Memahami Perbedaan Sales dan Marketing dalam 5 Menit

Perbedaan sales dan marketing penting untuk kamu ketahui. Apalagi jika kamu ingin terjun dalam dunia bisnis. Baik sebagai owner maupun sebagai karyawan yang berkarir di perusahaan.

Banyak orang yang menganggap keduanya sama. Padahal sales dan marketing adalah dua hal berbeda. Kamu belum tahu bedanya?

Jika keduanya masih membuatmu bingung, sediakan waktu 3 hingga 5 menit untuk membaca artikel Tugas Karyawan ini. Kami akan bantu kamu memahaminya.

Perbedaan sales dan marketing

Pada dasarnya, keduanya ibarat dua keping mata uang. Tak bisa perusahaan pisahkan dalam upaya meningkatkan profit. Namun dalam beberapa aspek, keduanya punya perbedaan mendasar.

Sebelum kami ulas satu persatu bedanya, kamu bisa coba perhatikan tabel di bawah ini:

Faktor PembedaSalesMarketing
TujuanPenjualanPositioning perusahaan
Orientasi berpikirTaktik (jangka pendek)Strategi (jangka panjang)
Dasar pengetahuanTeknikalEksekusi
KetertarikanPelangganBrand
AudiensPelangganPelanggan, investor, masyarakat

Sudah paham bedanya? Mungkin sebagian dari kamu sudah ada yang bisa menangkap jelas perbedaan di antara keduanya.

Jika sudah, kamu bisa pergi untuk membaca artikel Tugas Karyawan yang lain. Tapi jika belum, lanjutkan membaca untuk menyimak kami mengulasnya satu per-satu.

Tujuan

  • Mereka yang bekerja sebagai bagian dari sales, bergerak untuk mendapatkan penjualan sebanyak-banyaknya. Hanya itu saja yang ada dalam kepalanya. Tak ada tujuan lain.
  • Berbeda dengan dengan marketing. Kerja-kerja orang di bidang ini berfokus untuk membangun positioning perusahaan. Berusaha agar perusahaan mendapatkan tempat yang baik di tengah industri atau pasar (target market) tertentu. Sekalipun marketing punya harapan juga agar produk dan layanan perusahaan terjual, tapi tujuan mereka buka jualan secara langsung.

Orientasi berpikir

  • Seorang sales dalam perusahaan menyumbangkan pemikirannya untuk mengeluarkan taktik-taktik jangka pendek agar penjualan bisa terjadi. Misalnya bagaimana menjual 2000 barang dalam satu minggu? Jadi, memang mereka terbiasa dengan target yang harus tuntas dalam waktu lebih singkat.
  • Beda dengan marketing yang harus berpikir strategi. Orang-orang di bidang ini harus memikirkan bagaimana caranya agar penjualan perusahaan sukses dalam jangka panjang. Dengan kata lain, sifatnya berkelanjutan, bukan cuma harian, mingguan, atau bulanan. Maka dari itu, variabel yang orang marketing pikirkan lebih banyak dan luas.

Dasar Pengetahuan

  • Pengetahuan dasar untuk mengeksekusi penjualan harus ada dalam diri seorang sales. Hal inilah yang jadi pondasi pengetahuan bagi seorang sales agar mampu bekerja dengan baik. Jadi harus bisa mencari barang mau dijual orang yang mana? Bagaimana negosiasinya? Bagaimana closing-nya?
  • Berbeda dengan bagian pemasaran. Tugas marketing adalah mengetahui berbagai hal teknikal. Tentu saja berikut dengan cara menerapkan, mengukur,bahkan membaca dan menyampaikan pelaporannya. Mulai dari desain dan analisis web, CRM, statistic dan pelaporan, periklanan, dan banyak lagi. Karena lebih banyak, tidak heran memang marketing lebih banyak duduk di kantor ketimbang sales yang keluyuran kemana-mana.

Ketertarikan

  • Bagi seorang sales, mereka harus mencintai pelanggannya saja. Fokusnya hanya memikirkan bagaimana caranya agar kebutuhan dan keinginan pelanggan terlayani. Dengan demikian, pelanggan menghubungi mereka secara berulang untuk membeli produk dan layanan terus menerus.
  • Sebenarnya, pekerja di bidang marketing juga harus cinta pelanggan. Namun dibalik itu, mereka juga harus sadar bahwa faktor penting untuk membuat pelanggan cinta pada perusahaan adalah brand bisnisnya, Maka dari itu, para marketer harus menaruh minat yang tinggi untuk membuat pelanggannya cinta dengan brand.

Audiens

  • Bagi pekerja di bidang sales, audiens yang mereka hadapi dan pikirkan hanyalah pelanggan. Customer memang jadi hampir menjadi perhatian seluruh kegiatan sales.
  • Beda halnya dengan bagian pemasaran, mereka tak hanya perlu menyiapkan diri untuk berhadapan dengan pelanggan. Mereka juga perlu pikirkan mitra-mitra lain yang mendukung kemajuan perusahaan dalam jangka panjang. Misalnya investor, masyarakat secara umum, dan lainnya.

