dengan cara pandang realistis.
  • Bisa mempertahankan sikap serius ketika berada dalam tempat kerja.
  • Peka ketika melihat ada orang lain yang kurang tulus dalam melakukan suatu hal.
  • Ketika memberi tugas, ia mampu memberi prosedurnya dengan jelas.
  • Saat menjumpai masalah, tipe C menyelesaikannya dengan metode tertentu.
  • Senang menganalisis informasi bahkan dalam jumlah besar.

Kelemahan Tipe C

Apabila kamu termasuk tipe C, maka kamu harus menyadari beberapa kelemahanmu:

  • Karena saking ingin sempurnanya menerapkan solusi, sampai sampai solusinya tak bisa ia terapkan.
  • Terlalu banyak mengambil waktu sebelum mengambil keputusan.
  • Mudah terdorong untuk mengkritik orang lain yang tak sesuai standarnya.
  • Tidak senang ketika dibantu oleh orang yang tak menggunakan sistematika tertentu ketika menjalankan pekerjaan.
Baca Juga:  VPN tarumanagara Solusi Aman Login KlikBCA 100% Gratis

Bagaimana Tipe C bisa bertumbuh?

Andaikata kamu merasa tergolong dalam tipe C, kamu bisa melakukan berbagai upaya untuk menutupi kelemahanmu. Coba lakukan hal hal berikut:

  • Cobalah sesekali berbagi pekerjaan dengan anggota tim lain.
  • Berpikirlah terbuka terhadap keunikan orang lain. Mungkin saja perbedaan orang lain itu adalah kekuatannya.
  • Kalau bisa, bergabunglah dengan orang orang dengan pendekatan sederhana dan langsung ketika bekerja dalam sebuah tim.

Pekerjaan yang cocok bagi Tipe C

Berdasarkan berbagai sifat yang terkumpul dalam dirinya, pribadi dengan Tipe C bisa sangat cocok jika berkarir dalam pekerjaan tertentu. Beberapa di antaranya adalah:

  • Software engineer
  • Data science
  • Developer software
  • Analis keuangan
  • Insinyur atau direktur teknik
  • Pekerjaan administrasi

Contoh Tes DISC dan Jawabannya

Mungkin setelah membaca sampai sini, kamu tertarik untuk mengetahui wujud dari Tes DISC.

Kamu tak perlu menunggu panggilan perusahaan untuk melihat langsung bagaimana contoh tes DISC dan jawabannya.

Kami coba bagikan beberapa gambar berikut ini sebagai gambaran. Berikut ini beberapa contoh soal tes DISC:

Bagaimana cara menjawab tes DISC? 

Kamu sebenarnya tak membutuhkan kunci jawaban. 

Sebagaimana fungsinya, tes ini tujuannya untuk memetakan kepribadian.

Jadi, jawablah sesuai dengan cerminan diri. Tak perlu mencoba memikirkan mana pilihan terbaik di antara sekian banyak pilihan. Recruiter di perusahaan hanya membutuhkan jawaban sebenarnya.

Andaikata kamu menipu diri dengan menjawab hal hal yang tak sesuai dengan kepribadianmu, itu bisa jadi malah membuatmu kerepotan ketika benar benar terjun di dunia kerja.

Perusahaan juga mungkin mengumpulkan hasil Tes DISC untuk jadi panduan penempatan posisi kerjamu. 

Coba bayangkan andaikata kamu dapat posisi kerja yang tak sesuai dengan kepribadianmu? Bisa sih sebenarnya, tapi pasti ada masalah dan upaya ekstra untuk kamu keluarkan.

Tes DISC Online

Jika kamu mau, sebenarnya kamu juga bisa melakukan tes ini secara mandiri. 

Beberapa situs membuka kesempatan uji tes DISC secara berbayar, namun sebagiannya lagi membagi kesempatan dengan gratis untuk user nya. 

Tentu saja akurasinya berbeda. Tes berbayar umumnya memiliki instrumen lebih detail dan profesional. Sementara untuk versi gratisan, jumlah pertanyaan biasanya tak begitu banyak.

Namun jika penasaran, kamu bisa mengunjungi beberapa situs tes DISC online berikut ini.

Kamu bisa coba satu satu. Mudah mudahan tes yang kamu dapat memang cocok dengan karaktermu. Dengan demikian, secara pribadi kamu bisa memetakan diri untuk masa depan.

Penutup

Ada banyak sebenarnya tes tes semisal DISC. Tes yang berusaha menemukan berbagai tipe kepribadian manusia. Semuanya punya tujuan baik, untuk membantu manusia melakukan refleksi diri lalu menentukan jalan paling tepat untuk melangkah di masa depan.

Namun bagaimanapun juga, hasil hasil tes semacam ini tak mungkin akurat 100%. Pasti ada saja kasus kasus yang di luar keumuman. Jumlahnya sih biasanya lebih sedikit.

Makanya, bukan berarti mempelajari dan menggunakan tes ini sebagai parameter adalah jalan yang salah dan sia sia. Faktanya, banyak orang dan perusahaan sudah merasakan berbagai manfaat dari tes DISC Personality test.

Baca juga

Share:

Tinggalkan komentar