Hati-Hati Penipuan Lowongan Kerja, Ini 10+ Ciri Loker Palsu

Penipuan lowongan kerja emang kejahatan yang parah banget. Orang lagi nganggur dan nggak punya uang, eh malah dijadikan objek penipuan. Kalau kamu sudah pernah merasakan jadi korbannya, pasti kamu merasa nyesek.

Nah, supaya kamu nggak jadi korban (baik untuk yang pertama maupun kedua kali), kamu perlu lebih waspada. Kamu harus tahu cara mengetahui penipuan lowongan kerja dengan memahami ciri-cirinya yang akan Tugas Karyawan bahas.

Kira-kira, apa saja ciri-cirinya? Yuk kita bongkar satu per-satu. Mudah-mudahan setelah baca ini kamu semua selalu selamat dari ancaman tukang tipu.

1. Nama Perusahaan dan Alamat Nggak Dikenal

Di dunia ini, memang nggak mungkin ada orang yang bisa menghafal seluruh nama perusahaan. Paling banyak tahu belasan atau puluhan nama saja.

Nah, ketika kamu melihat lowongan dari perusahaan yang belum kenal namanya, kamu patut curiga. Jangan langsung percaya.

Sebelum meresponnya, kamu bisa memanfaatkan fitur search di Google. Ketik aja nama perusahaannya, misalnya ‘PT Mencari Cinta Sejati. Tinggal cek tuh, ada nggak rekam jejaknya di Google?

Perusahaan resmi sekarang sudah hampir pasti ada di Google. Minimal, ada di Google Maps. Kalau misalnya nggak ada, kamu patut curiga dan jangan dulu ambil langkah.

Oke?

2. Ngirim email pakai nama domain gratisan

Sekarang, lagi musim juga penipuan lowongan kerja melalui email. Jadi, infonya kamu dapat dari broadcast email dari pihak yang konon ngaku perusahaan.

Sebelum kamu tanggapi, kamu bisa perhatikan dulu  alamat emailnya. Kalau nama alamatnya pakai email gratisan, kamu harus ragu. Misalnya:

Email yang domainnya pakai gmail atau yahoo itu gratis. Biasanya, perusahaan profesional kirim email dengan domain perusahaan yang memang bikinnya juga butuh biaya.

Misalnya:

3. Situs perusahaannya pakai domain gratisan

Selain alamat emailnya, perusahaan bodong dan penipu juga umumnya pakai situs dengan domain gratis untuk mereka cantumkan pada surat lokernya. Cirinya bisa dilihat dari nama alamat websitenya pakai akhiran .blogspot.com atau .wordpress.com.

Baca Juga:  UMR Jogja 2021 Naik 3,27% dari Tahun Sebelumnya

Misalnya:

  • Tokopedia.blogspot.com
  • honda.wordpress.com

Jika perusahaannya emang beneran, umumnya pakai domain TLD (Top Level Domain). Nggak mungkin pakai domain gratisan semacam itu. Jadi kelihatan emang komitmennya. Misalnya:

  • saungwriter.com
  • pln.co.id

Kamu juga bisa cek langsung kok situs perusahaan resminya. Misalnya di lowongan ditulis tokopedia.blogspot.com, kamu bisa cek website asli tokopedia di tokopedia.com. Cari tahu aja tuh, ada nggak info pembukaan lowongan kerja di situs resmi mereka?

Kalau nggak ada, ya udah pasti lowongan yang kamu dapat itu bohong doang.

4. Belum juga dapat gaji udah disuruh ngeluarin uang

Ciri-ciri panggilan interview penipuan lainnya juga adalah belum apa apa kamu sudah dimintai uang. 

Modusnya biasanya perusahaan penipu ini buka lowongan dengan lokasi tes di tempat yang jauh dari tempat tinggalmu. Kemudian mereka meminta kamu untuk datang namun membayar biaya transportasi, hotel, dan sebagainya dengan mekanisme tertentu.

Katanya sih uangnya bakal mereka ganti. Tapi, kamu jangan percaya gitu aja. Kasus yang beginian umumnya nipu. Jadi mending kamu abaikan.

