Administrasi

10 Konsekuensi Resign Tanpa One Month Notice yang Harus Kamu Ketahui 

Anggi Novita Sari Diterbitkan 11:30 5 menit membaca
Konsekuensi Resign Tanpa One Month Notice
Ukuran Teks:

Tugaskaryawan.com – Setiap perusahaan mempunyai kebijakan masing-masing perihal resign, tapi yang paling umum adalah aturan one month notice. Peraturan one month notice menjadi aturan dasar yang harus diketahui bagi karyawan yang ingin mengundurkan diri. 

Aturan ini mewajibkan karyawan untuk mengajukan surat pengunduran diri atau paling tidak memberitahukan kepada pihak-pihak terkait maksimal satu bulan sebelum karyawan tersebut resign. Sebab, ketika ada karyawan yang mengundurkan diri, artinya perusahaan harus mencari pengganti untuk posisi tersebut. 

Selebihnya, artikel kali ini akan mengulas tentang konsekuensi jika karyawan resign tanpa one month notice. Yuk simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai. 

Aturan Resign Menurut Undang-Undang 

Ketentuan mengenai pengunduran diri one month notice didukung oleh dasar hukum yang tertera di Undang-Undang. UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang secara teknis juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja. 

Pasal 36 huruf (i) PP 35/2021, menyatakan bahwa pekerja atau buruh yang mengundurkan diri harus berdasarkan atas kemauan sendiri dan harus memenuhi syarat. Berikut beberapa diantaranya: 

  • Tidak terkait dalam ikatan dinas.
  • Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri. 
  • Tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri. 

Pada dasarnya, tujuan dari one month notice adalah untuk proses rekrutmen dan waktu untuk karyawan bersangkutan menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum resign. Maka dari itu, ketika ada karyawan yang resign mendadak, perusahaan akan kewalahan karena tidak mempunyai cukup waktu untuk mencari penggantinya. 

Konsekuensi Resign Tanpa One Month Notice 

Kebijakan one month notice umumnya tercantum di dalam kontrak kerja. Tujuannya adalah memberikan waktu bagi perusahaan untuk mencari pengganti dan memastikan kelancaran operasional. Dengan adanya waktu yang cukup, perusahan bisa melakukan proses transisi pekerjaan dengan lebih baik sehingga tidak mengganggu produktivitas. Jika kamu melakukan pengunduran diri dari tempat kerjamu tanpa one month notice, berikut konsekuensi yang bisa saja terjadi: 

1. Hilangnya Bonus atau Tunjangan 

Selain gaji dan tunjangan, karyawan yang resign tanpa pemberitahuan akan beresiko terhadap hak-hak lain seperti bonus dan uang lembur. Bonus biasanya akan diberikan kepada karyawan yang berhenti secara formal dan sesuai prosedur. Namun hal ini juga tergantung pada kebijakan perusahaan dan perjanjian kerja yang sudah kamu tanda tangani. 

2. Peluang Diskusi dan Negosiasi Hilang 

Memberikan one month notice juga memberikan waktu untuk berdiskusi dengan perusahaan mengenai alasan resign. Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin menawarkan solusi, seperti promosi, kenaikan gaji atau perubahan tugas yang bisa membuat kamu mempertimbangkan ulang keputusan untuk resign. 

3. Hubungan yang Rusak dengan Rekan Kerja 

Mengundurkan diri tanpa pemberitahuan juga bisa merusak hubungan dengan rekan kerja, karena mereka harus menanggung beban pekerjaan yang kamu tinggalkan secara tiba-tiba. Hal ini bisa menciptakan rasa ketegangan dan mengurangi kemungkinan profesionalmu di masa depan. 

4. Dipandang Tidak Bertanggung Jawab 

Ketika kamu resign tanpa pemberitahuan, hal ini bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. Kamu meninggalkan kesan bahwa kamu tidak peduli dengan dampak dari keputusan terhadap tim maupun perusahaan. Persepsi ini bisa berpengaruh terhadap pandangan orang lain terhadapmu di lingkungan profesional. 

5. Kehilangan Hak Atas Pesangon 

Mengundurkan diri tanpa pemberitahuan terlebih dahulu bisa menyebabkan seorang karyawan kehilangan hak untuk menerima uang pesangon. Umumnya, perusahaan hanya memberikan pesangon kepada mereka yang mengikuti prosedur format, termasuk memberikan pemberitahuan setidaknya satu bulan sebelum sesuai kebijakan. 

6. Tidak Mendapatkan Surat Pengalaman Kerja (Paklaring) 

Surat paklaring menjadi dokumen penting yang menunjukkan bahwa seseorang pernah bekerja di sebuah perusahaan. Jika seorang karyawan keluar secara mendadak, perusahaan mungkin enggan untuk mengeluarkan surat ini, yang bisa menjadi hambatan ketika mereka melamar pekerjaan baru. 

7. Potensi Pemotongan Gaji atau Penalti 

Sebagian perusahaan menetapkan aturan dalam kontrak kerja yang memungkinkan mereka memotong atau menahan gaji terakhir seorang karyawan yang tidak memberikan pemberitahuan pengunduran diri sesuai ketentuan. Potongan ini biasanya diberlakukan sebagai bentuk penalti atau untuk menutupi kerugian yang disebabkan oleh pengunduran diri secara mendadak. 

8. Merusak Reputasi Profesional 

Resign secara tiba-tiba bisa meninggalkan kesan buruk terhadap perusahaan dan rekan kerja. Hal ini tentu bisa berpengaruh terhadap referensi kerja di masa depan. Jika nantinya kamu membutuhkan surat rekomendasi, surat paklaring atau kontak dari atasan sebelumnya, mereka mungkin tidak mau memberikan rekomendasi yang baik karena kesan negatif yang ditinggalkan. Surat paklaring penting untuk melamar pekerjaan baru, sehingga kehilangan akses terhadapnya bisa memperlambat pencarian kerja. 

9. Pertimbangan Hukum 

Meski tidak ada sanksi hukum eksplisit bagi karyawan yang resign tanpa one month notice, banyak perusahaan yang mempunyai kebijakan internal dan bisa mengakibatkan konsekuensi finansial serta reputasi bagi karyawan tersebut. Maka dari itu, penting bagi karyawan untuk memahami perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan sebelum mengambil keputusan untuk resign. 

10. Proses Administrasi yang Rumit 

Resign mendadak sering memperumit proses administrasi, seperti pengurusan dokumen, surat pengalaman kerja atau klaim asuransi. Perusahaan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan semua hal atau bahkan menolak membantu kamu karena merasa dirugikan. Hal ini sangat merugikan kamu di jangka panjang. 

Itulah dia beberapa konsekuensi ketika kamu melakukan resign tanpa one month notice. Semoga dengan adanya penjelasan di atas bisa memberi tambahan informasi kamu sebelum melakukan resign, ya. 

Tinggalkan komentar