Sekolah Marshaller: Syarat, Biaya, Keuntungan, dan Rekomendasi Tempat

Sekolah Marshaller akan mewujudkan impian kamu sebagai juru parkir pesawat. Mau tak mau, jika kamu ingin berkarir di bidang ini, kamu perlu melalui sekolah ini hingga tuntas.

Jangan pernah menganggap remeh profesi Aircraft Marshaller yang jadi jebolan sekolah ini lho!. Meski tugasnya ‘hanya’ mengatur parkir, tapi gaji dan gengsinya jelas jauh lebih mentereng. Bahkan, ketimbang pekerjaan yang identik dengan kerah dan dasi.

Untuk memandu kamu yang tertarik belajar secara formal menjadi Marshaller, Tugas Karyawan akan membagikan hal-hal penting untuk bahan persiapanmu.

Syarat Sekolah Marshaller

Sama seperti berbagai jenis pendidikan lainnya, terdapat syarat sekolah Marshaller yang mesti kamu penuhi. 

Sebelum menjelajah mencari sekolah terbaik dan menjalani program pendidikannya, kamu perlu pastikan bahwa kamu memiliki syarat-syarat berikut ini:

  • Syarat usia, biasanya berkisar 18 tahun hingga 27 tahun
  • Telah lulus SMA/SMK/sederajat 
  • Bagi pria, tinggi badan minimal 165 centimeter. Sedangkan wanita, minimal 160 centimeter.
  • Tidak ada bekas tindik
  • Tidak pernah menggunakan tato
  • Kondisi fisik sehat dan tidak buta warna

Selain syarat-syarat di atas, kamu juga biasanya perlu mengumpulkan berbagai dokumen berikut ini:

  • KTP dan Kartu Keluarga (Fotocopy)
  • Bukti ijazah terakhir
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
  • Surat Keterangan Sehat
  • Pas Foto

Apakah kamu memenuhi seluruh persyaratan di atas? Di luar persyaratan umum yang kami sebutkan, bukan tak mungkin kamu juga harus mengumpulkan persyaratan khusus lain. 

Mengingat, setiap lembaga pelatihan dan pendidikan memiliki kebijakan masing-masing yang sifatnya lebih spesifik.

Biaya Sekolah Marshaller

Tentu saja, ada biaya sekolah Marshaller yang perlu kamu tebus jika benar-benar ingin berkarir menjadi Aircraft Marshaller. Ada dua biaya sekolah Marshaller yang perlu kamu keluarkan:

  • Biaya pendidikan
  • Biaya uji lisensi

Namun, umumnya berbagai sekolah tempat pelatihan yang mengadakan program ini menggabungkan keduanya dalam satu paket pembayaran.

Baca Juga:  Gaji Karyawan Indihome dari Teknisi Sampai Direktur

Berapa biaya sekolah Marshaller pesawat? Berdasarkan beberapa informasi yang kami dapatkan, rata-rata biaya untuk pendidikan dan lisensi Marshaller ada di kisaran Rp.8.000.000 – Rp.10.000.000. 

Karena itu angka rata-rata, mungkin saja kamu menemukan yang sedikit lebih mahal atau lebih murah.

Namun biaya tersebut biasanya masih kotor. Dalam artian, kamu masih perlu menyiapkan biaya lain untuk keperluan akomodasi harian, on job training, keperluan wisuda, dan sebagainya. Jadi, untuk amannya, kamu perlu menyiapkan belasan juta rupiah.

Pendidikannya biasanya singkat, hanya hitungan minggu atau paling lama satu bulan. Kalau berminat, kamu bisa nabung dan menyiapkan uangnya dari sekarang. Siap?

Keuntungan Marshaller

Kalau melihat biayanya secara sepintas, mungkin akan terlihat mahal. Hanya saja, jika kamu menimbangnya dengan memperhatikan berbagai keuntungan, biaya belasan juta itu tidaklah begitu besar.

Berikut beberapa alasannya.

1. Penghasilan Marshaller ‘Lumayan’

Untuk marshaller yang baru memulai karir, biasanya akan mendapatkan penghasilan mulai lima juta rupiah setiap bulannya.

Angka tersebut bisa menjadi lebih besar seiring pengalaman dan senioritas kamu dalam karir. Dengan penghasilan sebesar itu, biaya pendidikan dan uji lisensi bisa ‘balik modal’ dalam 2-3 kali gajian saja. 

Baca juga: Gaji/penghasilan marshaller terbaru.

2. Pendidikan Sangat Singkat

Keuntungan menarik lainnya adalah singkatnya waktu pendidikan. Kamu tak perlu lama-lama belajar untuk bisa memiliki lisensi Aircraft Marshaller.

Kamu tak perlu sekolah bertahun-tahun layaknya mengejar karir lain. Ada lembaga yang bahkan mengadakan pendidikannya hanya 7 hari. Ini jelas menghemat waktumu bukan?

Risiko Marshaller

Tentu ada alasan mengapa penghasilan seorang marshaller terhitung besar dengan spesifikasi pendidikan yang tak begitu tinggi.Salah satu alasannya, karena risiko yang berpotensi kamu dapat juga besar. 

Bayangkan, kamu akan memarkirkan pesawat take off yang ukurannya sangat besar. Bahkan tak jarang, saat bekerja kamu akan diganggu dengan cuaca buruk seperti hujan atau angin besar.

Jika tak hati-hati dan sigap. potensi kecelakaan kerja tentu saja bisa kamu dapat. 

Selain itu, kamu juga akan bertanggung jawab atas keselamatan penumpang dalam jumlah banyak. 