Ada juga kasus lainnya, lokasinya emang nggak jauh, tapi tetap saja ketika kamu datang ke tempat mereka, kamu juga diminta keluar uang. Modusnya misalnya minta kamu bayar seragam kerja, administrasi, dan lainnya.

Hal semacam itu juga perlu kamu waspadai. Perusahaan beneran, apalagi perusahaan besar, nggak masuk akal ngemis ngemis sama calon karyawannya.

5. Gaji yang ditawarkan nggak masuk akal

Siapa sih yang nggak ingin gaji gede?

Semua pencari kerja pasti ingin gajinya gede. Walaupun kemampuannya minim dan pengalamannya belum ada. Iya kan?

Nah, tapi kamu harus waspada. Keinginan kamu ini kadang kadang orang tak bertanggung jawab manfaatkan untuk menipu. Jadi, mereka buka lowongan palsu yang iming iming gajinya nggak normal.

Maksudnya gak normal itu gimana? Maksudnya gaji yang mereka tawarkan beda dari keumuman gaji pada posisi dan kualifikasi yang menjadi syarat.

Misalnya lowongannya buat fresh graduate, minim pengalaman, atau lulusan SMA/K, tapi tawaran gajinya sudah sampai 8 juta. Kadang juga lowongan untuk admin atau data entry tapi gajinya 7 juta. Ini juga janggal.

Emang sih ini menggiurkan. Tapi, kamu sebaiknya jangan langsung percaya. Coba cek aja standar gaji umum untuk posisi itu.

6. Menawarkan kerja tapi menghubungi langsung

Kadang, ada juga model penipuan dengan modus menghubungi langsung calon korbannya. Misalnya dengan panggilan telepon.

Sang penipu ini ngasih tau bahwa ia buka lowongan dan menawarkan kerja untukmu. Embel embelnya, ia juga ngaku bahwa dapat rekomendasi untuk menghubungimu dari orang orang dekatmu.

Baca Juga:  Tugas CEO, Syarat, Kualifikasi, Gaji & Skill Wajib

Stop. Jangan dulu percaya. 

Masuk akal nggak sih perusahaan sengaja telepon secara pribadi demi mendapatkanmu sebagai pegawai? Apalagi jika kamu orang yang belum banyak pengalaman kerja dan prestasinya.

Lebih janggal lagi kalau kamu tiba tiba disuruh datang ke kantornya. Padahal, sebelumnya kamu belum sama sekali mengirim surat lamaran atau CV ke perusahaan tersebut.

Alih alih kamu respon dengan serius, kamu sebaiknya lihat nomor teleponnya. Biasanya, kalau perusahaan itu punya nomor telepon perusahaan yang ada kode lokasinya kaya:

  • (022) 779 3790
  • (021) 7732 777

Tapi kalau dia telpon pakai nomor HP misalnya diawali 089, 087, 082, dan sebagainya itu biasanya nipu. Hati hati ya!

7. Lowongan Kerja dikirim Lewat SMS

SMS memang kini jadi alat perpesanan paling eksklusif. Biayanya paling mahal kalau kamu bandingkan dengan mengirim pesan lewat aplikasi messenger lainnya.

Namun, kamu jangan langsung percaya kalau ada lowongan lewat SMS. Soalnya, hal ini nggak lazim banget dilakukan oleh perusahaan. Apalagi perusahaan tersebut kamu tahu sebagai perusahaan besar.

Ciri cirinya sih biasanya isinya bukan hanya ngasih tau, tapi juga ada ajakan bertindak. Misalnya meminta kamu membalas pesan tersebut.

Nah, ketika kamu balas, nanti perusahaan palsu itu akan telpon kamu dan minta kamu datang ke tempatnya untuk interview atau sejenisnya. Panggilan macam ini juga jelas nggak masuk akal, kok belum juga kirim surat lamaran sudah manggil manggil?

8. Persyaratan kerjanya mudah dan terlalu umum

Perusahaan asli, pasti akan mengajukan syarat syarat tertentu dengan standar spesifik bagi pelamarnya. Mereka nggak mungkin membuang uang dengan membayar orang yang nggak punya kemampuan dan potensi.

Makanya, kamu harus waspada ketika ada lowongan dengan persyaratan enteng tapi justru menawarkan gaji yang lumayan di atas UMR.

