Tugaskaryawan.com – CV memang menjadi salah satu pintu utama sebelum recruiter mengenal kamu lebih jauh. Namun sayangnya, pengalaman kerja yang sebenarnya menarik bisa saja terlewat kalau isi CV terlalu rumit, penuh istilah internal atau hanya berisi klaim tanpa bukti. Bagi kamu yang ingin tahu mengenai red flag di CV, yuk simak ulasan di bawah ini sampai dengan selesai.
Red Flag di CV yang Harus Dihindari Fresh Graduate
Berikut adalah beberapa red flag di CV yang harus dihindari oleh fresh graduate:
1. Memajang Angka Tanpa Menjelaskan Hasilnya
Angka memang bisa membuat pencapaian terlihat lebih nyata. Namun, menulis nominal, jumlah atau persentase tanpa konteks justru membuat recruiter harus menebak sendiri apa arti angka tersebut.
Misalnya, daripada hanya menuliskan “menghasilkan Rp500 juta”, jelaskan dari mana angka tersebut berasal dan apa dampaknya bagi perusahaan. Apabila angka tersebut berasal dari hasil penjualan, kampanye atau penghematan biaya, tuliskan konteksnya agar pencapaianmu bisa langsung terbaca.
2. Pengalaman Kerja Ditulis Terlalu “Orang Dalam”
Kamu tentu paling paham dengan pekerjaan yang pernah dilakukan. Namun recruiter yang membaca CV belum tentu mengenal perusahaan, proyek atau istilah yang kamu gunakan sehari-hari. Apabila deskripsinya terlalu spesifik, mereka justru bisa merasa kesulitan dalam memahami apa sebenarnya kontribusimu.
Coba tulis pengalaman kerja seolah kamu sedang menjelaskan kepada seseorang dari industri yang berbeda. Jelaskan secara singkat mengenai konteks perusahaan maupun proyek, kemudian baru uraikan peran dan hasil yang kamu kerjakan. Dengan begitu, pengalamanmu tetap mudah dipahami meski pembacanya tidak memiliki latar belakang yang sama.
3. Mengandalkan Kata Sifat Daripada Bukti
Menulis “pekerja keras”, “team player” atau “mempunyai komunikasi yang baik” tidak otomatis membuat recruiter yakin dengan kemampuanmu. Kata-kata tersebut terlalu umum dan bisa ditemukan di banyak CV kandidat karyawan lain.
Coba ganti klaim dengan pengalaman nyata. Misalnya, daripada menjelaskan “mempunyai kemampuan leadership”, jelaskan bahwa kamu pernah memimpin tim yang berisikan enam orang untuk menyelesaikan kampanye dalam waktu tiga minggu dan berhasil mencapai target yang telah ditentukan. Bukti konkret ini membuat kemampuanmu terasa jauh lebih meyakinkan.
4. Menggunakan Singkatan yang Cuma Dipahami Kantor Lama
Memiliki pengalaman menggunakan sistem atau tools tertentu memang layak untuk dicantumkan? Namun, jangan biarkan CV dipenuhi singkatan yang hanya dipahami oleh rekan satu tim di pekerjaan sebelumnya.
Misalnya, kamu menuliskan “PIC atau OKR Q3 dan koordinasi dengan PMO”. Bagi orang yang tidak familiar dengan istilah tersebut, kalimatnya bisa terasa sangat membingungkan. Lebih baik tuliskan perannya secara langsung, seperti “memimpin pemantauan target tim pada kuartal ketiga dan berkoordinasi dengan tim pengelola proyek”.
CV yang baik bukan yang paling banyak isinya, tapi yang paling mudah dipahami dan menunjukkan nilai dari pengalamanmu. Sebelum mengirimkan lamaran pekerjaan, coba cek lagi setiap poin dan tanyakan “”Apakah recruiter bisa langsung tahu apa yang aku kerjakan dan hasil yang aku berikan?”. Selamat mencoba dan semoga penjelasan di atas bisa membantu dan bermanfaat!