Administrasi

9 Kesalahan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja yang Harus Diketahui Pelamar 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 11:30 4 menit membaca
Kesalahan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja yang Harus Diketahui Pelamar 
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Bagi kamu yang berencana melamar pekerjaan disarankan untuk menghindari kesalahan dalam membuat surat lamaran kerja. Kesalahan tersebut sering dilakukan oleh para fresh graduate yang belum mempunyai pengalaman melamar lowongan kerja di perusahaan swasta. 

Kesalahan yang dilakukan ketika membuat surat lamaran kerja biasanya karena ketidaksengajaan. Saat tanpa sengaja melakukan kesalahan maupun kecerobohan saat membuat surat lamaran kerja, kemungkinan diterima di perusahaan jadi sangat kecil. Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Kesalahan dalam Membuat Surat Lamaran Kerja 

Berikut adalah daftar beberapa kesalahan yang bisa dikatakan “fatal” ketika kamu membuat surat lamaran kerja: 

1. Tidak Mencantumkan Posisi yang Kamu Lamar dalam Surat Lamaran Kerja 

Hal ini akan menyebabkan perusahaan yang menerima surat lamaran kerjamu berpikir kamu ini serius mau melamar kerja atau hanya sekedar iseng-iseng. Kesalahan ini sering dilakukan terutama oleh para pelamar kerja pemula. Paling tidak kamu tahu mengenai job desk dari posisi yang kamu lamar, jika belum mendapatkan gambaran usahakan untuk melakukan survei tentang pekerjaan dan perusahaan tersebut. 

Saran: Pastikan kamu tahu posisi yang sedang kamu lamar, dengan melamar ke posisi yang spesifik dalam suatu perusahaan kamu akan mudah untuk mengetahui dan mengukur kompetensi dirimu sendiri dalam melakukan sebuah pekerjaan. 

2. Salah Mencantumkan Nama Perusahaan yang Kamu Tuju dalam Surat Lamaran Kerja 

Mungkin kamu ingin melamar ke perusahaan “A” tapi di surat lamaran kamu malah menuliskan perusahaan “B”. Lebih apesnya lagi kalau ternyata perusahaan “B” merupakan saingan dari perusahaan “A”. 

Saran: Pastikan kamu memasukkan surat lamaran kerja yang benar ke perusahaan yang akan dituju. Jika kamu mengirimkan surat lamaran sekaligus ke beberapa perusahaan, pastikan surat lamaran kerja kamu terkirim ke perusahaan yang benar. 

3. Menulis Surat Lamaran dengan Tulisan Tangan 

Rata-rata pekerjaan profesional menuntut format surat lamaran kerja menggunakan komputer. Kecuali disyaratkan harus menggunakan tulisan tangan, jangan sekali-kali menuliskan surat lamaran dengan tulisan tangan, apalagi menggunakan pensil. 

Saran: Surat lamaran kerja yang diketik rapi menggunakan komputer setidaknya secara tidak langsung akan menunjukkan kemampuanmu dalam mengoperasikan komputer. 

4. Tidak Melampirkan Foto 

Sebagus apapun surat lamaran kerja yang kamu siapkan, tidak ada gunanya jika kamu tidak melampirkan foto terbaru. Foto menjadi syarat utama yang wajib kamu dilampirkan dalam berkas surat lamaran kerja. Kecuali disyaratkan melampirkan foto dalam ukuran dan jumlah tertentu, kamu boleh melampirkan foto disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang kamu lampirkan. 

Saran: Jangan menggunakan pas foto sekolah dalam surat lamaran kerjamu, sebisa mungkin tampillah rapi menggunakan jas maupun blazer dan jangan lupa untuk tersenyum. Foto menjadi alat peraga yang menggambarkan diri kamu dalam sebuah surat lamaran kerja. 

5. Tidak Melampirkan Dokumen-Dokumen Pendukung 

Sebuah surat lamaran kerja secara umum hendaknya dilengkapi dengan beberapa dokumen pendukung, seperti riwayat hidup, foto diri terbaru, foto copy ijazah terakhir dan fotocopy kartu identitas. 

Saran: Sebaiknya lampirkan juga foto copy sertifikat pelatihan yang kamu miliki dan surat referensi dari perusahaan kamu sebelumnya. 

6. Tidak Mencantumkan Nomor Telepon/Email yang Bisa Dihubungi 

Tidak seperti zaman dulu, zaman sekarang perusahaan tidak lagi mengirimkan surat panggilan kepada kandidat yang terpilih. Bahkan terkadang pengumuman kelulusan diumumkan secara online atau melalui email. 

Saran: Pastikan kamu mencantumkan nomor telepon atau email yang memudahkan kamu untuk dihubungi. 

7. Tidak Memberi Tanda Tangan di Surat Lamaran Kerja 

Kesalahan ini paling sering umum terjadi karena faktor kelupaan. Remeh namun fatal. Bayangkan, di surat lamaran kerja kamu menggunakan kata-kata pembuka seperti “saya yang bertanda tangan di bawah ini … bla… bla…” namun mana tanda tangan kamu? 

Seringkali dari surat lamaran yang kamu buat, terkadang secara tidak langsung kamu akan digambarkan sebagai kurang teliti dalam proses menyiapkan dokumen. Jelas ini akan mengurangi nilai kamu, bahkan sebelum kamu dipanggil interview. 

Saran: Sebaiknya gunakan ballpoint berwarna hitam yang jelas tapi tidak bermata tebal untuk memberikan tanda tangan di surat lamaran kerjamu. 

8. Menggunakan Format Daftar Riwayat Hidup Standar 

Kamu pasti tahu bahwa format daftar riwayat hidup standar yang biasanya dijual di kantor pos atau toko stationery. Sebaiknya jika tidak disyaratkan, hindari menggunakan format daftar riwayat hidup tersebut. 

Saran: Gunakan format daftar riwayat hidup profesional yang template-nya bisa kamu dapatkan di halaman internet. Jika kamu melamar melalui situs penyedia lowongan kerja, pastikan kamu sudah mencantumkan riwayat hidup dan pengalaman kerja relevan yang dimiliki secara lengkap. 

9. Mencantumkan Besaran Gaji 

Kecuali disyaratkan, sebaiknya kamu jangan mencantumkan gaji yang diinginkan dalam surat lamaran kerja. Biarkan proses negosiasi terjadi ketika kamu mendapatkan kesempatan interview dan memang ditanyakan oleh pihak perusahaan. 

Saran: Sebaiknya jika kamu pelamar pemula jangan menetapkan besaran gaji, kecuali kamu merupakan seorang profesional dengan segudang pengalaman. 

Sekali lagi sebelum mengirim atau mengantarkan surat lamaran kerja, pastikan dan check kembali apakah kamu sudah mematuhi aturan-aturan di atas atau belum. Ingatlah sebuah lamaran kerja merupakan etalase diri kamu, cantumkan hal-hal yang positif mengenai diri kamu tapi jangan berlebihan juga. Semoga sukses dalam mendapatkan pekerjaan impian, ya! 

Tinggalkan komentar