Misalnya syarat hanya begini:

  • Usia minimal 19 tahun
  • Pendidikan SMK (Semua jurusan)
  • Tanpa pengalaman

Dapat kami pastikan itu perusahaan palsu. 

Kecuali, jika gaji yang mereka tawarkan kecil misalnya 1-2 juta untuk lowongan penjaga angkringan, warnet, atau toko kecil. Itu mungkin saja benar dan kamu bisa eksekusi. Soalnya, kerja di tempat tempat kaya gitu emang nggak perlu kemampuan dan syarat spesifik.

9. Nggak ngelamar tapi langsung diterima

Kamu juga harus super hati hati ketika tiba tiba ada yang menghubungimu dan menyatakan bahwa kamu diterima kerja di perusahaan A atau B. Padahal, sebelumnya kamu nggak pernah bikin lamaran atau tes ke perusahaan itu.

Hal semacam ini sudah pasti: pasti bohongnya.

Logis aja deh. Masa iya ada perusahaan mau mempekerjakan orang yang dia sendiri nggak tahu kualitas orangnya? Apalagi kenal juga belum?

Baca Juga:  Contoh Kontrak Kerja Karyawan yang Sesuai Dengan Undang-Undang

Belum lagi kenyataan bahwa mencari kerja jaman sekarang susah banget. Persaingan tinggi dan banyak pengangguran. Makanya, dapat kabar diterima kerja tanpa melamar itu aneh banget.

Kecuali mungkin kamu seorang ahli yang memasang resume atau portofolio digital di blog atau situs seperti LinkedIn. 

Tapi itu juga nggak langsung diterima sih, pasti akan ada proses dulu. 

Jadi, jangan seneng dulu ya kalau dapat kasus semacam ini.

10. Lokasi panggilan beda dengan alamat resmi perusahaan

Ada juga kasus, penipuan lowongan kerja via WA, email, atau lainnya yang memakai nama perusahaan besar, bonafit, dan sudah terkenal. 

Proses kelihatan serius dan meyakinkan hingga mereka menawarkan pencari kerja untuk tes atau interview. Lalu, mereka memberikan alamatnya untuk mau datangi.

Ketika kamu dapat alamatnya, kamu sebaiknya cek dulu alamat resmi perusahaan tersebut. Misalnya penipu itu bilang mereka adalah PT Z, maka coba kamu googling atau cari situs resmi perusahaan yang mereka maksud. Di sana biasanya tertera alamat resmi perusahaan.

Nah, kalau ternyata alamat interview atau tes berbeda dengan alamat resmi, kamu sudah pastikan bahwa itu bohong. Apalagi jika bangunannya ketika kamu cek di Google Maps bukan kaya perusahaan, malah mirip rumah biasa atau ruko kecil.

11. Surat atau selebaran lowongan isinya tidak profesional

Perusahaan beneran itu biasanya punya tim yang bisa bikin surat, selebaran, atau poster dengan desain oke alias tampak profesional.

Profesionalitas ini bisa kamu lihat lewat beberapa hal berikut:

  • tata bahasanya (nggak ada yang salah ketik), 
  • fontnya (rapi dan wajar)
  • kop surat (jelas)
  • resolusi (untuk poster pasti cerah/nggak butek)

Nah, bila kamu dapat info lowongan kerja yang isi surat atau selebarannya berkebalikan dengan poin poin di atas, kamu patut curiga. Apalagi jika itu dinyatakan dibuat oleh perusahaan besar atau lembaga pemerintah.

Kasus begini biasanya korbannya guru. Sering berseliweran surat yang isinya penerimaan jadi guru PNS/PPPK tanpa tes tapi konten surat atau selebaran nggak sama sekali kelihatan profesional.

Banyak kan ciri ciri yang bisa kamu pelajari? Semoga cukup untuk kamu jadikan pegangan.

Namun dari waktu ke waktu, penipuan lowongan kerja ini bisa jadi kerjanya makin canggih. Modusnya emang terus bertambah dan bikin resah para pencari kerja. Maka kamu harus tetap waspada dan update informasi untuk tahu modus modus terbaru mereka.

Baca juga:

Share:

Tinggalkan komentar