Jika 1 pesawat saja yang kamu parkirkan berisi 250 jiwa, maka sejumlah itulah yang kamu jamin keselamatannya. Lantas, kalau sehari kamu memarkirkan 5 pesawat, itu artinya ada lebih dari seribu jiwa yang kamu perlu amankan.

Baca Juga:  Gaji Tukang Parkir Pesawat dan Tugas (Dalam + Luar Negeri)

Makanya, profesi ini tak bisa kamu anggap remeh perannya.

Rekomendasi Sekolah Marshaller

Apakah kamu sudah benar-benar bulat untuk sekolah Marshaller? Kalau iya, kamu sepertinya membutuhkan referensi sekolah untuk memulai langkahmu.

Namun sebelumnya, perlu kamu ketahui, menjadi Marshaller tak mewajibkan kamu untuk sekolah bertahun-tahun. Umumnya, program belajarnya singkat-singkat dalam bentuk diklat (pendidikan kilat).

Ada banyak tempat yang bisa kamu jadikan lokasi belajar sebenarnya. Namun, kami hanya akan memberikan rekomendasi 7 di antaranya.

1. AVIA Kampus Penerbangan (ASTA)

Sekolah penerbangan yang bermarkas di Bali ini memiliki koneksi dengan sekitar 50 perusahaan di bidang penerbangan. Jadi, lulusannya tak perlu khawatir tak terserap lapangan pekerjaan.

Dengan skema belajar singkat, yakni tahap pembelajaran -> on job training -> rekomendasi kerja, akan membuat waktumu efektif. 

Untuk program Aircraft Marshaller, biaya yang perlu kamu keluarkan adalah 4,5 juta (biaya pendidikan selama 1 bulan) dan 5 juta (biaya lisensi). 

Jika kamu tertarik dengan sekolah ini, silahkan hubungi kontak yang ada dalam website ini: AVIA.

2. Jogja Flight

Bermarkas di Yogyakarta, sekolah Marshaller Jogja ini memiliki program pendidikan dan pelatihan penerbangan yang lengkap. Meliputi sekolah SMK, S1, hingga pendidikan kilat.

Jika tujuan kamu menjadi Aircraft Marshaller, kamu bisa ikut program Diklatnya yang bekerjasama dengan Kemenhub. Diklat ini masuk dalam kategori GSE (Ground Support Equipment).

Salah satu syarat pentingnya, kamu perlu kemampuan bahasa Inggris.

Sejauh ini, kami belum mendapat informasi biayanya. Kalau kamu mau tahu, kamu bisa hubungi langsung kontak yang tertera dalam situs resminya: Jogja Flight.

3. SAS Training Center

SAS Training Center terletak di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah. Ini adalah LKP atau Lembaga Keterampilan Kerja yang menyiapkan tenaga kerja terampil di bidang penerbangan, perhotelan, hingga pelayaran.

Kamu yang berminat menjadi juru parkir pesawat, bisa mengikuti programnya yang benar-benar singkat. Bayangkan, hanya 7 hari saja. 

Baca Juga:  Apa Itu Peraturan Perusahaan & Bagaimana Cara Buatnya?

Untuk biaya yang tertera, ada di angka Rp.8.500.000. Biaya tersebut sudah termasuk lisensi yang akan kamu dapatkan setelah menjalani program pendidikan.

Kamu bisa mencari tahu lebih dalam mengenai sekolah ini langsung di situs resminya: SAS TC.

4. Politeknik Penerbangan Palembang

Kamu yang tinggal di Sumatera, tak perlu berjauh-jauh melintasi pulau untuk belajar jadi Marshaller. Kamu bisa ikuti program yang Poltekbang Palembang selenggarakan ini.

Waktu belajar yang ditawarkan dalam diklatnya adalah 15 hari. Kombinasi dari 36 jam teori dan 46 jam praktek di lapangan. Setelah diklat, kamu siap untuk terjun langsung memarkirkan pesawat.

Poltekbang ini menggelar programnya hanya untuk 10 orang saja per-angkatan. Tentu ini bagus untuk membuat peserta bisa fokus dalam menguasai skill Marshaller.

Sayangnya, kami belum dapatkan informasi mengenai harganya. Kamu bisa langsung bertanya-tanya soal ini langsung melalui kontak yang ada di situs resminya ini: Poltekbang Palembang. 

5. BP3 Cicurug

Selain belajar di tempat pelatihan swasta, kamu juga sebenarnya bisa belajar di diklat-diklat yang pemerintah selenggarakan.

Untuk mengentaskan problem pengangguran, kadang-kadang pemerintah daerah juga mengadakan diklat menjadi Aircraft Marshaller.

Program pendidikannya biasanya dilakukan terpusat di BP3 (Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan) di Tangerang yang bekerjasama dengan pemda-pemda di daerah. BP3 ini merupakan salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kemenhub.

Program hanya 10 hari, namun tentu saja padat ilmu. Kamu juga mungkin akan tersalurkan langsung untuk bekerja.

Berapa biayanya? Kami kurang tahu pasti. Namun, sepengetahuan kami, diklat-diklat yang pemerintah gelar biasanya gratis, karena tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat yang memiliki kekurangan dalam akses ilmu.

Hanya sayangnya, waktunya tak tentu dan Anda mesti aktif cari tahu sendiri ke Disnaker daerah.  Mudah-mudahan, Disnaker di tempatmu memiliki programnya dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Menjadi seorang Marshaller merupakan pilihan karir yang bagus. Kamu bisa mempertimbangkannya dengan serius bekerja di profesi ini.

Secara hitung-hitungan ekonomi, sekolah Marshaller dalam bentuk diklat ini tergolong murah. Apalagi, jika kamu membandingkannya dengan sekolah pramugari, pramugara, atau staff penerbangan yang bisa menyentuh puluhan juta biaya belajarnya.

Share:

Tinggalkan komentar