Nah, dari titik perbedaan-perbedaan tersebut, kita akan temukan bahwa tugas keduanya berbeda. Mari kita bahas perbedaan tugas-tugasnya dengan perspektif saling berhubungan antara keduanya.

Tugas utama sales (penjualan)

Masih bertanya sales itu apa ya? Mudah-mudahan tidak ya. Dari perbedaan-perbedaan di atas, rasanya sudah jelas jawabannya.

Tapi agar semakin jelas, kamu bisa baca juga tugas sales yang semuanya berhubungan dengan pelanggan dan penjualan berikut ini:

1. Menjual produk dan layanan perusahaan

Seorang sales harus aktif dengan berbagai cara untuk menawarkannya ke target market. Caranya? Macam-macam.

Bisa dengan melakukan private chat, telpon, samperin orang-orang di keramaian, menawarkan barang ke toko-toko, ketuk pintu rumah-rumah, dan sebagainya.

2. Melakukan rekap penjualan dengan menyeluruh

Sebagai data untuk mengukur kerja sesuai target atau tidak, maka sales juga harus merekap penjualannya dalam rentang waktu tertentu. Rekap ini manfaatnya untuk jadi bahan evaluasi agar kinerjanya semakin oke lagi.

3. Menjalin hubungan dengan sebanyak mungkin orang

Semakin banyak prospek yang sales kenal, maka semakin banyak juga target orang yang bisa mereka juali. Makanya seorang sales kenalannya harus banyak. Mereka harus membuka jaringan ke sebanyak mungkin orang.

4. Melakukan perencanaan penjualan

Meski sales berkejaran dengan target jangka pendek, tapi bukan berarti kerjanya asal dan tak beraturan. Mereka juga harus membuat perencanaan supaya targetnya bisa tercapai sesuai harapan. Setiap tempat dan waktu bisa jadi butuh rencana yang beda-beda, maka perlu rumusan yang fleksibel.

5. Menjamin kepuasaan pelanggan

Sales adalah wakil perusahaan yang paling dekat dengan pelanggan. Jadi, merekalah orang dengan kadar paling mungkin memberi jaminan bahwa pelanggan puas-puas dengan produk serta layanan perusahaan. Selain beri layanan yang oke, bisa juga sales minta feedback buat bahan evaluasi.

Tugas utama marketing (pemasaran)

Tugas pekerja di bidang marketing ini sebenarnya banyak banget. Sebelumnya Tugas Karyawan juga sudah menulisnya. Tapi dari sekian tugasnya, kami ulas lagi 5 hal yang termasuk paling utama.

1. Memikirkan kebutuhan dan keinginan pelanggan

Sebelum sales menjual produk ke pelanggan, marketing perlu memastikan bahwa produk yang sales tawarkan untuk bisa sesuai dengan kebutuhan mereka. Marketing bisa bantu sales  dengan memoles produk agar bisa lebih mudah closing.

2. Memikirkan strategi pemasaran produk

Kerja seorang sales bisa semakin mudah ketika marketing pada saat bersamaan menerapkan strategi pemasaran ciamik. Ketika banyak orang sudah tahu produk, merk, dan punya citra positif terhadap produk, maka kemungkinan closing terjadi oleh sales makin tinggi.

3. Menentukan harga dengan basis riset

Menetapkan harga itu nggak sembarangan. Kasihan kalau sales dibiarkan menjual barang yang murahan tapi harganya nggak sesuai (dipatok kemahalan). Pada titik ini marketing harus bekerja menentukan harga paling pas dan wajar untuk setiap produk dan layanan melalui riset,

4. Membangun kepercayaan dan citra positif

Tahukah kamu, seringkali orang membeli produk atau menggunakan layanan bukan karena kualitasnya, tapi karena percaya dengan citra positifnya. Ketika pelanggan dihadapkan pada dua produk dengan kualitas sama, faktor nilai merek jadi penentu. Nah, ini tugas marketing untuk membangunnya.

5. Mewujudkan harapan konsumen

Feedback produk dari pelanggan mungkin akan lebih mudah sampai kepada sales. Bisa jadi sales lebih punya wawasan soal hal ini, tetapi marketing punya tugas untuk mengeksekusi berbagai feedback tersebut. Terutama, soal harapan-harapan konsumen terhadap produk dan perusahaan.

Nah, itulah berbagai perbedaan tugas sales dan marketing yang utama dan bisa kamu pahami.

Dari perbandingan tugas di atas, jelas bahwa meski perbedaan sales dan marketing itu nyata adanya, keduanya saling berhubungan. Kerjanya membantu satu sama lain. Bahkan, tidak bisa dipisahkan meski maut memisahkan, persis seperti cinta aku dan kamu. Ciee..

Baca juga:

Rate this post
Share:

Tinggalkan komentar